Oleh: Ida Raihan | 27 Juni 2009

TELADAN YANG TAK TERLUPAKAN

“Aku tidak ridho istriku bekerja.” Begitu seorang ikhwan berkata kepadaku suatu hari.

“Tapi dia sudah memutuskan untuk bekerja.” Sahutku.

“Entahlah.” Sahutnya dengan suara putus asa. Meskipun si wanita adalah temanku sendiri, aku tetap merasa heran, kenapa wanita tersebut tetap nekat bekerja di luar rumah. Padahal suaminya jelas-jelas bilang tidak ridho. Pikiranku semakin jauh ketika kutanya pada diri sendiri, apakah aku juga akan seperti dia? Meskipun keinginan terbesarku saat ini adalah menjadi ibu rumah tangga saja? Seperti wanita kampung apa adanya (tapi percaya deh aku nggak kampungan, kampungan amat Hikz…)

Kebanyakan wanita di kampung hanyalah seorang ibu rumah tangga. Pada awalnya mereka tidak faham apa yang disebut wanita karir. Namun sejalan dengan kemajuan zaman, kini merekapun mulai berfikir mengenai eksistensi wanita. Tidak sedikit wanita kampung yang mulai berubah, ingin hidup menjadi bagian dari kehidupan kota. Menjadi terlihat keberadaannya dengan berkiprah dikehidupan luaran sana. Tidak peduli apakah suami ridha atau tidak. Mencoba merayu untuk meluluhkan hati suami agar diperkenankan bekerja di luar rumahnya. Bahkan tidak sedikit yang menggunakan dalih kesamaan gender. Wanita bebas memilih jalannya. Mau bekerja atau tidak, wanita memiliki hak yang sama.

Setidaknya begitu yang terjadi dari sebagian teman yang pernah curhat kepadaku, dan yang pernah kutanya.

Fakta ini mengingatkanku pada seorang wanita yang tinggal di sebuah perkampungan yang jauh dari kehidupan kota. Di tempat yang listrikpun belum masuk ke desanya. Air masih harus menimba. Memasak masih menggunakan kayu bakar. Meniup api dengan bambu agar tetap menyala. Dan lampu-lampu penerang dinyalakan dengan minyak tanah. Sungguh melelahkan. Namun ia tiada mengeluh dengan kehidupan ini. Kehidupan yang baginya sudah sangat biasa.

Setiap pagi diawalinya dengan dengan qiyamul lail, membangunkan suaminya turut serta bersamanya. Dan begitu subuh tiba ia panggil putra-putrinya memenuhi panggilan Allah. Dan sholat berjamaahpun ditunaikan.

Bukan rembulan yang ada dalam tatapan teduhnya yang penuh kasih sayang. Juga bukan pendar cahaya bintang di sana, namun di sana ada ketulusan, ketulusan seorang wanita yang sangat biasa. Serta sebuah keikhlasan.

Sebagai istri seorang petani, dia begitu telaten dan sabar mengurus kebutuhan keluarga. Menyiapkan sarapan untuk anak-anak yang akan berangkat sekolah, dan suami yang akan mencari rizki di ladang. Kembali menyibukkan diri dengan kerjakan yang masih menumpuk ketika semua telah pergi. Membersihkan rumah, mencuci piring, mencuci pakaian, dan kembali memasak untuk kebutuhan makan siang. Sebuah pekerjaan yang cukup melelahkan.

Namun, dia tetap tersenyum! Apapun yang sedang ia lakukan ditinggalkannya ketika melihat suaminya mengayuh sepeda memasuki halaman rumah. Menyambutnya dengan selembar handuk kecil yang kemudian diusapkan ke wajah yang lelah, ke badan yang berkeringat. Menyeduhkan secangkir kopi.
Dan menemaninya berbincang seraya menyuguhkan makan siang. Menimba air untuk mandi. Sungguh tersirat bangga pada tindak-tanduknya, bangga menjadi ibu rumah tangga. Dan kuyakin, di sanalah kudapati sebuah teladan. Dari wanita kampung yang selalu kukenang. Ibu…

Sabtu, 27 Juni 2009

Tulisan ini dalam rangka berpartisipasi dalam program what do you say about…..? dari IUA-islam yang sejuk”

http://islamunderattack.multiply.com/notes/item/51?mark_read=islamunderattack:notes:51

Iklan

Responses

  1. assalamu’alaikum….gimn mba’e py kabar???

  2. Sama,ana jg g ridho..dan yakin akan tegas jk istri tetap ngeyel jg..Masa punya istri koq g nurut..

  3. nice article……….. semoga menang ya

  4. paksijalaranda said: assalamu’alaikum….gimn mba’e py kabar???

    Alaikumsalamwarohmatullahiwabarokaatuhu…, Alhamdulillah kabar Qq baik sekali Akhy Paksi. Semoga Akhy dan keluarga juga sentiasa dalam kasih sayang Allah Subhanahu wa Ta’ala.

  5. hokage5056 said: Sama,ana jg g ridho..dan yakin akan tegas jk istri tetap ngeyel jg..Masa punya istri koq g nurut..

    He… Bu Qq jadi pingin bertetangaan dengan Nanda nie. Kan asyik tu, istri Nanda di rumah, Bu Qq di rumah juga. Bisa berbagi cara mengasuh anak. Hikz…

  6. intan0812 said: nice article……….. semoga menang ya

    Thanks a lot Intan Sister. Tdk harus menangkan? Yang penting ada manfaat pada apa yang Qq sampaikan. Meskipun pada kenyataannya entahlah, Qq masih kurang pandai menyampaikan pesan pada tulisan” Qq. Dan yang jelas tidak tertinggal dalam partisipasi group kita 🙂

  7. ini bukan ketulusan amat biasa akan tapi ketulusan luar biasa,karena ini akan membahagiakan keluarga terutama sang suami yg lg mencari nafkah akan merasa sangat berguna dan wanita ngurus rumah tangga dan mendidik anak itu lebih sangat penting,mendidik anak itu tugas berat karena menyangkut aklak dan masa depan anak.

  8. cupluk0025 said: ini bukan ketulusan amat biasa akan tapi ketulusan luar biasa,karena ini akan membahagiakan keluarga terutama sang suami yg lg mencari nafkah akan merasa sangat berguna dan wanita ngurus rumah tangga dan mendidik anak itu lebih sangat penting,mendidik anak itu tugas berat karena menyangkut aklak dan masa depan anak.

    Subhanallah, walhamdulillah. Berarti Qq punyai ibu yang luar biasa. Jazakallah khairan katsiira, Mas Eko 🙂

  9. iya…..sekarang khan gak cuma cowok yang eksis…..wanita juga harus eksis………dan kenyataannya, aku lihat temen2 kuliahku nih, rata rata cewek lebih rajin, makanya mereka sering mendapat prestasi yang lebih bagus dari cowok………tapi, cowok juga gak mau kalah!….hehehe 🙂

  10. Hebat sekali..Jadi terharu…

  11. putraselat said: iya…..sekarang khan gak cuma cowok yang eksis…..wanita juga harus eksis………dan kenyataannya, aku lihat temen2 kuliahku nih, rata rata cewek lebih rajin, makanya mereka sering mendapat prestasi yang lebih bagus dari cowok………tapi, cowok juga gak mau kalah!….hehehe 🙂

    Kasihan deh cowoknya ynag kalah ngan cewek. He…

  12. puspitasariyunita said: Hebat sekali..Jadi terharu…

    Syukron katsiira, Ukhty Puspita ^_^

  13. Jazakallah khair ukhti Qqcakep

  14. adminiua said: Jazakallah khair ukhti Qqcakep

    Waiyyakum Akhy/Ukhty Admin IUA. Syukron kunjungannya.

  15. Betapa bahagianya seorang suami yg mempunyai istri seperti itu. subhanallah…

  16. purwakumbara said: Betapa bahagianya seorang suami yg mempunyai istri seperti itu. subhanallah…

    Semoga Allah redha. Terimakasih banyak Akhy Purwa.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Seni Hidup

=Ketidaksempurnaan Itu Cantik=

My Blog

My WordPress Blog

evRina shinOda

CORETAN LAIN BLOG EVRINA

Aksara Nomaden

Merindukan itu nyata. Mengulang kenangan hanya utopia.

TERANG DIARY

catatan sehari-hari terang

Right-Magic!

Merekah kedalaman dalam pikir

FOTOCOPY PERCETAKAN PRINTING MURAH JAKARTA

Percetakan | Fotocopy | Penjilidan | Printing | Desain | Finising| ATK Dll

PERCETAKAN JAKARTA PUTRA MANDIRI

Percetakan, Foto Copy, Penjilidan, Pengetikan, Design Grafhis, Print dan Komputer

Cha Fitoria

Let's Love...

Catatan Kenangan

Serba-serbi jejak yang tertulis

Impossible

Selamat Datang , dan Terimakasih Telah Berkunjung

Bacotan Madi Amplang

karena kamu baca artikel ini,akan aku jadikan kamu istriku

Sandry Boy Sandy

Berpikir Kritis, Menggali Kreatifitas, Tidak Pernah Mengeluh Dan Tetap Semangat, Serta Tetap Tersenyum Meski Tersenyum Dalam Kesedihan

Math on Journey

PMRI Blog: mathematics is all around us

CERITA PRIBUMI

DARI SATU TEMPAT KE TEMPAT LAIN KITA BERCERITA DAN BERKARYA UNTUK INDONESIA

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

Perjalanan Menuju-Nya

kugesa ridha-Mu dengan asa yang tak berujung

Cerita Assa

L'amour Va Trouver Sa Place à S'ancrer Par Lui Même

AMEL OH AMEL

“One day your life will flash before your eyes. Make sure its worth watching.”

%d blogger menyukai ini: