Oleh: Ida Raihan | 18 November 2010

Ikhwan-Akhwat SMS-an? Boleh Dong, Kan Silaturrahmi!

Saat ini, saya merasa beruntung sekali karena mendapat kesempatan yang sangat langka. Bahkan mungkin tidak didapat oleh yang lain. Kesempatan untuk membaca puluhan kisah ikhwan dan akhwat yang pernah terlibat dengan urusan hati. Cinta. Ada yang terjebak ke dalam lingkaran larangan, ada pula segelintir yang berjuang mati-matian untuk kokoh mempertahankan prinshipnya, menjaga hati hingga selamat untuk dilabuhkan kepada sosok yang tepat, dalam keadaan yang tepat. Dan ketika segalanya telah disyahkan menjadi suatu ibadah karenanya. Subhanallah… Saya sempat dibuat iri oleh perjuangan segelintir ikhwan akhwat tersebut. Mengingatkan saya ketika masa-masa lajang saya hampir berakhir.

Saya yang begitu ingin mempertahan prinship dengan menanamkan tekad anti pacaran dalam hidup saya, ternyata luput dari semua rencana. Di akhir masa lajang saya, saya sempat terjebak oleh perhatian seorang ikhwan yang semula sama sekali tidak saya harapkan, namun karena perhatian dan tausiyahnya yang terus menerus, hati saya luluh juga. Dan saya menikmati tausiyah-tausiyah yang ia kirimkan selalu. Dan saya merasa senang ketika mendapati sapaannya yang berupa salam semata. Astaghfirullah…

Beruntung itu tidak lama. Saya masih diselamatkan oleh Allah melalui salah seorang hamba-Nya yang sholeh, yang kini telah syah menjadi suami saya. Alhamdulillah.

Di satu sisi, saya juga kecewa dengan seorang ikhwan yang saya tahu dari teman terdekat saya, dia adalah aktivis dakwah di daerahnya sana. Ia menjadi seorang panutan ummat. Jangkauan dakwahnya luas. Namun ia dengan ringan bisa menelepon akhwat yang sempat menarik hatinya. Akhwat yang belum syah menjadi apa-apanya. Yang belum halal baginya. Hanya untuk melepas kangen, saling mengenal. Mungkin, tak mengapa jika itu dilakukannya sekali dua untuk suatu kepentingan, tapi jika sudah berulang-ulang? Apalagi? Padahal ia tahu hukum berkhalwat!

Lebih kecewa lagi katika saya menerima telepon dari istri ikhwan tersebut yang mengadukan kekecewaannya mendapati SMS-SMS dari si akwat yang ditargetkan oleh si ikhwan. Saya memang tidak membaca SMSnya, tapi saya yakin istri tersebut tidak mengada-ada, karena ia telah diketahui keshalehahannya. Dan saya melihat secara langsung bagaimana interaksi si ikhwan dengan akhwat yang dimaksud oleh si sitri. Saya sudah sering mengingatkan kepada si akhwat bahwa interaksi mereka sudah kelewatan. Tetapi, dengan alasan silaturrahmi, apa yang saya sampaikan bak angin lalu yang tiada guna. Sampai di sini, saya berhenti. Toh mereka sama-sama tahu batasan-batasan bermuamalah antara ikhwan dan akhwat yang dibenarkan di dalam Islam.

Tetapi, saya mulai terusik kembali ketika saya mendapati inbox FB saya, disapa seseorang, lengkap dengan tuduhannya bahwa Ida Raihanlah yang telah menjodohkan ikhwan dan akhwat tersebut. Glodak!

Saya lebih baik berhasil mencomblangi 100 ikhwan-akhwat yang masih membujang dari pada mencomblangi seorang pria yang telah beristri! Hufh…!

Untuk Ikhwan yang merasa, cubalah mengerti perasaan istrimu. Kalaupun engkau ingin mendua, musyawarahnkanlah dengan cara yang baik, agar tidak melukai istri pertamamu. Tempuhlah dengan cara yang baik, yang tidak menyalahi syariat. Minta keredhaannya agar ia tidak kecewa. Apalagi ia telah menemani hidupmu selama belasan tahun. Di dalam Islam memang dibolehkan melakukan ta’adud, tetapi, alasan yang dikemukakan haruslah syar’i. Bukan karena nafsu! Apalagi sekedar melihat kecantikannya semata. Naudzubillah…

Jangan dengan alasan menikahinya karena agama, tetapi yang ditempuh jalan yang sama sekali tidak syar’i. Saling berkirim SMS, menelepon, kangen, rindu, puisi-puisi cinta, saling berkomentar yang tidak penting di FB! Hufh… tidakkau engkau menyadari, mata lain yang memandang saja merasa sebah? Engkau bukan lagi ABG yang perlukan semacamnya. Tetapi engkau sudah matang dalam mengambil langkah.

Saya tidak berniat menasehati atau berkhotbah, tetapi saya hanya prihatin, engkau, yang mendapat julukan ikhwan dan akhwat, meskipun engkau tidak merasa, gerak gerikmu telah diperhatikan oleh orang-orang sekitarmu. Tindak-tandukmu banyak diambil contoh oleh orang-orang awam di sekitarmu. Jika kelakuanmu begitu, apa kata mereka? Sadarkah engkau? Mereka akan bilang, “Ah.. dia yang panutan aja begitu, kenapa aku tidak?” Tuing tuing banget bukan?

Mengertilah… jangan sampai alasan silaturrahmi, menjadikanmu runtuh nilai di mata ummat. Lebih-lebih di mata Allah. Runtuh nilai akbit cinta. Naudzubillah…

Sekali lagi, saya bukan bermak
sud menggurui. Saya hanya ingin mengungkapkan kepedulian saya kepada teman seperjuangan, teman yang menyeru menuju jalan keredhaan-Nya. Semoga engkau redha karenanya…

Untuk Ukhty yang telah curhat kepada saya sore ini, saya telah memenuhi permintaanmu, kewajiban saya telah gugur untuk mengingatkan mereka. Semoga bisa diambil hikmahnya dari tulisan ini. Mohon maaf jika kurang berkenan. Semoga Allah ampunkan kesalahan yang telah saya buat.

Jakarta Timur, Jum’at, 29 Oktober 2010 (22:37)

Iklan

Responses

  1. qqcakep said: Jangan dengan alasan menikahinya karena agama, tetapi yang ditempuh jalan yang sama sekali tidak syar’i

    Ah…..berasa di tampar.Tfs mbak Ida. Apa kabar? 🙂

  2. buat sy meniatkan berusaha mencari jodoh

  3. sudah di jakarta timur tho….sudah selesai kah urusan di negeri seberangnya?barakallahu fiik

  4. katerinas said: Ah…..berasa di tampar.Tfs mbak Ida. Apa kabar? 🙂

    Hayu hayu kenapa ini? Maaf ya Jeng bukan niat kasih tamparan, nyentil aja sebenarnya :DAlhamdulillah baik. Gmn kbr Jeng Katerinas dan keluarga?

  5. faysal77 said: buat sy meniatkan berusaha mencari jodoh

    Tapi jangan lama” ta’arufnya Pak. Bahaya 😀 segerakan lebih baik insya Allah 🙂

  6. muqorrobin said: sudah di jakarta timur tho….sudah selesai kah urusan di negeri seberangnya?barakallahu fiik

    Alhamdulillah, sudah kumpul dengan keluarga Ustadz. Sebenarnya belum benar” selesai sih. Tapi rupanya Allah berkehendak sampai di sini :)Aamiin yaa Allah. Bagaimana keluarga Ustada Syaikhul dan keluarga?

  7. alhamdulillah kami sekeluarga baik. tinggal di jakarta timur juga sekarang, tepatnya pondok kelapa.

  8. muqorrobin said: alhamdulillah kami sekeluarga baik. tinggal di jakarta timur juga sekarang, tepatnya pondok kelapa.

    Heh?? Kok tahu” sudah di Jakarta. Perasaan kemarin masih ngajar di Malaysia.Kayaknya jauh tu, Ustadz. Qq ada di daerah Kalisari. Deket Cijantung. Barokallahufiikum…

  9. kalo sudah ready,pastinya.. Soalnya saya sulit keluar rumah

  10. kalo menebar kejelekan orang wlau ga sebut nama, diperbolehkan juga, ya, di Islam? salam kenal 🙂

  11. faysal77 said: kalo sudah ready,pastinya.. Soalnya saya sulit keluar rumah

    Heh?? Baru kali ini deh ‘dengar’ada cowok sulit keluar rumah. Dipingit ya? Hehe…Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memudahkan urusan Akhy Faysal 🙂

  12. yaviajah said: kalo menebar kejelekan orang wlau ga sebut nama, diperbolehkan juga, ya, di Islam? salam kenal 🙂

    Tentu saja tidak. Islam mengajarkan kebaikan bukan kerusakan! Dan tulisan di atas sama sekali bukan menyebarkan keburukan orang, tetapi Ida mengajak untuk kembali meluruskan niat dalam melangkah.Salam kenal juga Mbak Yavi. Semoga bisa saling berbagi manfaat.

  13. qqcakep said: Namun ia dengan ringan bisa menelepon akhwat yang sempat menarik hatinya. Akhwat yang belum syah menjadi apa-apanya. Yang belum halal baginya. Hanya untuk melepas kangen, saling mengenal. Mungkin, tak mengapa jika itu dilakukannya sekali dua untuk suatu kepentingan, tapi jika sudah berulang-ulang? Apalagi? Padahal ia tahu hukum berkhalwat!

    hmmmm sedih mendengarnya…semoga istrinya selalu bersabar atas semua prilaku suaminya ini….

  14. niningdwie said: hmmmm sedih mendengarnya…semoga istrinya selalu bersabar atas semua prilaku suaminya ini….

    Hal seperti ini nggk cukup disabarin saja Ukh. Mesti didesak tuh si suami. Mau serius atau mau main-main 🙂

  15. assalamualaikum kalau ingin curhat dimana yah disini forum yg tepat??

  16. ingin curhat tapi malu nih

  17. putriseptianah said: assalamualaikum kalau ingin curhat dimana yah disini forum yg tepat??

    Wa’alaikumussalamwarohmatullahiwabarokaatuhu… Lakukanlah Ukhty. Insya Allah, jika Qq bisa bantu, semoga ada jalan yang baik daripada-Nya 🙂

  18. putriseptianah said: ingin curhat tapi malu nih

    Jika Ukhty ingin lebih aman, di messags aja Ukh 🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Seni Hidup

=Ketidaksempurnaan Itu Cantik=

My Blog

My WordPress Blog

evRina shinOda

CORETAN LAIN BLOG EVRINA

Aksara Nomaden

Merindukan itu nyata. Mengulang kenangan hanya utopia.

TERANG DIARY

catatan sehari-hari terang

Right-Magic!

Merekah kedalaman dalam pikir

FOTOCOPY PERCETAKAN PRINTING MURAH JAKARTA

Percetakan | Fotocopy | Penjilidan | Printing | Desain | Finising| ATK Dll

PERCETAKAN JAKARTA PUTRA MANDIRI

Percetakan, Foto Copy, Penjilidan, Pengetikan, Design Grafhis, Print dan Komputer

Cha Fitoria

Let's Love...

Catatan Kenangan

Serba-serbi jejak yang tertulis

Impossible

Selamat Datang , dan Terimakasih Telah Berkunjung

Bacotan Madi Amplang

karena kamu baca artikel ini,akan aku jadikan kamu istriku

Sandry Boy Sandy

Berpikir Kritis, Menggali Kreatifitas, Tidak Pernah Mengeluh Dan Tetap Semangat, Serta Tetap Tersenyum Meski Tersenyum Dalam Kesedihan

Math on Journey

PMRI Blog: mathematics is all around us

CERITA PRIBUMI

Dari satu tempat ke tempat lain kita bercerita dan berkarya untuk Nusantara

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

Perjalanan Menuju-Nya

kugesa ridha-Mu dengan asa yang tak berujung

Cerita Assa

L'amour Va Trouver Sa Place à S'ancrer Par Lui Même

AMEL OH AMEL

“One day your life will flash before your eyes. Make sure its worth watching.”

%d blogger menyukai ini: