Oleh: Ida Raihan | 15 Juli 2009

Cam Saat Chat Perlukah?

Tulisan ini tadinya mau saya post di Tagged, tapi ternyata di sana tidak muat. Terpaksa deh dilarikan ke Multiply. Hikz… Ternyata jatah di Tagged hanya sedikit charakter saja.

CAM. Kata yang terdiri dari tiga huruf ini tentu bukanlah sesuatu yang asing bagi Anda yang sering chating. Sebuah video yang menampilkan wajah kita dilayar monitor. Entah mengapa, bagi sebagian orang, benda satu itu sangat penting untuk dimunculkan ketika sedang chat dengan lawannya.

“Ya kan biar kita tahu seperti apa orang yang chat dengan kita.”

“Masa sih kita tidak tahu orang yang sedang berbincang dengan kita?”

“Tidak puas, kalau tidak melihat wajahnya.”

“Kalau menurutku kalau pake cam lebih afdol gitu.”

“Mbak katanya nihh, klo lagi ngomong ma orang, klo nggak liat lawan bicara kurang sopan…”

Begitu alasan mereka ketika saya tanya mengapa harus ada cam, webcam. Sedangkan bagi saya sendiri, penggunaan webcam terlalu merepotkan. Namun bukan itu alasan utama mengapa saya selalu menolak jika ada yang meminta cam, webcam. Tetapi lebih pada menjaga.

Muncul pertanyaan, “Apanya yang perlu dijaga? Kita tidak ngapa-ngapain kok. Hanya melihat saja.”

Oh ya? Yakin? Dari pengalaman yang pernah terjadi pada saya, ketika saya masih muda dulu, ketika masih suka menuruti permintaan view cam, terjadi komentar-komentar yang seharusnya hanya boleh dilakukan oleh sosok yang memang telah disyahkan untuk mengomentari tubuh kita. Yang telah dibenarkan menatap wajah kita. Dengan demikian, satu kesimpulan di sana. Memview cam wanita yang bukan mahromnya menyebabkan timbulnya fitnah. Menyebabkan maksiat mata. Bahkan menimbulkan PIKTOR! Bag
i laki-laki (tidak semua, MUNGKIN).

Tentu saya tidak bisa menyalahkan yang berkomentar, karena kunci dari semua itu ada pada wanitanya. Jika kita (wanita) tidak mau menimbulkan fitnah seperti yang saya sebutkan diatas, tentu kita tidak akan membiarkan cam kita diview oleh ikhwan yang tidak halal bagi kita.

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. [QS: An-Nur: 30]

INTInya, Man Teman, jika saya tidak memberikan permintaan antum untuk memview cam saya, itu bukan karena saya sombong atau keterlaluan. Tapi, itu demi kabaikan bersama. Itu tandanya, saya menyayangi antum. Walau sebenarnya saya bukan tidak membuka cam lagi, kadang saya masih melakukannya, tapi hanya untuk teman wanita saya (tidak sembarang teman juga sih), dan juga keluarga.

Rabo, 15 Juli 2009

Iklan

Responses

  1. Wah gak usahlah pake cam kalau chatting. apalagi wanita yg makenya. aduu…h gak ngerti deh.makasih mbak sharingnya.

  2. friewan said: Wah gak usahlah pake cam kalau chatting. apalagi wanita yg makenya. aduu…h gak ngerti deh.makasih mbak sharingnya.

    Betul Akhy Friewan, ada baiknya kita, khususnya wanita, tidak menggunakan cam jika chat.sama” Akhy Frie. Semoga bermanfaat.

  3. klo menurut aq sih itu tergantung dr keperluannya,tidak berfikiran yg negatif aja tentang cam,klo hanya salah satu pk cam mending gak usah tp klo sama2 pk cam dan tdk sembarang org yg di kasih,semua itu tergantung dr persetujuan yg bersangkutan.

  4. cupluk0025 said: klo menurut aq sih itu tergantung dr keperluannya,tidak berfikiran yg negatif aja tentang cam,klo hanya salah satu pk cam mending gak usah tp klo sama2 pk cam dan tdk sembarang org yg di kasih,semua itu tergantung dr persetujuan yg bersangkutan.

    Hmmmmm, begitukah? Ah… kita memang beza. Dalam hal ini Qq juga tidak sependapat dengan Mas Eko.

  5. ya jelas beda dunk..klo sama gak rame ah..:) semua itu tergantung pada masing2 org,klo qq kuh itu terserah qq kuh,mana yg lebih baik qq kuh pasti mengetahuinya,semua itu ada baik dan buruknya.

  6. jangankan sama akhwat, sama ikhwan aja saya males pake cam.. 🙂

  7. cupluk0025 said: ya jelas beda dunk..klo sama gak rame ah..:) semua itu tergantung pada masing2 org,klo qq kuh itu terserah qq kuh,mana yg lebih baik qq kuh pasti mengetahuinya,semua itu ada baik dan buruknya.

    Hmmmm, ok, berarti Mas Eko dah mengertikan sekarang, mengapa Qq tidak suka pake cam? 🙂

  8. muqorrobin said: jangankan sama akhwat, sama ikhwan aja saya males pake cam.. 🙂

    Hmmmmm, lain dari pada yang lain. Biasanya ikhwan malez kalau sama ikhwan, tapi kalau sama akhwat. Gak papa lah, gitu 😀

  9. janganlah kita mengikuti nafsu sesaat yang akan membawa kita pada yang halal sebelum saatnya. karena itu akan menentukan seperti apa pasangan yang akan kita dapatkan kelak… inaalloha bidzikrillah…

  10. fmcute said: janganlah kita mengikuti nafsu sesaat yang akan membawa kita pada yang halal sebelum saatnya. karena itu akan menentukan seperti apa pasangan yang akan kita dapatkan kelak… inaalloha bidzikrillah…

    Subhanallah, terimakasih banyak Akhy/Ukhty FM Cute. Semoga kita diberi kemampuan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk melakukan itu 🙂

  11. ana ukhti, Insya Alloh, saling mendo’akan, ok!!^^

  12. fmcute said: ana ukhti, Insya Alloh, saling mendo’akan, ok!!^^

    Oh…, Ukhty Anti, ya? Anti tu namanya atau apa ya (maaf). :DYupz, saling mendoakan. Syukron katsiira yaa Ukhty.

  13. hebat2, aku sangat bersyukur masih ada gadis sepertimu….

  14. muqorrobin said: jangankan sama akhwat, sama ikhwan aja saya males pake cam.. 🙂

    la tidak malas mo gmn..?kameranya juga gak ada hehehe..(www.canda.mod.on)

  15. pandawalima1 said: hebat2, aku sangat bersyukur masih ada gadis sepertimu….

    Akhy Pandawa terlalu berlebihan ana rasa. Ana hanya berusaha untuk berhati-hati saja. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala sentiasa membantu kita untuk meluruskan langkah.

  16. setuju, gak begitu penting yg namanya cam digunakan saat chat. terlebih chat ma ikhwan. klo kita melulu hanya ingin mengetahui fisiknya sama aja kita mencari sisi luarnya dia. padahal fisik blm tentu sama dgn dalemnya 🙂

  17. Hm..Bu qq..Suami bu Qq apa g cemburu kalo chat pake cam sama cwk lain?

  18. cahayadisini said: setuju, gak begitu penting yg namanya cam digunakan saat chat. terlebih chat ma ikhwan. klo kita melulu hanya ingin mengetahui fisiknya sama aja kita mencari sisi luarnya dia. padahal fisik blm tentu sama dgn dalemnya 🙂

    YUpz. Bener sekali Ukhty. Kadang ana merasa ingin meng ignore orang yang tetap minta cam meskipun sudah ditolak berkali-kali. Tapi kadang mikir, jika ana melakukan ignoren, alangkah jahatnya diri ini. Tapi banyak yang belum mengerti juga.

  19. hokage5056 said: Hm..Bu qq..Suami bu Qq apa g cemburu kalo chat pake cam sama cwk lain?

    Loh, Bu Qq kan nggak pake cam lagi, Nanda? Bu Qq selalu menolak permintaan cam. Kecuali dgn teman akhwat dan keluarga sahaja (inipun jika tidak sdg malez).

  20. saya setuju.tfs ukhty

  21. perempuantangguh said: saya setuju.tfs ukhty

    Terimakasih banyak Ukhty. Waiyyakum.

  22. Saya setuju ama mbak Ida 🙂

  23. anazkia said: Saya setuju ama mbak Ida 🙂

    Makacih makacih. Demi kebaikan kita juga tentunya.^_^

  24. saya jarang banget pake Cam, eee…berbincnag yg penting nyambung ada cam tp ngbrolnya berantakan juga sama saja

  25. massol507 said: saya jarang banget pake Cam, eee…berbincnag yg penting nyambung ada cam tp ngbrolnya berantakan juga sama saja

    Tuhkan? Bukankah yang terpenting diskusi kita nyambung. Jadi ngapain ya nanya cam segala. Hikz…

  26. qqcakep said: Tuhkan? Bukankah yang terpenting diskusi kita nyambung. Jadi ngapain ya nanya cam segala. Hikz…

    Kalo perbincangan di dunia maya asyik lom tentu juga loh pas ketemu asyik juga, hehega harus pake cam lah intine

  27. massol507 said: Kalo perbincangan di dunia maya asyik lom tentu juga loh pas ketemu asyik juga,

    Hehe…, ngalamin juga ya? Qq merasa kena nih. Qq kalau di YM crewet banget dan banyak bicara. Tapi begitu ketemu, seringnya kehilangan bahan. Dan jadi pendiam deh 😀

  28. qqcakep said: Hehe…, ngalamin juga ya? Qq merasa kena nih. Qq kalau di YM crewet banget dan banyak bicara. Tapi begitu ketemu, seringnya kehilangan bahan. Dan jadi pendiam deh 😀

    hehe tp kalo pas ketemu yg klop rame juga kan?

  29. massol507 said: hehe tp kalo pas ketemu yg klop rame juga kan?

    Bisa jadi. tapi selama ini Qq jika bertemu dgn teman yang sebelumnya belum pernah jumpa tetep jadi pendiam. Walaupun kalau di YM atau di MP obrolan nyambung. Hikz…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Seni Hidup

=Ketidaksempurnaan Itu Cantik=

My Blog

My WordPress Blog

evRina shinOda

CORETAN LAIN BLOG EVRINA

Aksara Nomaden

Merindukan itu nyata. Mengulang kenangan hanya utopia.

TERANG DIARY

catatan sehari-hari terang

Right-Magic!

Merekah kedalaman dalam pikir

FOTOCOPY PERCETAKAN PRINTING MURAH JAKARTA

Percetakan | Fotocopy | Penjilidan | Printing | Desain | Finising| ATK Dll

PERCETAKAN JAKARTA PUTRA MANDIRI

Percetakan, Foto Copy, Penjilidan, Pengetikan, Design Grafhis, Print dan Komputer

Cha Fitoria

Let's Love...

Catatan Kenangan

Serba-serbi jejak yang tertulis

Impossible

Selamat Datang , dan Terimakasih Telah Berkunjung

Bacotan Madi Amplang

karena kamu baca artikel ini,akan aku jadikan kamu istriku

Sandry Boy Sandy

Berpikir Kritis, Menggali Kreatifitas, Tidak Pernah Mengeluh Dan Tetap Semangat, Serta Tetap Tersenyum Meski Tersenyum Dalam Kesedihan

Math on Journey

PMRI Blog: mathematics is all around us

CERITA PRIBUMI

DARI SATU TEMPAT KE TEMPAT LAIN KITA BERCERITA DAN BERKARYA UNTUK INDONESIA

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

Perjalanan Menuju-Nya

kugesa ridha-Mu dengan asa yang tak berujung

Cerita Assa

L'amour Va Trouver Sa Place à S'ancrer Par Lui Même

AMEL OH AMEL

“One day your life will flash before your eyes. Make sure its worth watching.”

%d blogger menyukai ini: