Oleh: Ida Raihan | 6 Juni 2010

Jaga Dong Perasaan Israel…

Israel Terkutuk!

Israel Keparat! Laknatullah!

Israel Bangsat! Iblis bersembunyi di balik tubuh manusia!

Itulah yang terjadi akhir-akhir ini. Kutukan dan sumpah serapah dari Muslim di sekitar kita terhadap Israel. Bahkan jari-jariku yang tidak bisa diam inipun turut mengetikkan huruf demi huruf sumpah serapah terhadap golongan iblis berjuluk Israel itu. Keparat!

Hari ini, di bawah terik matahari yang terasa membakar kulit, ribuan Muslim Hong Kong turun ke jalan, mengadakan demo ke Embassy Israel di daerah Central.

Dipandu oleh lembaga Dompet Dhuafa, teman-teman dari Indonesiapun turut serta dalam barisan tersebut. Aku satu di antaranya. Sayangnya, warna bajuku nyleneh sendiri. Ketika yang lainnya memakai baju hitam, aku memakai baju warna favoriteku. Blue Sky. Gak sopan betol!

Tapi semua ini bukan kesengajaan. Aku pakai baju biru karena tidak tahu kalau ada saran untuk memakai baju warna hitam. Hikz, lemot amirrrrrr…

Berbagai teriakan untuk mengecam Israelpun diperdengarkan dari mulut-mulut kami yang menginginkan perdamaian bagi Gaza. Dan keruntuhan bagi Israel, terkutuk.

Pada saat itulah, ketika perjalanan kami sudah separuh jalan, aku dipanggil oleh seseorang. Begitu aku menoleh, teryata beliau adalah teman yang di lingkungan kami cukup dikenal kelebihan ilmu pengetahuannya, dibanding teman-teman yang lain. Sehingga beliau menjadi salah satu rujukan bagi kami. Sekaligus guru dalam beberapa pelajaran. Kami salaman, cipika-cipiki sesaat. Setelah itu aku tidak pedulikan beliau lagi. Karena aku ingin meluahkan kemarahanku kepada Israel, keparat. Aku segera kembali bergabung dengan teman-teman yang teriak-teriak menyebut, Isreal Terroris. Namun tiba-tiba kawan tersebut sudah ada di sampingku kembali.

“Dek,” panggilnya. “Jangan teriak-teriak gitu dong.”

“Kenapa, Kak?” tanyaku. Israel memang keparat kok. Pembunuh.” Bantahku.

“Nggak bolehlah.”

“Iya kenapa? Mereka yang memulai. Yahudi terkutuk!” sahutku.

“Tidak semua, Dek.”

“Ya berarti Ida mengutuk mereka yang terkutuk.” Sahutku sekenanya.

“Kita tidak tahu hati mereka, Dek. Hargai dong perasaan mereka.”

“Hah??? Hargai perasaan mereka?” seketika aku tinggalkan beliau. Merangsek ke barisan depan. Semakin keras meminta kebebasan bagi Gaza. Enak aja, suruh menghargai perasaan Israel! Mereka saja tidak menghargai kita Ummat Islam. Mereka telah melukai hati Ummat Islam sedunia! Aku merutuk jengkel.

Di masa begini, ada ya Muslim yang masih sempat memikirkan perasaan Israel? Hufh… ngacir…

Minggu, 6 Juni 2010 (22:47)

Iklan

Responses

  1. Itu gurumu Otak Udang atau PICEK???

  2. Walah, siapa tuch jeng? 😀

  3. Warga Yahudi emang ga semua yg kyk begitu, tp warga Yahudi yg mana?????????????????masih kecil ajah bukan dibeliin Boneka sama ortunya melainkan Senjata2an…(doktrin dr usia dini)

  4. orangjava said: Itu gurumu Otak Udang atau PICEK???

    Hehe… Bukan guru Ida. kebetulan Ida belum pernah belajar ke beliau. Ida menghargai karena Ida tahu beliau memiliki pengetahuan di atas rata” 🙂

  5. ivoniezahra said: Walah, siapa tuch jeng? 😀

    Dirimu belum kenal, Jeng. Tapi beliau aktif di banyak tempat. Mengajar 🙂

  6. beeglay said: Warga Yahudi emang ga semua yg kyk begitu, tp warga Yahudi yg mana?????????????????masih kecil ajah bukan dibeliin Boneka sama ortunya melainkan Senjata2an…(doktrin dr usia dini)

    Hwehehehe.. tunjukin ke Ida juga dunk. Yahudi yanga mana? Lho malah balik tanya. Adalah wajib jika Gaza juga mengimbangi itu. Apalagi Israel berani main keroyok. Nangkap satu anak saja bawa limabelas tentara. Hikz…

  7. aneh…

  8. jaraway said: aneh…

    Hu’um…

  9. Loh ko comment ku ilang??Walah jan…….. ra beres tenan kie :(Tadi comment ku begini Q…….Mungkin dia ada darah Israel nya kale, makanya bilang gak semuanya begituEnak juga ya Q, bisa tereak2 ngeluarin unek2 dalam hati

  10. rosyagus said: Loh ko comment ku ilang??Walah jan…….. ra beres tenan kie :(Tadi comment ku begini Q…….Mungkin dia ada darah Israel nya kale, makanya bilang gak semuanya begituEnak juga ya Q, bisa tereak2 ngeluarin unek2 dalam hati

    Tadi belum tersubmit kali, Say… Qq juga sering ngalamin begitu.Keknya nggak la. Dia keturunan kalimantan asli soalnya. Tadi ada dua orang yang pendapatnya begitu. Jadi ya udah mending Qq tinggalkan saja, dari pada debat 😀

  11. wedew..tega sekali bicara seperti itu..emangnya dia gak mikirin apa perasaannya bangsa Palestina yg notabene saudaranya sendiri? huff..

  12. rafishop said: wedew..tega sekali bicara seperti itu..emangnya dia gak mikirin apa perasaannya bangsa Palestina yg notabene saudaranya sendiri? huff..

    Tu la. Qq juga heran banget. Makanya segera saja Qq tinggal dari pada debat. Njengkelin. Hikz…

  13. kita memang tidak membenci yahudi tapi yang kita benci adalah Israel…. karena sekarang ini ga semua yahudi setuju klo ada tanah yang dijanjikan..

  14. goresanmatapena said: kita memang tidak membenci yahudi tapi yang kita benci adalah Israel…. karena sekarang ini ga semua yahudi setuju klo ada tanah yang dijanjikan..

    Oya? Di mana bisa baca berita megenainya, Akhy Agus? Tentang Yahudi yang gak setuju tentang tanah yang dijanjikan itu.

  15. israil emang mau memperluas wilayahnya ke palestina,jadi menurutku itu hanyalah sebuah trik-trik israil untuk bisa menguasai wilayah2 palestina untuk warganya..

  16. cupluk0025 said: israil emang mau memperluas wilayahnya ke palestina,jadi menurutku itu hanyalah sebuah trik-trik israil untuk bisa menguasai wilayah2 palestina untuk warganya..

    Maknaya gak salah jika akhirnya kita ummat Islam berdoa untuk kehancuran mereka.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Seni Hidup

=Ketidaksempurnaan Itu Cantik=

My Blog

My WordPress Blog

evRina shinOda

CORETAN LAIN BLOG EVRINA

Aksara Nomaden

Merindukan itu nyata. Mengulang kenangan hanya utopia.

TERANG DIARY

catatan sehari-hari terang

Right-Magic!

Merekah kedalaman dalam pikir

FOTOCOPY PERCETAKAN PRINTING MURAH JAKARTA

Percetakan | Fotocopy | Penjilidan | Printing | Desain | Finising| ATK Dll

PERCETAKAN JAKARTA PUTRA MANDIRI

Percetakan, Foto Copy, Penjilidan, Pengetikan, Design Grafhis, Print dan Komputer

Cha Fitoria

Let's Love...

Catatan Kenangan

Serba-serbi jejak yang tertulis

Impossible

Selamat Datang , dan Terimakasih Telah Berkunjung

Bacotan Madi Amplang

karena kamu baca artikel ini,akan aku jadikan kamu istriku

Sandry Boy Sandy

Berpikir Kritis, Menggali Kreatifitas, Tidak Pernah Mengeluh Dan Tetap Semangat, Serta Tetap Tersenyum Meski Tersenyum Dalam Kesedihan

Math on Journey

PMRI Blog: mathematics is all around us

CERITA PRIBUMI

Dari satu tempat ke tempat lain kita bercerita dan berkarya untuk Nusantara

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

Perjalanan Menuju-Nya

kugesa ridha-Mu dengan asa yang tak berujung

Cerita Assa

L'amour Va Trouver Sa Place à S'ancrer Par Lui Même

AMEL OH AMEL

“One day your life will flash before your eyes. Make sure its worth watching.”

%d blogger menyukai ini: