Oleh: Ida Raihan | 30 Oktober 2009

Untuk Hamba Allah Yang Berlabel Ustadz (sedang marah banget pada Ustadz)

Seorang sahabat bercerita, bahwa ia punyai kenalan seorang Ustadz, yang dengan Pe De-nya berani melototin photo-photonya sebelum akhwat tersebut berjilbab. Dan tanpa sungkan sedikitpun, Ustadz juga berani mengomentari dengan seronok bagian tubuhnya. Innalillahiwainnailahiwainnailaihiroji’uun…, MUSIBAH!

“Setiap ditanya mengenai soalan agama, dia hanya menjawab dengan mengirimkan hadits atau petikan ayat. Setiap orang ngucap terimakasih, dia jawab, terimakasihlah pada Allah. Ditanya apakah bisa menemui pada hari yang ditentukan, jawabnya tanyalah sama Allah.” begitu salah seorang sahabat mencurahkan unek-uneknya mengenai Ustadznya (sebut ini Ukhty A).”

“Aku ingin memperbaiki akhlak dan akidahku. Aku butuh bimbingan. Dan aku menemukan seorang Ustadz yang tepat untuk kutanyai tentang Islam. Ustadz ini enak diajak diskusi, pinter, Wawasannya tentang Islam cukup luas. Berbobot semua omongannya. Tapi, lama-lama aku merasa ada sesuatu yang berjalan salah antara aku dan dia. Aku merasa, dia punya perasaan lebih padaku. Aku bisa menilai dari cara dia memanggilku. Dia bilang suka, lalu sayang, akhirnya cinta. Jujur, sebenarnya aku merasa tersanjung. Tapi aku jadi kurang suka dengan situasi ini.

Hari berselang, seorang teman bercerita, dia punya kenalan seorang pria yang genit, suka mengiriminya email menggunakan bahasa asing, suka mengirim animasi berupa bunga mawar. Dan lain-lain. Pas aku tanya namanya, aku kaget banget Ukhty, ternyata oh ternyata, yang suka mengganggu temanku adalah, Ustadz yang sering diskusi dengan aku! (sebut ini Ukhty B).”

Baik Ukhty A maupun Ukhty B keduanya punyai masalah yang berbeda meskipun persoalannya masih sama. Seputar Ustadz.

Ukhty A menghadapi seorang Ustadz yang bersikap dingin dan pelit bicara. Kadang ini memang membuat jengkel dan membuat kita merasa sama sekali tidak dihargai.

Ustadz, jika kami, para akhwat bertanya, itu karena kami membutuhkan kejelasan yang perlu dijelaskan. Bukan untuk mengurai sendiri sebuah hadits atau ayat. Jika kami mampu melakukan itu, tentu kami akan melakukannya sendiri tanpa perlu bantuan antum (para Ustadz)!

Apa salahnya sih sekedar memberi sedikit penjelasan yang singkat dan padat? Menjaga izzah? Baik, itu bagus. Lantas, apakah haram bagi antum menjelaskan kepada akhwat yang benar-benar sedang butuh?

Seketika saya teringat pada salah satu kenalan, yang juga seorang Ustadz. Yang bekerja di tempat perhajian. Entah bagian apa, yang saya tahu hanya mengurus keperluan orang yang mau berangkat haji. Itu saja.

Sikap beliau dingin. Menghadapi beliau, saya juga sering mendapat perlakuan yang serupa dengan Ukhty A. Walau tidak sama persis. Bahkan kadang saya hanya dijawab dengan ucapan “Saya sibuk.” Dan tanpa ada kelanjutan. Padahal saya sangat membutuhkan jawabannya saat itu juga. “Sabar Ida, beliau memang sedang sibuk. Tunggu Ustadz selanjutnya.” Begitu saya selalu berusaha menghibur diri.

Tapi sejujurnya, menghadapi orang sedingin beliau, saya justru suka. Saya berharap bisa bertemu lebih banyak lagi orang seperti ini. Karena apa, saya merasa di sana akan ada banyak tantangan. Diantaranya melatih kesabaran.

Akhirnya, beliaupun memiliki nilai tinggi dimata saya. Saya tahu, bukan saya yang seharusnya menilai. Bahkan beliaupun tidak membutuhkan penilan dari saya. Tapi karena saya beranggapan, bahwa beliau hanya menjalankan perintah agama, untuk menjaga jarak antara dirinya dengan akhwat yang bukan mahramnya. Sekali lagi, itu bagus tentu saja. Dan saya tetap menempatkan beliau diantara orang-orang yang layak dihormati. Meskipun pelit bicara!

Tetapi perubahan meman
g akan selalu ada. Lebih kurang dua bulan yang lalu, saya sempat dibuat shock ketika salah seorang sahabat yang lain (sebutlah Ukhty C), mengatakan bahwa beliau (Ustadz kenalan saya ini) orangnya lucu dan menyenangkan. Sayapun bertanya-tanya, Jadi, sikap dinginnya selama ini hanya diterapkan padaku? Karena tiada sesuatu yang manarik dari dirikukah? Padahal, selama ini justru dengan sikap dinginnya itulah kesan beliau tertinggal di sini. Satu kesimpulan saya tarik dari kejadian ini (Tidak perlu saya katakan kesimpulan apa yang tercetus di sini).

Sayapun jadi curiga terhadap Ustadz, Ukhty A. Jangan-jangan beliau juga berlaku begitu hanya terhadapnya saja! Kecurigaan yang kejam memang, tapi fakta mengajari saya untuk begitu.

Ukhty B

Masalah dia lebih mengenaskan. Saya bisa membayangkan bagaimana perasaannya. Karena, jujur saya pernah mengalaminya.

Setiap wanita pasti merasakan perlakuan yang beda jika komunikasi Ustadznya semacam ini. Meskipun Ustadz memperlakukan sama pada setiap wanita. Tapi hati tiap wanita bisa punyai tanggapan lain. Karena Ustadz memakai model komunikasi yang mengundang persepsi. Memberikan panggilan mesra kepada akhwat yang ia condong kepadanya. Dan mengabaikan akhwat lain yang tidak menarik perhatiannya. Dengan alasan sibuk!

Inikah model dakwah yang dikehendaki Allah? Tidak adakah jalan lain yang tanpa mengundang persepsi yang salah?

Saya sangat kecewa dengan kenyataan ini. Hingga membuat saya kembali bertanya-tanya, apakah Ustadz yang kini berada di sekitarku juga berbuat begitu?

Ustadz, antum adalah mahluk yang mulia meskipun tidak sesempurna Rasulullah. Kami tidak akan menyebut antum dengan panggilan mulia ini jika antum tidak mengajarkan banyak hal yang bermanfaat dalam hidup kami.

Kami tidak akan menyebut antum dengan panggilan tersebut, jika kami belum tahu bagaimana orang juga menganggap antum. Kami tidak akan memanggil antum dengan sebutan Ustadz jika antum tidak memiliki apa yang tidak kami miliki.

Kami tahu tugas antum berat. Dituntut untuk tampil menjadi pribadi yang sempurna di mata masyarakat. Tapi antum tentu tidak lupa, bahwa antum ada karena dipilih oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kami tahu antum punyai tugas yang berat, karena itu Allah melebihkan derajat antum dibanding kebanyakan dari kami semua. Kami tahu terlalu berat bagi antum menjadi tempat curhat para akwat, sementara antum dituntut untuk menjaga syahwat.

Tapi Ustadz, jangan sampai kepercayaan ummat terhadap antum, terhadap sahabat-sahabat seperjuangan antum, ternodai karena ulah antum itu.

Tolong, jangan lakukan ini pada kami… Karena antum juga tahu, semua orang sepakat, bahwa perasaan wanita sangatlah sensitive.

Lagi, bayangkanlah, bagaimana jika ada seorang mualaf atau newbie ingin belajar agama Islam tapi langsung berhadapan dengan Ustadz yang kelakuannya genit semacam ini? Kalau dia sudah mendengar hitam-putihnya, mungkin dia bisa berfikir lebih terbuka. Lha kalau yang belum tahu apa-apa? Bisa-bisa dia akan membatalkan niatnya hanya gara-gara malas ketemu dan mendengarkann Ustadz yang kelakuannya genit ini? Bisa-bisa dia berfikir, ‘Ah…, ternyata Islam memang tidak bersih.’

Ustadz, antum adalah panutan. Tauladan. Orang yang mengerti batasan-batasan hukum dalam bergaul dengan non mahrom. Orang yang mengerti bagaimana seharusnya menjaga hati, menjaga pandangan. Orang yang kami percaya kelurusan akidahnya. Orang yang kami hormati dan hargai. Tolong, jangan murahkan nilai antum, karena keberadaan antum bagi kami tinggi martabat dan kedudukannya…

Dunia ini sangat sempit, jangan mengira apa yang kita lakukan tidak akan diketahui orang lain.

Kerang sangat rapat menyimpan mutiara di dalam cangkangnya, tetapi orang tetap menemukannya. Sementara orang menyimpan mayat, baunya tercium juga. Ingat itu…

Kepada Ustadz-ku, saya percaya sepenuhnya kepada antum, saya yakin antum adalah salah satu hamba pilihan-Nya. Maka itu, saya berharap, antum tidak akan pernah mempermainkan perasaan wanita. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa melindungi antum dan keluarga, hingga kelak sampai di firdaus-Nya.

Ana uhibbukum fillah yaa ikhwah fillah…

Tulisan ini dibuat bukan untuk menyudutkan salah seorang. Bukan pula berniat membuka aib. Ini hanya merupakan unek-unek seorang Ida. Dan sebagai bentuk rasa sayang Ida pada antum semua. Yang berharap, agar tidak sampai ada Ustadz yang mendapat julukan buruk, GENIT atau lebih parahnya GANJEN! (mengitup istilah salah seorang Ukhty yang pernah curhat kepada ana).

Dan saya menulis ini bukan hanya berlandaskan cerita atau curhat semata. Tapi saya pernah mengalami perlakuan yang serupa.

Ida Raihan

Kamis, 29 Oktober 2009

Iklan

Responses

  1. sebenarnya saya juga mau nulis bahwa akhir2 ini islam hanya dijadikan simbol / slogan dan seringkali tidak didasari dengan pengakuan yang tulus dan ikhlas serta kurangnya aplikasi terhadap tingkah lakunya, sabar ya saudariku

  2. elysiarizqy said: sebenarnya saya juga mau nulis bahwa akhir2 ini islam hanya dijadikan simbol / slogan dan seringkali tidak didasari dengan pengakuan yang tulus dan ikhlas serta kurangnya aplikasi terhadap tingkah lakunya, sabar ya saudariku

    Ana tunggu tulisan antum Akhy. Jujur, ana agak geram ketika menulis ini. SAmbil menangis ketika mempostnya. Hikz…

  3. qqcakep said: Ana tunggu tulisan antum Akhy. Jujur, ana agak geram ketika menulis ini. SAmbil menangis ketika mempostnya. Hikz…

    masih dalam otak tp kelihatanya bakal gagal di tulis, bikin geram, tp ya insya Allah nanti kalau pas moodudah dong jangan nangis, sekarang harus lebih hati2, kita tidak bisa melihat dari luar (bertajuk agama) karena banyak yang tidak mengamalkanya

  4. elysiarizqy said: masih dalam otak tp kelihatanya bakal gagal di tulis, bikin geram, tp ya insya Allah nanti kalau pas moodudah dong jangan nangis, sekarang harus lebih hati2, kita tidak bisa melihat dari luar (bertajuk agama) karena banyak yang tidak mengamalkanya

    Jangan biarkan kelamaan mengendap diotak AKhy. Bisa bikin penyakit tu. Hayo… semangat nulis…., ana tunggu beneran nie. Ntr kabari kalau dah jadi ya? Yuzp. insya Allah, skrg akan lbh berhati”. Terimakasih banyak, Kang Marno 🙂

  5. qqcakep said: Jangan biarkan kelamaan mengendap diotak AKhy. Bisa bikin penyakit tu. Hayo… semangat nulis…., ana tunggu beneran nie. Ntr kabari kalau dah jadi ya? Yuzp. insya Allah, skrg akan lbh berhati”. Terimakasih banyak, Kang Marno 🙂

    okelah tp ga janji ya, sama2 saling mengingatkan dalam kebaikan, isnya Allah

  6. Iih bu qq..,masa qt aja nangis..?Mungkin karena perasaan yg sensitif itu y?he2..Biasa aja bu..,tenang… : )Hmm…Ustadz abal-abal itu bu..masa ust.ganjen kyk gt..Btw..,koq g nanya sama ustadzah saja bu qq?ana InsyaAllah punya contactnya kalo bu qq mau..

  7. hanya bisa memberi saran, Sabar ya mbak….apa tidak ada ustadzah lain nya mbak yang bisa ditanyai?

  8. Sabar mbak. Mg dia cpt disadarkan oleh-Nya

  9. turut prihatin ya mbak, kadang kesabaran itu kadang memang pahit tapi pasti indah buahnya ^^tetap semangat ya

  10. turut berlindung dari ustadz2 su’u (buruk)

  11. sabar yah qq, qt brdoa sj biar trhindar dr kjahatan dunia n makhluknya….dan klo bisa jauhin saja dan cari org lain yg bisa mmbantu prmasalahanmu dlm hal agama, coba cari yg wanita saja ya 🙂

  12. Kalo boleh saran, tanya aja langsung ke ustadz nya…Bener gak dia tuh genit, tentunya dngan cara yg lebih baik dan sopan, misalnya : ukhti A langsung bertanya kenapa ustadz itu bisa memanggil dirinya sayank ato cinta ato lainnya, apa penyebabnya?? Kalo gak di konfirmasi langsung tuh ustadz bakal gak tau kalo sifatnya kurang berkenan…

  13. sekarang banyak orang yang mengaku ustad tapi gak sesuai dengan syariatpenampilan sering kali langsung memberi label ustad padahal preman dan salah satu tanda2 kiamat, kelak banyak preman yang berkedok ustad merusak dan menyesatkan ummatyang lebih mengiris hati sekarang ada juga yang bergelar ustad cinta di salah satu acara tv swasta ( duh gak banget dech ) sangat sangat sangat menyedihkan mari perdalami islam kembali lagi ke alquran dan assunnah smoga allah melindungi dan memberikan kita keselamatan dunia akhirat

  14. hokage5056 said: Iih bu qq..,masa qt aja nangis..?Mungkin karena perasaan yg sensitif itu y?he2..Biasa aja bu..,tenang… : )Hmm…Ustadz abal-abal itu bu..masa ust.ganjen kyk gt..Btw..,koq g nanya sama ustadzah saja bu qq?ana InsyaAllah punya contactnya kalo bu qq mau..

    Sangking geregetannya Nanda. Ana udh percaya 100% jew. Ternyata oh ternyata… Hikz..Bu Qq mau dunk tuh nomor telponnya Ustadzah, Nanda. Terima kasih banyak ya?

  15. elysiarizqy said: okelah tp ga janji ya, sama2 saling mengingatkan dalam kebaikan, isnya Allah

    Yupz. Gak janji tapi diniati loh pokoknya. Demi kebaikan… 🙂

  16. miftamifta said: hanya bisa memberi saran, Sabar ya mbak….apa tidak ada ustadzah lain nya mbak yang bisa ditanyai?

    Insya Allah, tidak semua Ustadz begitu kok. Jika Ustadz yg ini begini, insya Allah, yang lain masih lurus. 🙂

  17. fivefebruary said: Sabar mbak. Mg dia cpt disadarkan oleh-Nya

    Amiin yaa Allah. Ini yang Qq harapkan dari tulisan ini AKhy. Semoga.

  18. anggraeni81 said: turut prihatin ya mbak, kadang kesabaran itu kadang memang pahit tapi pasti indah buahnya ^^tetap semangat ya

    Insya Allah, Ukhty. Terimakasih banyak ya? Mohon doanya…

  19. muqorrobin said: turut berlindung dari ustadz2 su’u (buruk)

    Amiin yaa Allah. Jangan khianati kepercayaan kami ya Ustadz Syaikhul.Yaa Allah, jagalah beliau dan keluarganya selalu. Agar sentiasa berada dalam jalan-Mu yang lurus…

  20. ukhtisan said: sabar yah qq, qt brdoa sj biar trhindar dr kjahatan dunia n makhluknya….dan klo bisa jauhin saja dan cari org lain yg bisa mmbantu prmasalahanmu dlm hal agama, coba cari yg wanita saja ya 🙂

    Insya Allah, Ukhty San. Masih diusahakan. Mohon doanya ya? Syukron katsiira.

  21. islamichiphop said: Kalo boleh saran, tanya aja langsung ke ustadz nya…Bener gak dia tuh genit, tentunya dngan cara yg lebih baik dan sopan, misalnya : ukhti A langsung bertanya kenapa ustadz itu bisa memanggil dirinya sayank ato cinta ato lainnya, apa penyebabnya?? Kalo gak di konfirmasi langsung tuh ustadz bakal gak tau kalo sifatnya kurang berkenan…

    Hikz… ya gak mungkin ngakulah AKhy. Yang bisa menilai genitkan kita” juga. Tapi semoga tulisan ini mampu menyadarkan beliau.

  22. cahayaimani said: sekarang banyak orang yang mengaku ustad tapi gak sesuai dengan syariatpenampilan sering kali langsung memberi label ustad padahal preman dan salah satu tanda2 kiamat, kelak banyak preman yang berkedok ustad merusak dan menyesatkan ummatyang lebih mengiris hati sekarang ada juga yang bergelar ustad cinta di salah satu acara tv swasta ( duh gak banget dech ) sangat sangat sangat menyedihkan mari perdalami islam kembali lagi ke alquran dan assunnah smoga allah melindungi dan memberikan kita keselamatan dunia akhirat

    Ukhty benar. Kita memang benar” harus lebih hati”. Terimakaish banyak ya UkhtyCahaya. Amiin yaa Allah.

  23. Assalamu’alaikum Qq…….. Apa Kabar?? Menyampekan unek2, tapi kita banyak mengambil pelajarn dari tulisan ini. Hem….. Mudah2an gak ada lagi ustadz2 yang seperti ini yah!

  24. Amiiin…Baiklah, sabar ya ukhti … Kalo soal ustadz cinta ana jg kagak setuju, tp Alhamdulillah kayaknya tuh ustadz dah gak nongol lg di tv, semoga Allah memberikan hidayahNya dan petunjuk kepada kita…Sudah saat nya kita lbh kritis dalam setiap langkah pengkajian jika tak sesuai syariah …

  25. rosyagus said: Assalamu’alaikum Qq…….. Apa Kabar?? Menyampekan unek2, tapi kita banyak mengambil pelajarn dari tulisan ini. Hem….. Mudah2an gak ada lagi ustadz2 yang seperti ini yah!

    Wa’alaikumsalamwarohmatullahiwabarokaatuhu, Alhamdulillah baik sekali Jeng Rosy. Terimakasih bnayak ya? Kabar dikau dan keluarga gimana?Semoga brmanfaat. Amiin yaa Allah. Masih siaran di TFOR Jeng?

  26. islamichiphop said: Amiiin…Baiklah, sabar ya ukhti … Kalo soal ustadz cinta ana jg kagak setuju, tp Alhamdulillah kayaknya tuh ustadz dah gak nongol lg di tv, semoga Allah memberikan hidayahNya dan petunjuk kepada kita…Sudah saat nya kita lbh kritis dalam setiap langkah pengkajian jika tak sesuai syariah …

    Insya Allah, Akhy. Eh tapi sebenarnya yang dimaksud Ustadz Cinta itu, kerana tema yang dibawa beliau yang berhubungan dengan cinta, gitukan? Jadi apa yg salah dengan julukan itu ya? Toh bukan berarti beliau mengumbar cintakan?

  27. Sekedar info: coba bedakan deh sifat dan akhlak antara ustadz ikhwan/nu/muhammadiyah dll dgn ustadz salafy,mau tahu bedanya ikut ngaji dulu deh ke pengajian salafy ^_^ . Ada juga tambahan untuk para murobbi (tarbiyah) yg senang sekali memaksakan kehendak dalam perjodohan,orang yg ga dicintapun dipaksa nikah juga,ane bnyk dapet laporan dari akhwat/ikhwan yg tertekan dalam pernikahan akibat perjodohan tsb akibatnya bnyk Kasus KDRT hingga perceraikan yg kenyataan ini bnyk ditutupi.

  28. Saya belum pernah menemukan kasus adanya ustadz ganjen dikomunitas salafy (udah 5 tahun ngaji di salafy),bicara/konsul ustadz dgn akhwat/umahat hrs lwt tabir,akhwat sangat disarankan pake cadar,melihat wanita tundukkan pandangan, ga ada bicara/smsan intim antara ustadz dgn akhwat. Jika ustadznya udah nikah harus lwt istrinya jika ada akhwat yg ingin konsultasi. Jika ada ustadz bujangan mau nikah ga perlu sibuk cari2 akhwat ampe ngerayu/bicara genit,tapi cukup bicara dgn ortunya gadis,tukar biodata,liat wajah/bagian tubuh lain yg dibolehkan lalu kalo sreg nikah dech

  29. Tambahan lagi,kebanyakan ustadznya poligami jadi ga kepikiran mau genit2an ama akhwat soalnya udah sangat cukup dgn istri2 yg ada (kalo memang diperlukan trgntung sikon tambah lagi gapapa ampe 4) (^_^) .

  30. perdanaakhmad said: Tambahan lagi,kebanyakan ustadznya poligami jadi ga kepikiran mau genit2an ama akhwat soalnya udah sangat cukup dgn istri2 yg ada (kalo memang diperlukan trgntung sikon tambah lagi gapapa ampe 4) (^_^) .

    Justru tu Ustadz sedang caru untuk yang kedua. Hanya caranya yang salah kali ya? Soalnya Ustadz ana yang sekarang juga gak seperti itu kok.

  31. beberapa ustadz ada yg membuka konsultasi online via web, mungkin itu bisa jadi salah satu solusi ttg permasalahan agama… 🙂

  32. Yg salah bagi ane, tuh ustadz cinta sudah tak sepantasnya mencampuradukkan syariah dngan dunia, cinta karna Alloh, apa begitu caranya?? Tuh acara telah dipenuhi hal2 yg berbau maksiat, menebarkan aurat, apakah begitu model ta’aruf yg diajarkan dalam islam, dalam acara tsb jg bnyak orang2 non muslim, jd mereka merasa bangga dngan adanya ustadz berarti islam jg mengajarkan seperti itu kemaksiatan dunia dngn label cinta

  33. yaufaniadam said: beberapa ustadz ada yg membuka konsultasi online via web, mungkin itu bisa jadi salah satu solusi ttg permasalahan agama… 🙂

    Terimakasih banyak infonya AKhy Adam. Kadang kita merasa dengan Ustadz yang sudah kite kenal, akan terasa lebih nyaman untuk bertanya.

  34. islamichiphop said: Yg salah bagi ane, tuh ustadz cinta sudah tak sepantasnya mencampuradukkan syariah dngan dunia, cinta karna Alloh, apa begitu caranya?? Tuh acara telah dipenuhi hal2 yg berbau maksiat, menebarkan aurat, apakah begitu model ta’aruf yg diajarkan dalam islam, dalam acara tsb jg bnyak orang2 non muslim, jd mereka merasa bangga dngan adanya ustadz berarti islam jg mengajarkan seperti itu kemaksiatan dunia dngn label cinta

    Oya? Acaranya dimana tu? Jam berapa? jadi penasaran nie. Maklumlah Qq sudah lama tidak mengikuti perkembangan pertivian. Hikz…

  35. Bagus, jngan dikembangkan lg yah, acaranya gak perlu disebutkan lg biar gak berkembang hehe ntar jg ukhti tau kok ^_^

  36. islamichiphop said: Bagus, jngan dikembangkan lg yah, acaranya gak perlu disebutkan lg biar gak berkembang hehe ntar jg ukhti tau kok ^_^

    Wedew… bagi tahu la. Biar ana ngidupin tivi pas acara itu. Biar ngeliat gitu…

  37. qqcakep said: Terimakasih banyak infonya AKhy Adam. Kadang kita merasa dengan Ustadz yang sudah kite kenal, akan terasa lebih nyaman untuk bertanya.

    yup betul jg, tp g ada salahnay jg dicoba berkonsultasi sm ustadz yg lain.. bisa sebagai second opinion atau bisa jg penambah wawasan…tiap ustadz kan beda2 tingkat keilmuannya 🙂

  38. yaufaniadam said: yup betul jg, tp g ada salahnay jg dicoba berkonsultasi sm ustadz yg lain.. bisa sebagai second opinion atau bisa jg penambah wawasan…tiap ustadz kan beda2 tingkat keilmuannya 🙂

    Yupz! Betul betul betul, insya Allah, ana juga melakukan itu. Jika ada soalan ana tanya pada beberapa Ustadz. Boleh ana tahu Ustadz yang Akhy maksud?

  39. hmm……islam berarti damai dan orang2 yang belum memberi kedamaian pada sekitarnya apakah disebut islam?

  40. gambarpacul said: hmm……islam berarti damai dan orang2 yang belum memberi kedamaian pada sekitarnya apakah disebut islam?

    Hmmmm… ntahlah, masih belum faham juga Qq. La menurut Kang Gambar sih kepriwe?

  41. qqcakep said: Yupz! Betul betul betul, insya Allah, ana juga melakukan itu. Jika ada soalan ana tanya pada beberapa Ustadz. Boleh ana tahu Ustadz yang Akhy maksud?

    coba ke http://www.ustadzaris.com atau ke http://www.ustadzkholid.comatau ke http://muslim.or.id/dari-redaksi/semarak-dakwah-di-dunia-maya.htmlsemoga bermanfaat

  42. ass. sebenarnya, yang ukhti lakukan juga kurang tepat.Coba ikuti saran ukhtisan. Ukhti bertanya(bertemu) padanya itu hampir ihtilat. kalau bertenya pada ustad lebih baik di forum majelis ilmu. Ukhti dan ustad akan terhindar dari fitnah setan. Kalau sudah begini ukhti hampir gibah(karena jadi bahan cakap banyak pihak).perhatikan betul detail-detail yang ditetapkan syariat. ana pernah berkunjung ke web seorang wanita(tentunya lihat fotonya, krn alamatnya). kemudian ana nasehati, tapi ana diCELA.habis itu ana kapok(gak lagi ke wanita yg seperti itu, banyak mafsadatnya).skrang lebih baik ari ilmu, dan iktiar dengan amal sholeh.

  43. Semoga tidak semua ustadz sEPerti dalam kasus dalam cerita ini. ISLAM LEBIH BAIK TANPA USTADZ YANG PUNYA BANYAK ILMU TAPI NOL REALISASINYA

  44. yaufaniadam said: coba ke http://www.ustadzaris.com atau ke http://www.ustadzkholid.comatau ke http://muslim.or.id/dari-redaksi/semarak-dakwah-di-dunia-maya.htmlsemoga bermanfaat

    Jazakallah khair yaa Akhy Adam.>:D<!–

  45. alifara said: ass. sebenarnya, yang ukhti lakukan juga kurang tepat.Coba ikuti saran ukhtisan. Ukhti bertanya(bertemu) padanya itu hampir ihtilat. kalau bertenya pada ustad lebih baik di forum majelis ilmu. Ukhti dan ustad akan terhindar dari fitnah setan. Kalau sudah begini ukhti hampir gibah(karena jadi bahan cakap banyak pihak).perhatikan betul detail-detail yang ditetapkan syariat. ana pernah berkunjung ke web seorang wanita(tentunya lihat fotonya, krn alamatnya). kemudian ana nasehati, tapi ana diCELA.habis itu ana kapok(gak lagi ke wanita yg seperti itu, banyak mafsadatnya).skrang lebih baik ari ilmu, dan iktiar dengan amal sholeh.

    Ana tidak menyebut salah seorang diantara mereka. Dengan tulisan ini, ana bermaksud menegur secara pelan. Kerana memang ini yang mampu ana lakukan. Tidak ada niatan berkhibah sama sekali Akhy Ali. Maaf jika kurang berkenan…Uhibbukumfillah…

  46. yadin06 said: Semoga tidak semua ustadz sEPerti dalam kasus dalam cerita ini.

    Amiin yaa Allah…

  47. ana yg maaf ke ukhti. krn ikut nimbrung. apalagi ana jg bukan ustad. afwan.wssalam

  48. alifara said: ana yg maaf ke ukhti. krn ikut nimbrung. apalagi ana jg bukan ustad. afwan.wssalam

    Dalam hal ini, Akhy Ali tidak salah tentu. Ana senang AKhy berkenan nimbrung di sini. Semoga ini menjadikan ukhuwah antara kita berkekalan hingga kelak di firdaus-Nya.:)

  49. qqcakep said: agar tidak sampai ada Ustadz yang mendapat julukan buruk, GENIT atau lebih parahnya GANJEN!

    Kalau ngga salah, ngga ada ktentuan/praturan baku yang atur seseorang dapat/boleh tidaknya disebut “ustadz” di negerimu. Gitu kan?.Jadi, kalau asal pernah a-ajar/kothbah dikit saja bi-bisa ybs. diserbut ustadz.Ni juga jadi sebab maraknya “ustadz” cetek.

  50. mutitem said: Kalau ngga salah, ngga ada ktentuan/praturan baku yang atur seseorang dapat/boleh tidaknya disebut “ustadz” di negerimu. Gitu kan?.Jadi, kalau asal pernah a-ajar/kothbah dikit saja bi-bisa ybs. diserbut ustadz.Ni juga jadi sebab maraknya “ustadz” cetek.

    Hmmm.. entahlah, kerana arti Ustadz sendiri adalah guru. Jadi wajar jika yg pernah mengajar disebut Ustadz. Tapi bagi ana sendiri, tidak bisa semudah itu untuk memanggil seseorang dgn sebutan Ustadz. Kecuali bnr” jelas track recordnya. Setidaknya diakui oleh orang” yg bisa kita percayai…

  51. ummu qq, disela2 ana cari ma’isyah. ana sempatkan mengajar tartil, tahsin Qur’an, n tajwid dibeberapa asrama yayasan(anak2nya tu kasihan, kurang jajan. jadi sering kubelikn PISANG BERLIN. dpat banyak n mudah bagi2nya.hehe)lalu ana dipanggil ustadz. gak apalh sbagai ustadz anak2 sj. tdk lbih. tp satu hal ummu qq, ana itu orator yg luar biasa(ngajar Siroh Nabawiyyah)..hehe.dari dulu hingga kini ana slalu ditunggu murid2 ngaji ana(ustadz datang2…begitu didepan halaman) yahhh..mereka senang soalnya ana gemar kasih oleh2. n ana gak digajiii…(ini dilema non PNS). tp insyaalloh ajrun ghoyru mamnuun. ana cerita ini klo dikata riya’ . maka ana gak senang lho….syukron

  52. alifara said: ummu qq, disela2 ana cari ma’isyah. ana sempatkan mengajar tartil, tahsin Qur’an, n tajwid dibeberapa asrama yayasan(anak2nya tu kasihan, kurang jajan. jadi sering kubelikn PISANG BERLIN. dpat banyak n mudah bagi2nya.hehe)lalu ana dipanggil ustadz. gak apalh sbagai ustadz anak2 sj. tdk lbih. tp satu hal ummu qq, ana itu orator yg luar biasa(ngajar Siroh Nabawiyyah)..hehe.dari dulu hingga kini ana slalu ditunggu murid2 ngaji ana(ustadz datang2…begitu didepan halaman) yahhh..mereka senang soalnya ana gemar kasih oleh2. n ana gak digajiii…(ini dilema non PNS). tp insyaalloh ajrun ghoyru mamnuun. ana cerita ini klo dikata riya’ . maka ana gak senang lho….syukron

    Subhanallah…, senang mengetahui hal ini Akhy. Semoga Akhy Ali benar” ikhlas karena Allah Ta’ala. Dan Allah tidak akan pernah lalai dengan apa yang diperbuat hamba-Nya. Janji Allah benar adanya. Ajrun ghoyru mamnuun. :)By rail way, ma’isyah itu apa ya? Syukron.

  53. kira2 itu= penghidupan,penghasilan dgn kata lain mrncari nafkah-rezeki. n kdang ana jg mau marah kalau anak2 itu gak bisa2. namun ana bukan tipykal pemarah, akhirnya gak marah. n untuk menyiasati hal ini, ana buat kelompok2.rolling. lomba…n ada hadiahnya. lg2 ffulus…alhamdulillah masih bisa beri hadiah. n ukhti setelah bersuami bgmana? lebih tenang? sibuk ? n lain2 yg lbih manfaat? afwannn….syukron

  54. alifara said: kira2 itu= penghidupan,penghasilan dgn kata lain mrncari nafkah-rezeki. n kdang ana jg mau marah kalau anak2 itu gak bisa2. namun ana bukan tipykal pemarah, akhirnya gak marah. n untuk menyiasati hal ini, ana buat kelompok2.rolling. lomba…n ada hadiahnya. lg2 ffulus…alhamdulillah masih bisa beri hadiah. n ukhti setelah bersuami bgmana? lebih tenang? sibuk ? n lain2 yg lbih manfaat? afwannn….syukron

    Hehe.. tapi Alhamdulillah jika AKhy mampu mengkontrol amarahnya. Itu yang dituntut dari seorang guru yang mulia. Semoga ALlah Subhanahu wa Ta’ala menambahkan ilmu dan rizki Akhy Ali dan keluarga.Setelah menikah. Subhanallah, walhamdulillah, ana merasa sangat bahagia Akhy. Ya, kesibukan ana bertambah menjadi seorang istri yg harus melayani kebutuhan keluarga. Harus mempersiapkan untuk benar” bisa menjadi ibu rumah tangga yang utuh. Dan ana merasa lebih tenang skrg. Baik dalam bekerja maupun dalam beribadah. Suami ana yang memberikan semangat terus menerus,Masya Allah. Serasa makin luv beliau rasanya… 😀

  55. qqcakep said: Hmmm.. entahlah, kerana arti Ustadz sendiri adalah guru. Jadi wajar jika yg pernah mengajar disebut Ustadz. Tapi bagi ana sendiri, tidak bisa semudah itu untuk memanggil seseorang dgn sebutan Ustadz. Kecuali bnr” jelas track recordnya. Setidaknya diakui oleh orang” yg bisa kita percayai…

    Smuanya harus jlas mestinya.Di tempatku sorang pakar-musik Muslimbiasa dipanggil ustad juga tapi mreka jlas sudah capai tingkat nasional keahliannya.Salah satu ustad kami sudah dianugrahi bintang-jasatertinggi di negri ni.

  56. mutitem said: Smuanya harus jlas mestinya.Di tempatku sorang pakar-musik Muslimbiasa dipanggil ustad juga tapi mreka jlas sudah capai tingkat nasional keahliannya.Salah satu ustad kami sudah dianugrahi bintang-jasatertinggi di negri ni.

    Akhy Muti nie orang mana? Malaysiankah?

  57. qqcakep said: Seorang sahabat bercerita, bahwa ia punyai kenalan seorang Ustadz, yang dengan Pe De-nya berani melototin photo-photonya sebelum akhwat tersebut berjilbab. Dan tanpa sungkan sedikitpun, Ustadz juga berani mengomentari dengan seronok bagian tubuhnya. Innalillahiwainnailahiwainnailaihiroji’uun…, MUSIBAH! “Setiap ditanya mengenai soalan agama, dia hanya menjawab dengan mengirimkan hadits atau petikan ayat. Setiap orang ngucap terimakasih, dia jawab, terimakasihlah pada Allah. Ditanya apakah bisa menemui pada hari yang ditentukan, jawabnya tanyalah sama Allah.” begitu salah seorang sahabat mencurahkan unek-uneknya mengenai Ustadznya (sebut ini Ukhty A).” “Aku ingin memperbaiki akhlak dan akidahku. Aku butuh bimbingan. Dan aku menemukan seorang Ustadz yang tepat untuk kutanyai tentang Islam. Ustadz ini enak diajak diskusi, pinter, Wawasannya tentang Islam cukup luas. Berbobot semua omongannya. Tapi, lama-lama aku merasa ada sesuatu yang berjalan salah antara aku dan dia. Aku merasa, dia punya perasaan lebih padaku. Aku bisa menilai dari cara dia memanggilku. Dia bilang suka, lalu sayang, akhirnya cinta. Jujur, sebenarnya aku merasa tersanjung. Tapi aku jadi kurang suka dengan situasi ini. Hari berselang, seorang teman bercerita, dia punya kenalan seorang pria yang genit, suka mengiriminya email menggunakan bahasa asing, suka mengirim animasi berupa bunga mawar. Dan lain-lain. Pas aku tanya namanya, aku kaget banget Ukhty, ternyata oh ternyata, yang suka mengganggu temanku adalah, Ustadz yang sering diskusi dengan aku! (sebut ini Ukhty B).” Baik Ukhty A maupun Ukhty B keduanya punyai masalah yang berbeda meskipun persoalannya masih sama. Seputar Ustadz. Ukhty A menghadapi seorang Ustadz yang bersikap dingin dan pelit bicara. Kadang ini memang membuat jengkel dan membuat kita merasa sama sekali tidak dihargai. Ustadz, jika kami, para akhwat bertanya, itu karena kami membutuhkan kejelasan yang perlu dijelaskan. Bukan untuk mengurai sendiri sebuah hadits atau ayat. Jika kami mampu melakukan itu, tentu kami akan melakukannya sendiri tanpa perlu bantuan antum (para Ustadz)! Apa salahnya sih sekedar memberi sedikit penjelasan yang singkat dan padat? Menjaga izzah? Baik, itu bagus. Lantas, apakah haram bagi antum menjelaskan kepada akhwat yang benar-benar sedang butuh? Seketika saya teringat pada salah satu kenalan, yang juga seorang Ustadz. Yang bekerja di tempat perhajian. Entah bagian apa, yang saya tahu hanya mengurus keperluan orang yang mau berangkat haji. Itu saja. Sikap beliau dingin. Menghadapi beliau, saya juga sering mendapat perlakuan yang serupa dengan Ukhty A. Walau tidak sama persis. Bahkan kadang saya hanya dijawab dengan ucapan “Saya sibuk.” Dan tanpa ada kelanjutan. Padahal saya sangat membutuhkan jawabannya saat itu juga. “Sabar Ida, beliau memang sedang sibuk. Tunggu Ustadz selanjutnya.” Begitu saya selalu berusaha menghibur diri. Tapi sejujurnya, menghadapi orang sedingin beliau, saya justru suka. Saya berharap bisa bertemu lebih banyak lagi orang seperti ini. Karena apa, saya merasa di sana akan ada banyak tantangan. Diantaranya melatih kesabaran. Akhirnya, beliaupun memiliki nilai tinggi dimata saya. Saya tahu, bukan saya yang seharusnya menilai. Bahkan beliaupun tidak membutuhkan penilan dari saya. Tapi karena saya beranggapan, bahwa beliau hanya menjalankan perintah agama, untuk menjaga jarak antara dirinya dengan akhwat yang bukan mahramnya. Sekali lagi, itu bagus tentu saja. Dan saya tetap menempatkan beliau diantara orang-orang yang layak dihormati. Meskipun pelit bicara! Tetapi perubahan memang akan selalu ada. Lebih kurang dua bulan yang lalu, saya sempat dibuat shock ketika salah seorang sahabat yang lain (sebutlah Ukhty C), mengatakan bahwa beliau (Ustadz kenalan saya ini) orangnya lucu dan menyenangkan. Sayapun bertanya-tanya, Jadi, sikap dinginnya selama ini hanya diterapkan padaku? Karena tiada sesuatu yang manarik dari dirikukah? Padahal, selama ini justru dengan sikap dinginnya itulah kesan beliau tertinggal di sini. Satu kesimpulan saya tarik dari kejadian ini (Tidak perlu saya katakan kesimpulan apa yang tercetus di sini). Sayapun jadi curiga terhadap Ustadz, Ukhty A. Jangan-jangan beliau juga berlaku begitu hanya terhadapnya saja! Kecurigaan yang kejam memang, tapi fakta mengajari saya untuk begitu. Ukhty B Masalah dia lebih mengenaskan. Saya bisa membayangkan bagaimana perasaannya. Karena, jujur saya pernah mengalaminya. Setiap wanita pasti merasakan perlakuan yang beda jika komunikasi Ustadznya semacam ini. Meskipun Ustadz memperlakukan sama pada setiap wanita. Tapi hati tiap wanita bisa punyai tanggapan lain. Karena Ustadz memakai model komunikasi yang mengundang persepsi. Memberikan panggilan mesra kepada akhwat yang ia condong kepadanya. Dan mengabaikan akhwat lain yang tidak menarik perhatiannya. Dengan alasan sibuk! Inikah model dakwah yang dikehendaki Allah? Tidak adakah jalan lain yang tanpa mengundang persepsi yang salah? Saya sangat kecewa dengan kenyataan ini. Hingga membuat saya kembali bertanya-tanya, apakah Ustadz yang kini berada di sekitarku juga berbuat begitu? Ustadz, antum adalah mahluk yang mulia meskipun tidak sesempurna Rasulullah. Kami tidak akan menyebut antum dengan panggilan mulia ini jika antum tidak mengajarkan banyak hal yang bermanfaat dalam hidup kami. Kami tidak akan menyebut antum dengan panggilan tersebut, jika kami belum tahu bagaimana orang juga menganggap antum. Kami tidak akan memanggil antum dengan sebutan Ustadz jika antum tidak memiliki apa yang tidak kami miliki. Kami tahu tugas antum berat. Dituntut untuk tampil menjadi pribadi yang sempurna di mata masyarakat. Tapi antum tentu tidak lupa, bahwa antum ada karena dipilih oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kami tahu antum punyai tugas yang berat, karena itu Allah melebihkan derajat antum dibanding kebanyakan dari kami semua. Kami tahu terlalu berat bagi antum menjadi tempat curhat para akwat, sementara antum dituntut untuk menjaga syahwat. Tapi Ustadz, jangan sampai kepercayaan ummat terhadap antum, terhadap sahabat-sahabat seperjuangan antum, ternodai karena ulah antum itu. Tolong, jangan lakukan ini pada kami… Karena antum juga tahu, semua orang sepakat, bahwa perasaan wanita sangatlah sensitive. Lagi, bayangkanlah, bagaimana jika ada seorang mualaf atau newbie ingin belajar agama Islam tapi langsung berhadapan dengan Ustadz yang kelakuannya genit semacam ini? Kalau dia sudah mendengar hitam-putihnya, mungkin dia bisa berfikir lebih terbuka. Lha kalau yang belum tahu apa-apa? Bisa-bisa dia akan membatalkan niatnya hanya gara-gara malas ketemu dan mendengarkann Ustadz yang kelakuannya genit ini? Bisa-bisa dia berfikir, ‘Ah…, ternyata Islam memang tidak bersih.’ Ustadz, antum adalah panutan. Tauladan. Orang yang mengerti batasan-batasan hukum dalam bergaul dengan non mahrom. Orang yang mengerti bagaimana seharusnya menjaga hati, menjaga pandangan. Orang
    yang kami percaya kelurusan akidahnya. Orang yang kami hormati dan hargai. Tolong, jangan murahkan nilai antum, karena keberadaan antum bagi kami tinggi martabat dan kedudukannya…
    Dunia ini sangat sempit, jangan mengira apa yang kita lakukan tidak akan diketahui orang lain. Kerang sangat rapat menyimpan mutiara di dalam cangkangnya, tetapi orang tetap menemukannya. Sementara orang menyimpan mayat, baunya tercium juga. Ingat itu… Kepada Ustadz-ku, saya percaya sepenuhnya kepada antum, saya yakin antum adalah salah satu hamba pilihan-Nya. Maka itu, saya berharap, antum tidak akan pernah mempermainkan perasaan wanita. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa melindungi antum dan keluarga, hingga kelak sampai di firdaus-Nya. Ana uhibbukum fillah yaa ikhwah fillah… Tulisan ini dibuat bukan untuk menyudutkan salah seorang. Bukan pula berniat membuka aib. Ini hanya merupakan unek-unek seorang Ida. Dan sebagai bentuk rasa sayang Ida pada antum semua. Yang berharap, agar tidak sampai ada Ustadz yang mendapat julukan buruk, GENIT

    Rang Imsia.

  58. mutitem said: Rang Imsia.

    Wei… naper pulak antum copas selebar itu? Imsia tu mana? Malaysiakan?

  59. qqcakep said: Wei… naper pulak antum copas selebar itu? Imsia tu mana? Malaysiakan?

    India + Malaysia + Indonesia = campur.

  60. mutitem said: India + Malaysia + Indonesia = campur.

    Hikz… :-p


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Seni Hidup

=Ketidaksempurnaan Itu Cantik=

My Blog

My WordPress Blog

evRina shinOda

CORETAN LAIN BLOG EVRINA

Aksara Nomaden

Merindukan itu nyata. Mengulang kenangan hanya utopia.

TERANG DIARY

catatan sehari-hari terang

Right-Magic!

Merekah kedalaman dalam pikir

FOTOCOPY PERCETAKAN PRINTING MURAH – JAKARTA

Percetakan | Fotocopy | Penjilidan | Printing | Desain | Finising| ATK Dll

PERCETAKAN JAKARTA PUTRA MANDIRI

Percetakan, Foto Copy, Penjilidan, Pengetikan, Design Grafhis, Print dan Komputer

Cha Fitoria

Let's Love...

Catatan Kenangan

Serba-serbi jejak yang tertulis

Impossible

Selamat Datang , dan Terimakasih Telah Berkunjung

Bacotan Madi Amplang

karena kamu baca artikel ini,akan aku jadikan kamu istriku

Sandry Boy Sandy

Berpikir Kritis, Menggali Kreatifitas, Tidak Pernah Mengeluh Dan Tetap Semangat, Serta Tetap Tersenyum Meski Tersenyum Dalam Kesedihan

Math on Journey

PMRI Blog: mathematics is all around us

CERITA PRIBUMI

Dari satu tempat ke tempat lain kita bercerita dan berkarya untuk Nusantara

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

Perjalanan Menuju-Nya

kugesa ridha-Mu dengan asa yang tak berujung

Mr. Assa

L'amour Va Trouver Sa Place à S'ancrer Par Lui Même

AMEL OH AMEL

“One day your life will flash before your eyes. Make sure its worth watching.”

%d blogger menyukai ini: