Oleh: Ida Raihan | 31 Januari 2010

Program Laboratorium Social Enterpreneur

By: Ida Raihan

“Perhatikan olehmu sekalian, sesungguhnya di dunia ini sembilan dari sepuluh pintu rizki terdapat dalam usaha perdagangan.” [HR. Ahmad].

Pesan nabi tersebut di sampaikan sudah sejak berabad-abad yang lalu. Tidak sedikit ummat beliau yang memperhatikan dan melakukannya. Nabi pun bukan hanya mengatakan. Tapi beliau menjalani dan membuktikan kesuksesannya.

Sekarang lihatlah warga China. Kalau kita perhatikan warga China di Indonesia, sebagian besar orang-orangnya bergerak di dunia perdagangan. Secara ekonomi, mereka tampak lebih sukses dari kita. Mereka tahu bagaimana memegang hadits nabi di atas.

Di dalam negeri, banyak sekali produk yang bertuliskan Made In China. Dunia perdagangan telah didominasi oleh mereka orang-orang China, yang notabenenya bukan orang Muslim. Sementara kita, yang seorang Muslim, yang seharusnya lebih dulu tahu maksud sabda nabi tersebut, hanya rela menjadi pembeli. Ironis sekali.

Bahkan sebagian dari kita, setelah hijrah di Hong Kong pun masih juga bekerja pada orang China. Belanja kebutuhan sehari-hari pada orang-orang China.

Meskipun sudah ada beberapa Rumah Makan dan Warung milik orang Muslim Indonesia (sebagiannya milik teman-teman perantau). Namun itu masih sulit dijangkau. Selain adanya hanya di pusat kota, toko yang jumlahnya masih sangat sedikit ini selalu dipenuhi oleh pengunjung. Sehingga banyak yang tidak punya cukup waktu untuk menunggu antrian, akhirnya memutuskan untuk memilih toko lain. Yang tidak lain milik orang-orang China.

Menanggapi fenomena ini, dengan berpegang pada hadits Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa ‘alihi wassalam di atas, beberapa teman-teman Perantau Indonesia (PERI) bekerja sama dengan lembaga Dompet Dhuafa-Hong Kong (DD-HK), dipelopori oleh Bpk. Bambang S. Soedjadi, akhirnya memutuskan untuk mendirikan usaha sendiri. Selain untuk mengajari teman-teman berusaha berbisnis secara Islam, juga untuk meminimalisir agar teman-teman perantau tidak bergantung pada toko-toko milik China.

Bertempat di King’s Road, No. 55 1/f, Tin Hau. PERI akhirnya sukses melaunching Rumah Makan barunya. Sebuah Program Laboratorium Social Enterpreneur untuk para Perantau Indonesia di Hong Kong. PERI juga telah memiliki toko Indonesia di daerah North Point.

Menurut keterangan Pak Ghofur (Pimpinan DD-HK), berdirinya rumah makan Peri ini adalah suatu cikal bakal atau cetakan lahirnya para social entrepreneur. Harapannya rumah perantau sebagai tempat belajar, aktualisasi diri dan pengabdian kepada masyarakat dengan menjadikan teman-teman perantau sebagai pengusaha yang berjiwa sosial tinggi. Selain mempunyai keshalehan pribadi, diharapkan juga mempunyai keshalehan sosial.

Senin, 1 February 2010

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Seni Hidup

=Ketidaksempurnaan Itu Cantik=

My Blog

My WordPress Blog

evRina shinOda

CORETAN LAIN BLOG EVRINA

Aksara Nomaden

Merindukan itu nyata. Mengulang kenangan hanya utopia.

TERANG DIARY

catatan sehari-hari terang

Right-Magic!

Merekah kedalaman dalam pikir

FOTOCOPY PERCETAKAN PRINTING MURAH JAKARTA

Percetakan | Fotocopy | Penjilidan | Printing | Desain | Finising| ATK Dll

PERCETAKAN JAKARTA PUTRA MANDIRI

Percetakan, Foto Copy, Penjilidan, Pengetikan, Design Grafhis, Print dan Komputer

Cha Fitoria

Let's Love...

Catatan Kenangan

Serba-serbi jejak yang tertulis

Impossible

Selamat Datang , dan Terimakasih Telah Berkunjung

Bacotan Madi Amplang

karena kamu baca artikel ini,akan aku jadikan kamu istriku

Sandry Boy Sandy

Berpikir Kritis, Menggali Kreatifitas, Tidak Pernah Mengeluh Dan Tetap Semangat, Serta Tetap Tersenyum Meski Tersenyum Dalam Kesedihan

Math on Journey

PMRI Blog: mathematics is all around us

CERITA PRIBUMI

DARI SATU TEMPAT KE TEMPAT LAIN KITA BERCERITA DAN BERKARYA UNTUK INDONESIA

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

Perjalanan Menuju-Nya

kugesa ridha-Mu dengan asa yang tak berujung

Cerita Assa

L'amour Va Trouver Sa Place à S'ancrer Par Lui Même

AMEL OH AMEL

“One day your life will flash before your eyes. Make sure its worth watching.”

%d blogger menyukai ini: