Oleh: Ida Raihan | 15 April 2010

Muslimahnya Hamil, Musliminnya Menghamili

Sore itu, seperti biasa saya sedang menghadap ke robot pengertian bernama computer :D. Seorang ikhwan tiba-tiba menulis sebuah kalimat yang sebenarnya adalah komentarnya di salah satu postingan saya di Facebook. Bunyinya, “Orang melakukan maksiat itu gak berarti dia belum tahu bahwa itu dosa. Tapi karena mereka belum ada keinginan buat taubat. Mungkin juga karena mereka belum mendapat hidayah dari Allah.”

“Kenapa komentar di sini? Tulislah di sana, dengan demikan, akan ada yang membantu menjawab. Dan engkau akan mendapatkan tambahan ilmu dari yang lain.” saya menyahut.

“Hallah biar saja. Mendingan dibilang kacangan ketimbang aku diceramahi.” Sahutnya.

Sekali lagi saya menyahut, “Kayak tanda-tanda orang gak mau nerima hidayah saja.”

“Sebenarnya aku juga heran, aku dulu paling senang dengar pengajian, paling senang kumpul dengan teman-teman Risma (Remaja Islam Masjid). Tapi sekarang aku benci sekali terhadap orang-orang yang sok muslim itu. Semua terjadi semenjak sering ada kejadian, orang yang sok muslim (akhwat) tapi malah hamil di luar nikah. Dan yang menghamili ikhwannya sendiri.”

Astaghfirullah, miris sekali menemui kenyataan seperti ini. Memang apa yang dia sampaikan itu benar adanya. Sudah banyak kejadian seperti yang digambarkannya. Seseorang yang kemana-mana berjilbab rapat, namun ujung-ujungnya diketahui telah mengandung janin di dalam rahimnya. Atau seorang ikwan yang tampak begitu tawadhu’, menjaga pandangan, tahu-tahu didatangi orangtua untuk dimintai pertanggungjawaban terhadap kandungan putrinya.. Sedangkan warga tahu mereka belum menikah. Innalillahiwainnailaihirojiuun…

Seketika pikiran saya melayang pada masa ketika saya bertemu dengan teman di SD dulu. Katanya, “Aku nggak mau memakai jilbab. Bukan apa, tapi kamu dengar sendirikan? Banyak yang atasnya ditutup rapat (berjilbab), tapi bawahnya dieker-eker (cakar-cakar ayam).”
Masya Allah…Betapa mengenaskannya fenomena muslimin/muslimah kita dewasa ini. Kita harus menerima dakwaan yang begitu menyakitkan. Dianggap begitu rendah oleh sebagian orang, karena perbuatan sebagian dari kita sendiri.

Parahnya hal itu memicu trauma tersendiri bagi sebagian yang lain lagi. Yang mungkin hanya melihat dari luarannya, sehingga terjadi apa yang dialami teman saya di atas. Naudzubillah. Padahal seharusnya kita harus bisa objektif dalam memandang dan menilai suatu permasalahan. Kita tidak seharusnya memukul rata hal-hal negative yang pernah terjadi dikalangan akhwat masa kini. Atau tunjukkan pada dunia, bahwa kita beda dengan mereka. Kita tunjukkan bahwa diantara yang merusak citra Ikhwan-Akhwat itu, masih banyak yang tetap berusaha untuk mempertahankan akidahnya. Untuk tetap memurnikan kesuciannya. Bukan justru membenci mereka lalu menghindarkan diri dari ciri-ciri keikhwanan dan keakhwatan. Percayalah, Allah melihat siapa yang bebuat baik dan siapa yang berbuat rusak. Dan sesuai janji-Nya, kita akan dibalas sesuai amal kita. Wallahu’alam…

Ida Raihan
Cheung Sha Wan, Kamis, 15 April 2010 (seputar maghrib).

Iklan

Responses

  1. Semoga Allah Azza Wa Jala senantiasa menjaga kita dari kemaksiatan

  2. arysagusman said: Semoga Allah Azza Wa Jala senantiasa menjaga kita dari kemaksiatan

    Amiin yaa Allah. Sih gambarnya begitu, Jeng? Merah merana…

  3. Jazakillah sharenya mbak…Saat mensupervisi dakwah kampus sekarang…sempat berfikir ingin mengusulkan perubahan ‘extrim’ menyikapi fenomena sperti ini…

  4. friewan said: Jazakillah sharenya mbak…Saat mensupervisi dakwah kampus sekarang…sempat berfikir ingin mengusulkan perubahan ‘extrim’ menyikapi fenomena sperti ini…

    Tugas berat tentunya. Semoga sukses Akhy. Tetap istiqomah dalam fastabiqul khoiroot… 🙂

  5. itulah mengapa Qt tidak boleh mengidoalakan atau menokohkan orang lain dengan berlebih.. karena nantinya akan kecewa… Trauma atau pun tidak,,, semoga Qt tetap ISTIQOMAH

  6. yang baik ikutin, yang tidak baik tinggalin…setiap manusia tidak lepas dari dosa, besar atau kecil. ambil hikmahnya…jadikan pelajaran, trauma muncul karena kita menganggap manusia sperti malaikat.

  7. debukecil said: itulah mengapa Qt tidak boleh mengidoalakan atau menokohkan orang lain dengan berlebih.. karena nantinya akan kecewa… Trauma atau pun tidak,,, semoga Qt tetap ISTIQOMAH

    Yupz! Ukhty Voe, benar. Amiin yaa Allah. Miris sekali dengan kejadian seperti ini.

  8. sehatperkasa said: yang baik ikutin, yang tidak baik tinggalin…setiap manusia tidak lepas dari dosa, besar atau kecil. ambil hikmahnya…jadikan pelajaran, trauma muncul karena kita menganggap manusia sperti malaikat.

    Yupz! Setuju Akhy Sehat (namanya siapa Mas? 😀 ). Semoga kita tidak tertipu dan sentiasa dijaga oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala…

  9. qqcakep said: Yupz! Ukhty Voe, benar. Amiin yaa Allah. Miris sekali dengan kejadian seperti ini.

    ni juga terjadi d tempat ana.. yg tadinya aktif di dakwah sedikit2 menghindar.. dan yang amma semakin menjauh..

  10. debukecil said: ni juga terjadi d tempat ana.. yg tadinya aktif di dakwah sedikit2 menghindar.. dan yang amma semakin menjauh..

    Yaa Allah, musibah melanda di mana-mana ya Ukh? Ah… masih ada harapan untuk kita memperbaiki. Mulai dari diri sendiri 🙂

  11. qqcakep said: Yaa Allah, musibah melanda di mana-mana ya Ukh? Ah… masih ada harapan untuk kita memperbaiki. Mulai dari diri sendiri 🙂

    yah, masih ada harapan

  12. mbak mav…. adalah bijak ketika kita sebagai seorang muslim melihat bukan pada identitas seperti jilbab lebar dan sebagainya.. bahkan seseorang hafizh dan hafizah yang dahulu pesantren bersama ternyata saya kaget dengar kabar bahwa mereka juga melakukan hal2 yang diluar kodrat manusia dan malah terjerumus dalam lingkar neraka… keimanan memang patut diuji oleh Allah SWT dan memang benar pastilah ada orang2 yag gugur karena ujiannya.. lantas apakah ketika ada seorang gugur dengan ujian Allah, lantas kita harus mengenalisir orang2 yang masih bertahan.. seorang guru tasawuf saya mengatakan.. “JILBAB PANJANG SUDAH MENJADI MODE DAN OLEH KARENANYA JANGAN MELIHAT DARI APA YANG TERLIHAT ” Allah tau mana hamba yang munafik yang masih memakai pakaian kenabian dan Allah tau mana hambanya yang berbalik menuju kehariban-Nya..tulisan mbak memang menjadikan pelajaran bagi kita namun mbak, yang dikhawatirkan adalah, sampai menjadikan paradigma bahwa kita mengenalisir dan akhirnya malah mencela orang2 yang masih bertahan.. 🙂

  13. afwan kak…ana ikutan baca, tadi dihantar kan teman ke notes ini…jfs kak..^,^

  14. debukecil said: yah, masih ada harapan

    Insya Allah 🙂

  15. goresanmatapena said: mbak mav…. adalah bijak ketika kita sebagai seorang muslim melihat bukan pada identitas seperti jilbab lebar dan sebagainya.. bahkan seseorang hafizh dan hafizah yang dahulu pesantren bersama ternyata saya kaget dengar kabar bahwa mereka juga melakukan hal2 yang diluar kodrat manusia dan malah terjerumus dalam lingkar neraka… keimanan memang patut diuji oleh Allah SWT dan memang benar pastilah ada orang2 yag gugur karena ujiannya.. lantas apakah ketika ada seorang gugur dengan ujian Allah, lantas kita harus mengenalisir orang2 yang masih bertahan.. seorang guru tasawuf saya mengatakan.. “JILBAB PANJANG SUDAH MENJADI MODE DAN OLEH KARENANYA JANGAN MELIHAT DARI APA YANG TERLIHAT ” Allah tau mana hamba yang munafik yang masih memakai pakaian kenabian dan Allah tau mana hambanya yang berbalik menuju kehariban-Nya..tulisan mbak memang menjadikan pelajaran bagi kita namun mbak, yang dikhawatirkan adalah, sampai menjadikan paradigma bahwa kita mengenalisir dan akhirnya malah mencela orang2 yang masih bertahan.. 🙂

    Di bagian bawah saya telah menulis bahwa tidak semua melakukanperbuatan itu Akhy Agus Coba deh Akhy baca sekali lagi (jika tidak keberatan), dan perhatikan apa yang saya tuliskan :). Terimakaish banyak masukannya ya? 🙂

  16. peneranghati said: afwan kak…ana ikutan baca, tadi dihantar kan teman ke notes ini…jfs kak..^,^

    Silahkan Mbak Hawa. Semoga bermanfaat 🙂

  17. qqcakep said: Di bagian bawah saya telah menulis bahwa tidak semua melakukanperbuatan itu Akhy Agus Coba deh Akhy baca sekali lagi (jika tidak keberatan), dan perhatikan apa yang saya tuliskan :). Terimakaish banyak masukannya ya? 🙂

    mav bila menyinggung.. maksud dari tulisan saya adalah himbauan bagi semua agar tidak mengenalisir… kita tidak munafik ada kejadian demikian namun harus kita sadari banyak seorang muslim dan muslimah yang bertahan dengan keimanannya… dan yang masuk dalam lingkar neraka yau dah masuk aja lo semua keneraka.. 😀 maaf mbak bila menyinggung hati mbak 🙂

  18. goresanmatapena said: mav bila menyinggung.. maksud dari tulisan saya adalah himbauan bagi semua agar tidak mengenalisir… kita tidak munafik ada kejadian demikian namun harus kita sadari banyak seorang muslim dan muslimah yang bertahan dengan keimanannya… dan yang masuk dalam lingkar neraka yau dah masuk aja lo semua keneraka.. 😀 maaf mbak bila menyinggung hati mbak 🙂

    Jangan khawatir, insya Allah, Ida bukan orang yang mudah tersinggung untuk sesuatu yang benar. Sekali lagi terimakasih banyak, Akhy Agus. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menjaga kita semua 🙂

  19. PARAAAAAAAAHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!!!!

  20. menjadiyanglebihbaik said: PARAAAAAAAAHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!!!!

    Hush…! Jangan teriak gitu dunk. Nanti tetangga terbangun. Hayuk tidur tidur…

  21. qqcakep said: Hush…! Jangan teriak gitu dunk. Nanti tetangga terbangun. Hayuk tidur tidur…

    *kicepabisnya siihh..*nunjuk2

  22. menjadiyanglebihbaik said: *kicepabisnya siihh..*nunjuk2

    Wekekekek… :-p

  23. qqcakep said: Amiin yaa Allah. Sih gambarnya begitu, Jeng? Merah merana…

    Kok jeng sih mbak..Itu diblurin br sdkt abstrk..hehehe

  24. arysagusman said: Kok jeng sih mbak..Itu diblurin br sdkt abstrk..hehehe

    Masya Allah. Maaf banget Mas Arys. Ida telah tersalah. Dalam pikiran Ida tika itu, adalah teman perempuan Ida yg namanya Rosa. Maaaaaaaaf namanya hampir sama 😀

  25. qqcakep said: Masya Allah. Maaf banget Mas Arys. Ida telah tersalah. Dalam pikiran Ida tika itu, adalah teman perempuan Ida yg namanya Rosa. Maaaaaaaaf namanya hampir sama 😀

    Waduh sama dimanya..Jauh tahu…Ckckckck…pdhl t profil ikhwnnya ikhwan gthu…haduh..haduh…

  26. arysagusman said: Waduh sama dimanya..Jauh tahu…Ckckckck…pdhl t profil ikhwnnya ikhwan gthu…haduh..haduh…

    Hehe, Maaaaaaf… Itu loh yg IDnya Rosyagus (Rosyagus siapa gitu :D)

  27. ya itu memang fenomena yg banyak terjadi di negeri kita & sangat disayangkan.
    pelaku zina itu hanya individu2 tertentu saja sehingga tak bisa digeneralisir bahwa ikhwan wa akhwat sekarang rusak semua,hanya sebagian kecil yg lepas kendali.
    wallohu a’lam

    • Ya sebagiannya saja. Mudah”an kita semua terjaga. 🙂

      • amiin insya Alloh,hindari khalwat & tetap bertaqwa padaNya 🙂

      • Insya Allah 🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Seni Hidup

=Ketidaksempurnaan Itu Cantik=

My Blog

My WordPress Blog

evRina shinOda

CORETAN LAIN BLOG EVRINA

Aksara Nomaden

Merindukan itu nyata. Mengulang kenangan hanya utopia.

TERANG DIARY

catatan sehari-hari terang

Right-Magic!

Merekah kedalaman dalam pikir

FOTOCOPY PERCETAKAN PRINTING MURAH JAKARTA

Percetakan | Fotocopy | Penjilidan | Printing | Desain | Finising| ATK Dll

PERCETAKAN JAKARTA PUTRA MANDIRI

Percetakan, Foto Copy, Penjilidan, Pengetikan, Design Grafhis, Print dan Komputer

Cha Fitoria

Let's Love...

Catatan Kenangan

Serba-serbi jejak yang tertulis

Impossible

Selamat Datang , dan Terimakasih Telah Berkunjung

Bacotan Madi Amplang

karena kamu baca artikel ini,akan aku jadikan kamu istriku

Sandry Boy Sandy

Berpikir Kritis, Menggali Kreatifitas, Tidak Pernah Mengeluh Dan Tetap Semangat, Serta Tetap Tersenyum Meski Tersenyum Dalam Kesedihan

Math on Journey

PMRI Blog: mathematics is all around us

CERITA PRIBUMI

DARI SATU TEMPAT KE TEMPAT LAIN KITA BERCERITA DAN BERKARYA UNTUK INDONESIA

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

Perjalanan Menuju-Nya

kugesa ridha-Mu dengan asa yang tak berujung

Cerita Assa

L'amour Va Trouver Sa Place à S'ancrer Par Lui Même

AMEL OH AMEL

“One day your life will flash before your eyes. Make sure its worth watching.”

%d blogger menyukai ini: