Oleh: Ida Raihan | 11 April 2010

Bila Jilbaber Masuk Diskotik

Diskotik.

Setiap kali nama ini di sebut, yang terbayang di benak kita sudah pasti adalah sesuatu yang berbau glamour, lampu-lampu warna-warni, musik yang menghentak dan jogetan dengan gerakan bebas (disko). Itu pula yang ada dalam benak saya ketika mendengar ataupun menyebut kata diskotik. Selama ini saya hanya mendengar atau membaca istilah itu melalui mulut orang dan buku-buku yang saya baca. Tak terlintas sedikitpun di hati suatu keinginan untuk berkunjung atau berada di tempat itu. Namun siapa sangka jika akhirnya saya berkesempatan mengunjungi tempat tersebut. Padahal terbayang untuk lewat di depannyapun tidak. Tapi hari ini, saya benar-benar masuk dan duduk bersama mereka. Di sebuah diskotik terkenal di daerah Wan Chai, Hong Kong.

Ketika baru masuk saya sudah menebak apa yang akan terjadi nantinya. Benar saja, tidak melesat dari dugaan. Pertanyaan-pertanyaan itu datang juga.

“Mbak pake jilbab kok masuk sini?”

“Mbak cari siapa?”

“Mbak sedang cari orang ya?”

“Mbak kenapa ada di sini?”

Dan banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang maksudnya serupa. Saya bukan tidak tahu bahwa kedatangannya saya ini telah membuat sebagian besar dari mereka merasa tidak nyaman. Namun saya sudah terlanjur masuk. Sayapun keliling di bawah hentakan musik yang memekakkan telinga sekaligus tatapan aneh dari pengunjung lain. Semampu mungkin saya berusaha menyuguhkan senyum termanis yang pernah saya miliki kepada mereka, yang bertanya maupun mereka yang memperhatikan dengan jeli. Seraya berkata, “Tak apa, Mbak. Saya hanya ingin berkunjung kok. Lanjutkan saja jogetan, Mbak.”

Saya tidak ingin keberadaan saya yang memakai jilbab itu membuat mereka tidak nyaman semakin lama. Saya tidak ingin memasang jarak di antara kami. Karena bagi saya, berdakwah bukan hanya kepada mereka yang telah mendapat hidayah maupun mereka yang telah memakai jilbab. Dengan siapapun kita boleh melakukannya. Karena itu mereka yang tidak sama atau tepatnya belum sama dengan kita, bukan harus dijauhi. Tapi didekati dengan cara yang baik.

Lebih kurang 40 menit saya berada di sana. Segelas orange jus terulur, namun karena hawa yang dingin, saya tidak berani meminumnya. Akhirnya saya kembalikan lagi kepada teman yang memberikan. Kami datang berlima, dua di antaranya berjilbab salah satunya adalah saya.

Ketika keluar dari diskotik, beberapa teman memperhatikan kami (kami pulang berdua -saya dan teman yang berjilbab– karena yang lainnya masih ada urusan yang harus diselesaikan) dan terdengar celetukan dari salah seorang di antara pengunjung, “Ini kok ada orang berpakaian begini keluar dari sini?”

“Kenapa, Mbak?” sahutku masih dengan tersenyum yang mengembang.

“Salah masuk ya, Mbak?” tanyanya lagi.

“Nggaaaaaaak.” Sahut kami hampir berbarengan. “sengaja kok.” Lanjutku.

“Ceramah ya, Mbak, di dalam sana?” aku hanya menanggapi pertanyaan itu dengan senyuman sambil melangkah menuju Seven Eleven.

“Kami belum diceramahin, Mbak.” Lanjutnya lagi. namun karena kami tiada banyak waktu lagi (mengejar maghrib) kami tidak lagi menanggapi ucapannya. Selain itu, saya yakin benar bahwa pertanyaan-pertanyaan itu hanya iseng semata.

Di perjalanan, kami bertemu dengan rumah makan Turkey, saya yang sejak pagi belum makan akhirnya mengajak teman untuk makan di sana. Satu porsi kebab kambing saya pesan. Dan teman memesan kare kambing.

“Lima puluh enam dollars.” Kata kashier. Agak heran saya membayar. Kok murah banget? Kemarin saya dengan suami makan beginian kok sampai seratus lebih? Saya membatin. Namun man-teman, ternyata setelah kami menunggu beberapa saat, hanya kebab yang disuguhkan. Tiada kare kambing!

Ternyata kasir itu tidak mendengar ketika saya mengucapkan kare kambing. Hikz… untuk memesan ulang, waktu sudah tidak memungkinkan, karena maghrib sudah benar-benar tiba. Akhirnya, kami masing-masing makan separuh kebab. Sarapan, makan siang, dan makan malam saya gabung jadi satu dengan sepotong kebab. Wajar jika akhirnya orang-orang di sekitar saya pada bilang, “ Ida itu apa nggak pernah makan to? Kok belum pernah melihat dia makan.” Tuing…! Tuing…!

Kalimat serupa bukan cuma sekali dua saya dengar. Rasanya di mana-mana, orang pada menyuruh Ida, makan, makan, dan makan. Duhai sebegitunya. Padahal Ida ini bukan mahluk alien yang tidak butuh makan. Dimanapun juga, Ida tetap makan dan membutuhkan makanan, kawan…

Dan malam ini mendapat telepon dari salah satu teman ke diskotik tadi, “Da, kata Mbak S**i, sore tadi Ida dan C****m, jadi mahluk alien yang turun ke bumi.”

“Hahahaha…” sambutku.

Ya, bisa jadi mereka orang-orang di diskotik memang berfikir begitu, karena mana ada sih orang berjilbab masuk ke diskotik?

Ida Raihan

http://qqcakep.multiply.com

Cheung Sha Wan, Minggu, 11 April 2010, 23:38

Iklan

Responses

  1. makasih mba udh share 🙂

  2. nurinautami said: makasih mba udh share 🙂

    Sama” Ukhty NUry 🙂

  3. Boleh ke diskotek atau tempat pelacuran dengan alasan dinas, misalnya razia, mencatat meter listrik, mengantar suratpos.

  4. Emang diskotik masih sore ( sebelum magrib) udah rame yah di sana??Btw……. Pa kabar Q??? Lama gak keliatan. kapan pulang ke Indo? betah banget di Hongkong, aku di ajak napa 🙂

  5. 🙂

  6. Hmm,gtu yah mb?Ad 2 kemungkinan loh mb, pertama dianggap sbg mau ceramah kedua dianggap jilbaberny lg stress berat shga k diskotek.

  7. kehadiran yang aneh bagi mereka ya ukh ida?tfs.

  8. ahmadabdulhaq said: Boleh ke diskotek atau tempat pelacuran dengan alasan dinas, misalnya razia, mencatat meter listrik, mengantar suratpos.

    Yang penting tetap memegang prinship, Pak. Berbaur tapi tidak melebur :)Tapi Ida dah gak punya rencana tuk ke sana lagi kok 🙂

  9. rosyagus said: Emang diskotik masih sore ( sebelum magrib) udah rame yah di sana??Btw……. Pa kabar Q??? Lama gak keliatan. kapan pulang ke Indo? betah banget di Hongkong, aku di ajak napa 🙂

    Hu’um. Di HK mah sejak siang juga dah rame, Mbak Rosy. Alhamdulillah kbr Qq baik bgt. Gmn kbr Mbak Rosy dan keluarga?

  10. generationofsunthree said: 🙂

    🙂 🙂 😀

  11. ukhgita said: Hmm,gtu yah mb?Ad 2 kemungkinan loh mb, pertama dianggap sbg mau ceramah kedua dianggap jilbaberny lg stress berat shga k diskotek.

    Ya itu, kami dianggap mau nyeramahin dan mencari buronan. Hehe…

  12. perempuantangguh said: kehadiran yang aneh bagi mereka ya ukh ida?tfs.

    Yupz! Kek mahluk alien turun ke bumi. Kakakakak…

  13. kayaknya di MP ini banyak empe hongkong ya….hehehe

  14. mujitrisno said: kayaknya di MP ini banyak empe hongkong ya….hehehe

    Baru tahukan Qq di HK?

  15. syukron udah share mbak.. cerita yang menarik..sy jg baru tau mbak di HK lo, afwan ketauan jarang berkunjung nih hehe.. ^^

  16. ratnapratiwi said: syukron udah share mbak.. cerita yang menarik..sy jg baru tau mbak di HK lo, afwan ketauan jarang berkunjung nih hehe.. ^^

    Waiyyakum, Ukhty Ratna. Hehe biasa la tu. MP memang sdh mulai jarang kunjung mengunjungi. Ukhty sudah gabung di Islam Under Attack (IUA)kah? Di sana masih sering terjadi diskusi bersama Ukhty. Masih saling berkunjung. Insya Allah. 🙂

  17. qqcakep said: Yang penting tetap memegang prinship, Pak. Berbaur tapi tidak melebur 🙂

    Ini yang paling penting kok..

  18. zanikhan said: Ini yang paling penting kok..

    Hu’um. Semoga tetap istiqomah 🙂 Syukron Akhy Zani 🙂

  19. emang kamu sudah di HK lagi qq kuh…??

  20. cupluk0025 said: emang kamu sudah di HK lagi qq kuh…??

    Hehe.., baru tahukan Mas Eko? 😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Seni Hidup

=Ketidaksempurnaan Itu Cantik=

My Blog

My WordPress Blog

evRina shinOda

CORETAN LAIN BLOG EVRINA

Aksara Nomaden

Merindukan itu nyata. Mengulang kenangan hanya utopia.

TERANG DIARY

catatan sehari-hari terang

Right-Magic!

Merekah kedalaman dalam pikir

FOTOCOPY PERCETAKAN PRINTING MURAH JAKARTA

Percetakan | Fotocopy | Penjilidan | Printing | Desain | Finising| ATK Dll

PERCETAKAN JAKARTA PUTRA MANDIRI

Percetakan, Foto Copy, Penjilidan, Pengetikan, Design Grafhis, Print dan Komputer

Cha Fitoria

Let's Love...

Catatan Kenangan

Serba-serbi jejak yang tertulis

Impossible

Selamat Datang , dan Terimakasih Telah Berkunjung

Bacotan Madi Amplang

karena kamu baca artikel ini,akan aku jadikan kamu istriku

Sandry Boy Sandy

Berpikir Kritis, Menggali Kreatifitas, Tidak Pernah Mengeluh Dan Tetap Semangat, Serta Tetap Tersenyum Meski Tersenyum Dalam Kesedihan

Math on Journey

PMRI Blog: mathematics is all around us

CERITA PRIBUMI

Dari satu tempat ke tempat lain kita bercerita dan berkarya untuk Nusantara

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

Perjalanan Menuju-Nya

kugesa ridha-Mu dengan asa yang tak berujung

Cerita Assa

L'amour Va Trouver Sa Place à S'ancrer Par Lui Même

AMEL OH AMEL

“One day your life will flash before your eyes. Make sure its worth watching.”

%d blogger menyukai ini: