Oleh: Ida Raihan | 16 Desember 2009

Bosan Pada Pasangan

“Akhy/Ukhty, selama bertahun-tahun hidup dengan istri/suami, kadang ada nggak rasa bosan itu muncul?”

Saya menanyakan ini kebeberapa kenalan, baik di dunia nyata maupun teman-teman di maya. Bukan karena saya mulai bosan terhadap suami seperti yang mereka balik tanyakan kepada saya, tapi karena cinta yang teramat sangatlah saya jadi penasaran untuk men-survey tentang ini. Rasa sayang dan takut kehilangan dirinya membuat saya bertanya-tanya, apakah rasa ini suatu hari nanti akan berubah? Adakah akan muncul rasa bosan terhadapnya suatu hari kelak? Rasa takut yang mungkin berlebihan.

Dari sekian banyak kenalan yang saya tanya, Sembilan puluh persen menjawab, “Ya, ada.” Dan sisanya mengaku “Alhamdulillah, tidak.”

Allah, jadikan aku, pasangan hidupku dan keluarganya, serta orang-orang beriman di dunia ini, termasuk golongan yang 10 persen ini!

“Kalau ngeliat cewek kadang ngelirik juga sih, tapi buru-buru mengingati istri jadi langsung dah nggak mikir cewek lain lagi.” Begitu salah satu jawaban ikwan yang mengaku belum pernah memilki rasa bosan terhadap istrinya. Meskipun telah menikah selama tujuh tahun. Subhanallah, ingin rasanya saya mampu membuat suami tidak akan pernah bosan kepada diri ini seperti istri ikhwan tersebut. Hal ini tentu menjadi dambaan setiap wanita. Memiliki suami yang senantiasa cinta dan sayang pada kita. Namun sudah diketahui bersama, hal itu bukanlah sesuatu yang mudah. Adakah tipz khusus untuk itu kawan?

“Ya iyalah! Apalagi kita sudah tahu kelakuan suami yang kadang sangat membosankan. Serasa enak hidup sendiri saja!” Ucap teman yang lain. duhai Allah, betapa tampak mengerikannya kehidupan rumah tangga jika seperti ini. Aku berlindung kepada Engkau dari hal yang demikian.

Di tempat lain, seorang teman dengan pelan menjawab, “Alah, suamiku tuh minta diganti.”

Masya Allah, ini lebih parah lagi. Tidak heran jika akhirnya banyak sekali perceraian terjadi jika pada akhirnya tidak sedikit pasangan dalam rumah tangga yang berfikir demikian. Padahal dari bukti yang ada (pengakuan beberapa teman) bahwa dengan memikirkan kebutuhan masa depan anak, pertumbuhan anak, dan pendidikan anak (intinya adalah anak-perhatian dicurahkan kepada anak), mampu menghalangi hal yang demikian.

Isteri juga manusia, suami juga manusia, ada tingkah laku, kata-kata, dan sikap yang sewaktu-waktu tidak disukai. Tapi betapa kejamnya jika kesalahannya itu yang merupakan kekurangannya lantas dijadikan alasan untuk menghindar darinya karena rasa bosan kita. Apalagi jika sampai membawa kita keperbuatan selingkuh (Tidak termasuk selingkuh yang dihalalkan 😀 )! Nau’dzubillah!

Ada tipz dari beberapa teman yang mengalami rasa itu, Jika rasa bosan muncul terhadap pasangan kita, mencari hal-hal baru yang ada dalam dirinya adalah hal yang tepat. Mengadakan kegiatan baru bersama. Mengulang bulan madu juga hal yang sangat menyenangkan. Titipkan anak-anak ke saudara atau orangtua tuk sementara, lalu pergi ke suatu tempat yang menyenangkan. Berhibur berdua.

Bahkan ada yang mengatakan jalan bareng dengan teman-teman (Yang ini khusus wanita) dan simak cerita mereka. Dari sana biasanya akan kita temukan ternyata suami kita adalah ang terbaik… (yang ini sih masuk gossip apa bukan yah? Hikz…)

Untuk suamiku, demi Allah, aku mencintaimu, aku membutuhkanmu, aku mengharapmu, aku menyayangimu. Aku tidak akan pernah bosan kepadamu. Selalu, selamanya… insya Allah…

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’la senantiasa menjaga rumah tangga kita. Dipenuhi dengan keredhaan-Nya. Sehingga ianya menjadi sakinah, mawadah, warohmah…

Jelang isya. Rabo, 16 Desember 2009

Iklan

Responses

  1. wahh romatis sekali.

  2. Amin… Semoga selalu menjadi keluarga sakinah mawadah dan warahmah…Niatkan dari awal segala sesuatu karna Alla taala mba, insyaAlloh mendapat ridho-Nya…Aku kapan yach ketemu pasangan hidupku? 🙂

  3. nurinautami said: Aku kapan yach ketemu pasangan hidupku? 🙂

    sudah tertulis di lauh mahfudz, tinggal usaha, doa dan tawakal. aja@ masih milih2 nih?

  4. Amin… Sudah tertulis dalam suratan, jika tidak ada usaha, tidak datang2 ya mba berarti?Abis kehilangan *afwan jadi curhat deh

  5. sama … hiks, hbs kehilangan juga :'(brarti dia bukan yg trbaik yg dikirim Allah yah …

  6. Amin….Atau ini cobaan dari Allah karena dulu aku terlalu mencintainya, hikzMudah-mudahan indah pada waktunya 🙂

  7. halaqahbyu said: wahh romatis sekali.

    Hehe… harus donk. Sama suami mesti romantis…

  8. iya manusia emang gitu wataknya…harus cari suasana dan nuansa baru dalam artian positif kali ya…

  9. nurinautami said: Amin… Semoga selalu menjadi keluarga sakinah mawadah dan warahmah…Niatkan dari awal segala sesuatu karna Alla taala mba, insyaAlloh mendapat ridho-Nya…Aku kapan yach ketemu pasangan hidupku? 🙂

    Amiin yaa Allah. Insya Allah, Ukhty Nuri. Semoga segera ketemu ya?

  10. halaqahbyu said: sudah tertulis di lauh mahfudz, tinggal usaha, doa dan tawakal. aja@ masih milih2 nih?

    Yupz, betul betul betul. AKhy Halaqoh saja yang melamar sana 😀

  11. nurinautami said: Amin… Sudah tertulis dalam suratan, jika tidak ada usaha, tidak datang2 ya mba berarti?Abis kehilangan *afwan jadi curhat deh

    Yupz! bener sekali Say. Mesti berusaha.Kehilangan ditinggal atau ianya dipanggil yang Esa Ukhty?

  12. ukhtisan said: sama … hiks, hbs kehilangan juga :'(brarti dia bukan yg trbaik yg dikirim Allah yah …

    Sabar ya Ukhty San. Insya Allah, ALlah akan memilihkan yang terbaik bua Ukhty. Semoga segera… 🙂

  13. nurinautami said: Atau ini cobaan dari Allah karena dulu aku terlalu mencintainya, hikzMudah-mudahan indah pada waktunya 🙂

    Hmmm… tula mengapa kita dianjurkan untuk mencintai seperlunya saja. Jangan berlebihan. Karena cinta yang sesungguhnya, hanyalah milik Allah.

  14. friewan said: iya manusia emang gitu wataknya…harus cari suasana dan nuansa baru dalam artian positif kali ya…

    Yupz, begitulah tipz” yang ana terima Akhy Frie…

  15. Ditinggalin, huaaa…. Cukup-cukup tidak boleh menangis lagi…afwan ya ukhti 🙂

  16. nurinautami said: Ditinggalin, huaaa…. Cukup-cukup tidak boleh menangis lagi…afwan ya ukhti 🙂

    Hmmmm… sabar Ukhty. Kadang kala menangis juga kita butuhkan Ukhty. Jadi tak apa, menangislah, Mbak Qq siap menyimahnya :)sambil minta yang terbaik dari Allah :)>:D<!–

  17. mohon bantu doa yach mba qq, makasih banyak 🙂

  18. nurinautami said: mohon bantu doa yach mba qq, makasih banyak 🙂

    Insya Allah. Mbak Qq berdoa buat Ukhty, semoga lekas ditemukan dengan sosok yang tepat oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.:)

  19. Amin… Makasih banyak mba 🙂

  20. nurinautami said: Amin… Makasih banyak mba 🙂

    🙂

  21. ukhti…,istri adalah air yang slalu diharapkan meyejukkan hti suami dikala suami lelah letih setelh seharian bekerja,jd istri hrus pintar2 menyenangkan suami,bosan itu manusiawi,tp jk istri pintar menyenangkn hti suaminya insya allah rasa bosn itu akan sirna…semoga Allah selalu memberikan ketentraman pada rumah tangga kita sekalian hingga akhir masa amin….

  22. douhant said: ukhti…,istri adalah air yang slalu diharapkan meyejukkan hti suami dikala suami lelah letih setelh seharian bekerja,jd istri hrus pintar2 menyenangkan suami,bosan itu manusiawi,tp jk istri pintar menyenangkn hti suaminya insya allah rasa bosn itu akan sirna…semoga Allah selalu memberikan ketentraman pada rumah tangga kita sekalian hingga akhir masa amin….

    Terimakaish bnayak masukannya Akhy. Bagi tipznya dunk Akhy Boedy. Bagaimana cara yang tepat tuk menyenangkan suami :D.Amiin yaa Allah.

  23. Mba qq aku mau nanya donk, kalo misal kita udah berkeluarga antara perintah suami ama ibu, pilih yang mana? (maaf pengen tanya, soalnya ketemu kasus yg seperti itu, tapi bkn aku,soalnya aku lum walimah,hehehe)

  24. nurinautami said: Mba qq aku mau nanya donk, kalo misal kita udah berkeluarga antara perintah suami ama ibu, pilih yang mana? (maaf pengen tanya, soalnya ketemu kasus yg seperti itu, tapi bkn aku,soalnya aku lum walimah,hehehe)

    Hmm, sebenarnya mengenai ini,ilmu Mbak Qq jg masih sangat cetek Ukhty. Tetapi dari pelajaran dan tanya sana-sini Mbak Qq menemukan jawaban seperti ini; setelah kita menikah, maka suamilah yang lebih berhak atas diri kita. Karena seorang suami adalah surga or neraka bagi isteri. Surga jika ia mematuhi dan melayani suaminya dgn segenap hati, neraka jika ia melawan kehendak suaminya. Mematuhi di sini adalah, mematuhi manusia hanya dlm hal mentaati Allah dan Rasul-Nya. Kalo untuk bermaksiat kepada Allah maka tidak ada kepatuhan kepada manusia. Wallahua’alam.

  25. tapi jika ada seorang suami melarang istrinya berteemu kedua orangtua gimana itu mba? afwan nanya lagi, hitung2 belajar buat bekal nanti 😀

  26. banyak hal yang bs menyenangkan hati suami,tp menurut pengalamanQ satu yg paling q suka dari istriQ adalah kebiasaannya mengantar dan menyambutku disertai senyuman ketika berangkat dan sepulang q kerja.he…

  27. nurinautami said: tapi jika ada seorang suami melarang istrinya berteemu kedua orangtua gimana itu mba? afwan nanya lagi, hitung2 belajar buat bekal nanti 😀

    Ukhty pernah dengar cerita tentang seorang istri yang sama suaminya dilarang keluar rumah, dan dia mematuhinya? Padahal utusan orangtuanya datang berkali-kali memintanya menjenguk karena ayahnya dalam keadaan sakit keras. Tapi karena istri tersebut mematuhi suaminya maka dia tetap tdk datang. Hingga khirnya ayahnya meninggal dunia dan dikuburkan. Namun justru ketaatannya pada suami itulah ayahnya dinyatakan sebagai penghuni surga. Kalau dalam kasus yg ditanyakan Ukhty ini, apa motivasi suami melarang si istri menemui ortunya? Ini pasti perlukan peninjauan ulang. Mohon maaf skli Ukhty, ilmu ana blm sampai tuk menjawab soalan ini. Insya Allah, ana usahakan ya?

  28. douhant said: banyak hal yang bs menyenangkan hati suami,tp menurut pengalamanQ satu yg paling q suka dari istriQ adalah kebiasaannya mengantar dan menyambutku disertai senyuman ketika berangkat dan sepulang q kerja.he…

    Terimakasih banyak sharingnya Akhy. Akan kupersembahkan senyuman manisku pada suami saat berangkat dan pulang kerja nanti. Insya Allah 🙂

  29. qqcakep said: Ukhty pernah dengar cerita tentang seorang istri yang sama suaminya dilarang keluar rumah, dan dia mematuhinya? Padahal utusan orangtuanya datang berkali-kali memintanya menjenguk karena ayahnya dalam keadaan sakit keras. Tapi karena istri tersebut mematuhi suaminya maka dia tetap tdk datang. Hingga khirnya ayahnya meninggal dunia dan dikuburkan. Namun justru ketaatannya pada suami itulah ayahnya dinyatakan sebagai penghuni surga. Kalau dalam kasus yg ditanyakan Ukhty ini, apa motivasi suami melarang si istri menemui ortunya? Ini pasti perlukan peninjauan ulang. Mohon maaf skli Ukhty, ilmu ana blm sampai tuk menjawab soalan ini. Insya Allah, ana usahakan ya?

    makasih banyak mba qqsegitu saja saya jadi mengerti dan paham… doakan aku menemukan pasangan hidup aku yach mba qq…syukron 🙂

  30. nurinautami said: makasih banyak mba qqsegitu saja saya jadi mengerti dan paham… doakan aku menemukan pasangan hidup aku yach mba qq…syukron 🙂

    Alhamdulillah. Amiin yaa Allah. Semoga segera ditemukan ya Ukhty. Yang sholeh, dan sentiasa diredhai Allah.>:D<!–

  31. Anto9 March, 2012 at 2:23 pAssalamu’alaikum wr. wb.saat ini sy sdg mengalami hal spt itu,..isteri jenuh dgn kondisi yg ada, menurut isteri,..”kondisi tdk makin maju tetapi makin mundur”,.. masalah demi masalah slalu datang silih berganti tanpa ada solusi, mslh ekonomi, sakit yg diderita, suami yg tdk bs ngerti kondisi isteri, anak nakal, masalah warisa ortu dan banyak lg yg menyebabkan beban pikiran isteri semakin berat dan mengalami stess tingkat dewa (STD kata isteriku),.. hal ini akhirnya menyebabkan perasaan cinta & kasih sayang isteri thp sy berkurang (isteri yg ungkapkan), semua itu pd akhirnya menyebabkan hub suami-isteri (ML) terganggu, isteri males melakukan hal itu ,..dengan alesan sakit, capek, males, Awalnya sy emosi & menuntut isteri hrs bs melayani suami (dosa apabila menolak ajakan suami – syareat islam) kadang sy kecewa, marah, dan biasanya sy diamkan isteri sy utk bbrp waktu. Tapi Isteri bukannya berubah tp malah menambah beban pikiran & sakitnya (sakit ginjal & darah tinggi) sering kambuh,…isteri malah menyuruh sy untuk cari isteri lg utk memenuhi kebutuhan biologis sy, sedangkan sy sangat mencintai isteri sy tdk mungkin mencari pengganti (isteri lain) jg krn kondisi ekonomi sy pas2xan. Isteri menginginkan semua masalah cepat berlaku tdk membebani nya setiap bangun dr tidur mlm,..ia ingin bebas terlepas dari semua ini dia ingin sendiri,…..sy bingung memahami maksudnya apa,..ingin bebas & ingin sendiri ??? ketika sy tanyakan apakah isteri ingin kebersamaan dgn saya diakhiri & keluarga ini bubar ? isteri hanya menjawab “Terserah aja,.. sy tdk mau ngomongin lg capeeeek”,…apakah isteri menginginkan perceraian & tdk menginginkan sy ada di sisinya lg,..atau apa ??? mhn bantuan & masukan dari brother & sister yang mungkin pernah mengalami hal yg sama, apa yang kira2x sy harus lakukan ??? terima kasih sebelumnya atas perhatian & sarannya,… Wassalam wr wb

  32. Mas Anto.. yang sabar yah.. ini ujian bagi Mas. Dan juga istri, Mas Anto. Saran Ida, sebaiknya Mas ajak istri duduk bersama, datangkan orang ketiga yang bisa dipercaya. Untuk membantu menangani masalah. Seseorang yang memiliki pemahaman agama lebih tinggi dari kalian berdua tentu. Agar beliau juga bisa menasehati kalian, terutama istri Mas Anto. Minta petunjuk Allah janag lupa. Bangun di tengah malam, ketuk pintu langit untuk memohon bantuan-Nya. Semoga Allah lekas mengulurkan bantuan-Nya kepada kalian.

  33. Alhmdlh, terima kasih Mbak ida atas saran & masukannya,..sptnya utk mendatangkan org ketiga agak susah,.. karena sifat dr isteri yg keras & susah menerima saran dr org lain even itu dr sodara 2x sekandungnya ataupun bapaknya (sewaktu msh ada), sy sudah coba kasih saran baik 2x mengambil dari Al-Qur’an & hadist tp selalu dianggap selalu menyalahkan & memojokkan isteri, tp sy msh & terus berharap suatu hari kelak hati isteri sy bs melunak & berubah lebih baik ,.Khan hanya qjji yg bisa membolak-balik hati seseorang,.. Alhmdlh sejak peristiwa ini sholat lail sy semakin sering,.jg membiasakan shaum senin-kamis utk menambah amalan & mengurangi hawa nafsu sy yg sering bergejolak.

  34. asiyanto said: Alhmdlh, terima kasih Mbak ida atas saran & masukannya,..sptnya utk mendatangkan org ketiga agak susah,.. karena sifat dr isteri yg keras & susah menerima saran dr org lain even itu dr sodara 2x sekandungnya ataupun bapaknya (sewaktu msh ada), sy sudah coba kasih saran baik 2x mengambil dari Al-Qur’an & hadist tp selalu dianggap selalu menyalahkan & memojokkan isteri, tp sy msh & terus berharap suatu hari kelak hati isteri sy bs melunak & berubah lebih baik ,.Khan hanya qjji yg bisa membolak-balik hati seseorang,.. Alhmdlh sejak peristiwa ini sholat lail sy semakin sering,.jg membiasakan shaum senin-kamis utk menambah amalan & mengurangi hawa nafsu sy yg sering bergejolak.

    Saya dapat memahami betapa sulit kondisi seperti ini. Sabar dan ikhlas adalah kuncinya. Semoga pertolongan Allah lekas datang 🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Seni Hidup

=Ketidaksempurnaan Itu Cantik=

My Blog

My WordPress Blog

evRina shinOda

CORETAN LAIN BLOG EVRINA

Aksara Nomaden

Merindukan itu nyata. Mengulang kenangan hanya utopia.

TERANG DIARY

catatan sehari-hari terang

Right-Magic!

Merekah kedalaman dalam pikir

FOTOCOPY PERCETAKAN PRINTING MURAH JAKARTA

Percetakan | Fotocopy | Penjilidan | Printing | Desain | Finising| ATK Dll

PERCETAKAN JAKARTA PUTRA MANDIRI

Percetakan, Foto Copy, Penjilidan, Pengetikan, Design Grafhis, Print dan Komputer

Cha Fitoria

Let's Love...

Catatan Kenangan

Serba-serbi jejak yang tertulis

Impossible

Selamat Datang , dan Terimakasih Telah Berkunjung

Bacotan Madi Amplang

karena kamu baca artikel ini,akan aku jadikan kamu istriku

Sandry Boy Sandy

Berpikir Kritis, Menggali Kreatifitas, Tidak Pernah Mengeluh Dan Tetap Semangat, Serta Tetap Tersenyum Meski Tersenyum Dalam Kesedihan

Math on Journey

PMRI Blog: mathematics is all around us

CERITA PRIBUMI

Dari satu tempat ke tempat lain kita bercerita dan berkarya untuk Nusantara

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

Perjalanan Menuju-Nya

kugesa ridha-Mu dengan asa yang tak berujung

Cerita Assa

L'amour Va Trouver Sa Place à S'ancrer Par Lui Même

AMEL OH AMEL

“One day your life will flash before your eyes. Make sure its worth watching.”

%d blogger menyukai ini: