Oleh: Ida Raihan | 12 Januari 2010

Dia Milik Bersama

By: Ida Raihan

Terinspirasi dari sebuah tulisan yang sangat bermanfaat (bagi saya khususnya) terbetik dalam hati untuk menuliskan sebuah pengalaman. Tentang photo…

“Mbak Ida, kadang M** ingin seperti sampean, tapi napa ya tidak bisa. Ida yang jual mahal. M** yang royal.” Sebuah SMS masuk.

Beberapa saat saya berfikir tentang kalimat itu. Ida yang jual mahal? M** yang royal? Ada apa ini? Jual mahal dalam hal apa? Royal dalam hal apa?

“Jual mahal ditinjau dari segi agama bagus. Royalpun menurut M** pribadi juga bagus. Royal yang dalam artian tidak peduli dengan siapa bicara. Status M** sebagai perempuan juga tak pernah memusingkan, yang ada cuma niat silaturrahmi antar sesama umat. Memperbanyak saudara walau dari sabang sampai Marauke. Walau cuma lewat suara. Itulah yang ada pada M**. Walau bekas suami, atau M** tersakiti tapi untuk mendekati mereka sepertinya wajib buat M**. Jual mahal baik dilihat dari sisi sopan santun dan perempuan. Tapi bagi M** jual mahal kurang mempersatukan saudara yang jauh.” SMS berikutnya menyusul.

Dari sini dapat difahami kemana arah pembicaraan M**. Namunpun begitu aku masih penasaran dengan kelanjutannya. Akupun meneleponnya.
Dari segi niatnya, tujuannya memang sangat bagus. Bersilaturrahmi dengan semuanya. Siapa sih yang tidak ingin bersilaturrahmi dengan semua orang? Bersaudara dengan hamba-hamba Allah di seluruh dunia?

“Tanyakan ke Ustadzmu, apakah yang M** lakukan ini salah. Kalau salah M** akan berusaha untuk membenahinya.” Begitu lanjut M** pada obrolan kami.

Akhirnya kami ngobrol sangat panjang. Membicarakan pergaulan antara akhwat dan ikhwan di internet maupun di telepon. Membicarakan photo yang pernah kami kirimkan ke ikhwan baik melalui pos maupun melalui email, YM, de el el. Saya tidak ingat lagi berapa kali M** meminta photo saya untuk diberikan pada temannya yang ikhwan, namun saya selalu keberatan.

Saya pertegas, bahwa sebenarnya, dengan apa yang saya lakukan ini bukan berarti saya jual mahal. Ida juga senang menyambung silaturrahmi. Ida senang dengan banyaknya saudara, apalagi saudara seiman. Namun, jika Ida tidak mengirimkan atau menunjukkan wajah, baik di photo maupun cam itu hanya karena Ida berusaha menjaga dari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Bukan karena tidak PD kan?” Tanya M**.
“Seperti yang pernah Mbak lihat, Ida memang tidak cantik, tapi jika di photo maupun di webcam, kelihatan imut dan cantik bukan?” biarpun kami sering bertemu, kami juga sering chating. Dan setiap chating dia selalu teriak, “Caaaaaammm… :D”
“Hu’uh ding.” Sahut M**. Kami tertawa bareng.

Ya. Jika Ida tidak mau menunjukkan diri di maya bukan karena Ida tidak PeDe. tetapi semua ini Ida lakukan karena Ida sayang pada antum semua. Dulu pada awal Ida mengenal dunia internet, Ida juga sangat senang mengupload photo (Duluu banget. Sewaktu Ida masih muda :D). Dan hasilnya? Tuing tuing bangat.

Suatu hari saya masuk chat room Jogjakarta 6. Biasalah di chat room, selalu saja ada yg PM, kenalan baru. Kami ngobrol. Sejak awal saya tidak memperhatikan photo yg di avatarnya. Namun begitu saya sadar, saya mengkliknya. Dan ternyata gubrag, seorang wanita dengan jilbab gaul warna putih kombinasi merah.
“Photo siapa tu?”
“Cewekku.” Jawab dia. Akhirnya saya teter (bahasa Indonya apa a?) orang tersebut. Suruh ngaku yang sebenarnya. Akhirnya diapun ngaku juga bahwa dia ambil di internet.
“Mbak kok sepertinya tahu?” tanya dia lagi.
“Karena cewek itu tidak pacaran!”
“Mbak kenal?”
“Tentu saja sangat kenal.” Photo itu adalah saya sendiri. “Di blog mana kamu mengambilnya?”
“Udah lupa, Mbak.” Sahutnya
“Kamu mencuri.”
“Kok mencuri sih Mbak. Ya tidaklah. Salah dia sendiri pajang photo di internet. Kalau sudah dipajang di internet, itu berarti siapapun boleh ambil, Mbak.” Saya terhenyak membaca jawabannya. Dia benar. Saya yakin ini sebuah teguran sayang dari Allah. Sejak itu saya tidak mau lagi mengupload photo saya di internet. kalaupun ada, maka saya pilih yang wajahnya tidak tampak wajahnya.

Selasa, jelang isya. 12 January 2010.

Iklan

Responses

  1. bu qq nama aslinyabu Ida?

  2. memang benar perlu kewaspadaan di dunia maya ini..jazakillah ukh sharingnya.. 🙂

  3. hokage5056 said: bu qq nama aslinyabu Ida?

    😀 iyu Nanda. Qq tu kerana dulu bingung mau bikin ID. Hikz…

  4. ratnapratiwi said: memang benar perlu kewaspadaan di dunia maya ini..jazakillah ukh sharingnya.. 🙂

    Yupz, Ukhty. Semoga bermanfaat.

  5. nama fbx apa????

  6. asty14 said: nama fbx apa????

    Ida Raihan. Pake jilbab biru. Cari aja ya Jeng. Ida tunggu di sana 🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Seni Hidup

=Ketidaksempurnaan Itu Cantik=

My Blog

My WordPress Blog

evRina shinOda

CORETAN LAIN BLOG EVRINA

Aksara Nomaden

Merindukan itu nyata. Mengulang kenangan hanya utopia.

TERANG DIARY

catatan sehari-hari terang

Right-Magic!

Merekah kedalaman dalam pikir

FOTOCOPY PERCETAKAN PRINTING MURAH – JAKARTA

Percetakan | Fotocopy | Penjilidan | Printing | Desain | Finising| ATK Dll

PERCETAKAN JAKARTA PUTRA MANDIRI

Percetakan, Foto Copy, Penjilidan, Pengetikan, Design Grafhis, Print dan Komputer

Cha Fitoria

Let's Love...

Catatan Kenangan

Serba-serbi jejak yang tertulis

Impossible

Selamat Datang , dan Terimakasih Telah Berkunjung

Bacotan Madi Amplang

karena kamu baca artikel ini,akan aku jadikan kamu istriku

Sandry Boy Sandy

Berpikir Kritis, Menggali Kreatifitas, Tidak Pernah Mengeluh Dan Tetap Semangat, Serta Tetap Tersenyum Meski Tersenyum Dalam Kesedihan

Math on Journey

PMRI Blog: mathematics is all around us

CERITA PRIBUMI

Dari satu tempat ke tempat lain kita bercerita dan berkarya untuk Nusantara

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

Perjalanan Menuju-Nya

kugesa ridha-Mu dengan asa yang tak berujung

Mr. Assa

L'amour Va Trouver Sa Place à S'ancrer Par Lui Même

AMEL OH AMEL

“One day your life will flash before your eyes. Make sure its worth watching.”

%d blogger menyukai ini: