Oleh: Ida Raihan | 18 November 2010

~Ekspedisi Iedul Adha ~Allah Tidak Kabulkan Doaku

Melihat kelucuan dan betapa menggemaskannya mereka, rasanya aku begitu iri kepada mereka-mereka yang memiliki malaikat-malaikat kecil itu. aku ingin menjadi satu di antara mereka. Seorang ibu yang memiliki buah hati yang begitu ceria.

Iedul Adha, ketika aku berkunjung ke rumah mertua, ternyata semua iparku juga ada di sana, semua membawa anak hasil pernikahan mereka. Ada yang sudah punyai satu, dua, dan tiga anak. Semua datang bersama keluarga mereka. Hanya aku yang seorang saja. Halus tapi nyata ada sesuatu yang menggedor-nggedor dalam ruang jiwa yang hampa. Panggilan kodrati.

“Ummi…” Panggil mereka ketika meminta sesuatu kepada Bunda masing-masing. Sementara aku hanya bisa menyentuh, meraba mereka sesaat saja. Mereka tidak bisa berlama-lama berdekatan denganku, karena memang belum mengenalku. Tapi Rabb, akankah aku juga mendapat panggilan mesra itu? Ungkapan kalimat Ummi dari bibir malaikat kecil yang lahir dari rahimku? Kapan itu? Aku mendamba…

Menikmati Iedul Adha bersama keluarga suami, sesuatu yang baru dalam hidupku. Ada bahagia di sana, ada bangga ketika berhadapan dengan kedua mertua. Meskipun aku pendatang baru dalam keluarga itu, mereka tidak membeda-bedakan antara aku dan menantu yang lain. Semua menyenangkan. Dalam hati bertanya, akankah ini terus berlanjut? Semakin terharu, ketika akan berpisah, nasihat indah disampaikan oleh mertua laki-lakiku. “Lakukan semuanya karena Allah. Mengadu dan memintalah kepada Allah. Jangan kau niatkan segala usahamu untuk dunia.”

Subhanallah… Aku terharu. Aku tersentuh akan kalimat itu. Terimakasih banyak, Bapak. Uhibbukumfillah… Aku bahagia bisa mengenal engkau. Aku terharu ketika engkau mengusap kepalaku diujung pertemuan kita. Sesuatu yang telah bertahun-tahun tidak kudapatkan dari ayahku. Semoga Allah memberkahi engkau selalu.

Perjalanan kulanjutkan setelah sempat semalaman merampas kamar adik ipar. ~semoga ia redha.. :-p~

Dengan naik bus jurusan Cakung-KP. Melayu, aku sampai di Kampung Melayu. Di sini nasib sial menghampiri. Aku bertengkar dengan sopir Angkot! Hikz…

“Cari uang bukan begini caranya dong, Bang!” teriakku marah. Aku sudah merasa capek setelah sejak jam sepuluh berada di dalam kendaraan. Perutpun rasanya sudah seperti dikocok ingin mengeluarkan isinya. “ Ngerjain orang!”

“Kalau mau cepet ya disewa sendiri saja, Mbak.” Dia menyahut. Membela diri “Siapa juga yang ngerjain.”

“Kalau saya orang kaya, saya nggak akan naik angkot beginian!” Aku semakin kesal. Bagaimana tidak? kepalaku rasanya benar-benar sudah keliyengan ingin minta diistirahatkan. Naik angkot 06 mau ke Pasar Rebo malah dibawa kearah sebaliknya. Padahal sudah dijelaskan saya mau ke Pasar Rebo. Sopir meyakinkan bahwa angkot mau ke pasar Rebo. Ternyata dibawa muter dulu di sekitar Kampung Melayu hingga lebih kurang satu jam! Hufh… bisa bayanginkan Prendz?

Heran rasanya, kenapa mereka tega dan santai saja ketika melakuan penipuan kecil ini. Hanya demi uang tiga atau empat ribu saja. Tidakkah mereka berfikir bahwa penumpang bukan semuanya orang-orang santai? Bagaimana jika penumpang itu sedang dikejar waktu?

Seketika aku teringat lagi pada satu negara yang bersih dan disiplin. Hong Kong. Di sana para sopirnya menghargai waktu sang penumpang. Mereka akan menolak jika penumpang itu sedang berdiri di tempat yang salah. Dan mau menunjukkan kemana arah yang benar. Bukan sebaliknya justru memanfaatkan ketidaktahuan untuk menambah penghasilan yang sedikit. Yang dapat diragukan keberkahannya. Adakah sopir angkot yang membaca ini? Adakah di antara mereka yang bermain FB? Cubalah pikirkan, betapa tidak enaknya diperlakukanbegitu. Padahal, tidak perlulah berbohong untuk mendapatkan rizki. Dengan kejujuran pun Allah tetap akan memberikan rizkimu. Rizki yang telah Ia tentukan, tidak akan pernah tertukar dengan yang lainnya. Mengapa mesti nekad melakukan panipuan untuk sebuah keuntungan yang tak seberapa?

Akhirnya dalam diam plus mecucu karena dongkol aku berdoa, “Moga aja nggak ada penumpang lagi. Biar dia insaf!”

Tapi Prendz, glodak dah! Allah tidak kabulka doaku, karena penumpangnya justru banyak. Hikz… L

Jakarta Timur, 19 November 2010 (Sepertiga malam akhir)

Iklan

Responses

  1. saya sebut itu sebagai panggilan jiwa. Britney Spears saat ditanya “apa cita cita Anda?”, si bintang itu menjawab, “menikah dan punya anak. itu cita cita saya”.btw, ane juga mau tuh 🙂

  2. samanihudson said: saya sebut itu sebagai panggilan jiwa. Britney Spears saat ditanya “apa cita cita Anda?”, si bintang itu menjawab, “menikah dan punya anak. itu cita cita saya”.btw, ane juga mau tuh 🙂

    Yupz! Hal seperti ini sudah pasti dialami oleh kaum ibu. Thankz Mas Samani 🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Seni Hidup

=Ketidaksempurnaan Itu Cantik=

My Blog

My WordPress Blog

evRina shinOda

CORETAN LAIN BLOG EVRINA

Aksara Nomaden

Merindukan itu nyata. Mengulang kenangan hanya utopia.

TERANG DIARY

catatan sehari-hari terang

Right-Magic!

Merekah kedalaman dalam pikir

FOTOCOPY PERCETAKAN PRINTING MURAH JAKARTA

Percetakan | Fotocopy | Penjilidan | Printing | Desain | Finising| ATK Dll

PERCETAKAN JAKARTA PUTRA MANDIRI

Percetakan, Foto Copy, Penjilidan, Pengetikan, Design Grafhis, Print dan Komputer

Cha Fitoria

Let's Love...

Catatan Kenangan

Serba-serbi jejak yang tertulis

Impossible

Selamat Datang , dan Terimakasih Telah Berkunjung

Bacotan Madi Amplang

karena kamu baca artikel ini,akan aku jadikan kamu istriku

Sandry Boy Sandy

Berpikir Kritis, Menggali Kreatifitas, Tidak Pernah Mengeluh Dan Tetap Semangat, Serta Tetap Tersenyum Meski Tersenyum Dalam Kesedihan

Math on Journey

PMRI Blog: mathematics is all around us

CERITA PRIBUMI

DARI SATU TEMPAT KE TEMPAT LAIN KITA BERCERITA DAN BERKARYA UNTUK INDONESIA

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

Perjalanan Menuju-Nya

kugesa ridha-Mu dengan asa yang tak berujung

Cerita Assa

L'amour Va Trouver Sa Place à S'ancrer Par Lui Même

AMEL OH AMEL

“One day your life will flash before your eyes. Make sure its worth watching.”

%d blogger menyukai ini: