Oleh: Ida Raihan | 17 Desember 2011

Adakah Sama Rasaku dengan Rasa-Mu, Tuhan?

Puncak kekesalan sangat terasa malam ini.

Bermula dari hilangnya ponselku pada Selasa, 13 Desember malam. Ketika aku menyadari handphone E63 milikku tiada lagi di sisiku.

“Sudah Mbak Ida, ikhlasin. Karena udah di tangan orang lain, gak mungkin ia akan kembali.” Kalimat ini diperdengarkan oleh beberapa teman-temanku.

“Bagaimana bisa? Benda itu adalah kenangan. Dan aku akan terus membawanya. Terus.” Sahutku kesal terhadap teman-teman yang menyarankan agar aku mengikhlaskan benda tersebut. Semalaman suntuk aku tidak bisa tidur, aku terus memohon kepada Allah agar benda itu dikembalikan kepadaku.

Di keheningan malam dalam sedih, kusempatkan menulis dua SMS dengan inti yang sama. Salah satunya berbunyi, “Siapapun engkau yang telah menemukan ponselku ini, aku yakin kamu adalah orang yang memiliki hati dan cinta. Tolonglah, aku mohon padamu. Kembalikanlah benda ini kepadaku. Engkau tahu? Benda ini sangat berarti bagiku. Ia adalah kenangan dari seseorang yang teramat aku cintai, yang kini tiada lagi di sisiku. Jika engkau menginginkan sejumlah uang, kau bisa mengembalikan benda ini padaku, dan aku akan menggantinya dengan sejumlah uang kepadamu. Tolonglah, aku mohon, kembalikanlah ia padaku. Kau tahu arti sebuah kenangan bukan? Aku berjanji, aku tidak akan menyebut-nyebut namamu di depan teman-temanku. Tolonglah…”

Lalu kukirimkan SMS tersebut ke nomor ponselku.

Bergantinya malam menjadi hari esok, aku masih menyambung doaku. Aku berkeyakinan benda itu adalah milikku. Berpegang pada hukum menanam dan memetik, maka aku percaya orang yang menemukan ponselku akan mengembalikannya kepadaku. Karena, selama ini, aku selalu bersuara (menggembar-gemborkan) jika menemukan benda yang bukan hakku. Entah itu berupa uang maupun benda. Apapun itu.

Maka Allah benar-benar Maha Pengabul. Sehari setelahnya, setelah hampir pada setiap tarikan nafasku, mengucap permintaan kepada-Nya, “Allah, benda itu milikku. Ianya halal ya Allah. Kembalikanlah padaku. Aku mohon, Allah.”

Subhanallah, sore usai aku wudhu tuk sholat asar, benda itu tampak oleh kedua mataku. Berdiri di pojok lantai dua dekat kamar mandi. Allah benar-benar Maha Pengabul!

Dadaku seketika berdegup kencang. Airmataku merembes, aku langsung berlari menuju kamar setelah meyakinkan diri bahwa itu benar-benar ponselku. Lalu kupeluk teman terdekatku. Kulanjutkan dengan sujud syukur dan sholat asar. Akupun mengumumkan kepada sebagian orang bahwa ponselku yang hilang telah kembali.

Dan sebagai bentuk rasa syukurku, aku berbagi sedikit rizkiku kepada teman-teman di sekelilingku, meskipun perorang hanya kebagian sebungkus es krim. Rasanya aku senang bisa melakukannya.

Tetapi, ternyata semua tidak berhenti sampai di sini. Justru aku dibuat kesal sekesal-kesalnya! Bukannya bersyukur atas pemberian yang sedikit ini, sebagian teman malah minta yang aneh-aneh.

“Ini baru pembukaan, penutupannya apa lagi, Da?”

“Yang dipinta itu nasi goreng ama es teh, Da. Lalu dimakan bareng-bareng di kamar cewek.”

“Lagi dong, Da. Kurang nie.”

“Lagi dong, aku belum kebagian.” Padahal udah kebagian paling pertama.

“Da, katanya mau ditraktir, mana?” Padahal aku sendiri yang mengulurkan sebungkus es cream kepadanya.

Dan banyak lagi permintaan-permintaan yang membuatku pening. Memangnya aku ini boss yang banyak duit apa? Dikasih ati ngerogoh ampela! Aku jadi kapok sekapok-kapoknya melakukan kebaikan ini. Apalagi setelah aku menolak permintaan mereka, muncul kelimat, “Pelit!”

Yaa Allah! Sama sekali tiada syukurnya.

Aku jadi berfikir, apakah seperti ini kondisiku terhadap pemberian Allah? Tidak ada rasa syukurnya sama sekali? Diberi yang menurut-Nya terbaik tapi masih mengeluh dan menginginkan yang lain lagi?

Astaghfirullah…Bagaimana jika Allah sampai kapok memberi padaku lagi? Oh… Ampunkan aku, Yaa Allah. Apa jadinya dengan diri ini jika Engkau kapok memberi kepadaku?

Engkau Maha Pemurah, Engkau pasti tidak akan pernah kapok memberi apapun kepada hamba-hamba-Mu. Aku yakin. Karena perasaan ini tidaklah sama dengan Rasa-Mu yang begitu besar kasihnya…

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. QS Ibrahim ayat 7.

Ida Raihan

http://qqcakep.wordpress.com

Bintaro, Minggu, 18 Desember 2011 (00:56)

Iklan

Responses

  1. saya jg belum kebagian lho Mb 😀

  2. arifah89 said: saya jg belum kebagian lho Mb 😀

    Ah… nyebelin :-p

  3. mbk izin share tulisan2 mbk ea,mo diterbitin d mading mesjidinsyaAllah

  4. luecy said: mbk izin share tulisan2 mbk ea,mo diterbitin d mading mesjidinsyaAllah

    Silahkan, Mbak Luecy, mudah”an bermanfaat 🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Seni Hidup

=Ketidaksempurnaan Itu Cantik=

My Blog

My WordPress Blog

evRina shinOda

CORETAN LAIN BLOG EVRINA

Aksara Nomaden

Merindukan itu nyata. Mengulang kenangan hanya utopia.

TERANG DIARY

catatan sehari-hari terang

Right-Magic!

Merekah kedalaman dalam pikir

FOTOCOPY PERCETAKAN PRINTING MURAH – JAKARTA

Percetakan | Fotocopy | Penjilidan | Printing | Desain | Finising| ATK Dll

PERCETAKAN JAKARTA PUTRA MANDIRI

Percetakan, Foto Copy, Penjilidan, Pengetikan, Design Grafhis, Print dan Komputer

Cha Fitoria

Let's Love...

Catatan Kenangan

Serba-serbi jejak yang tertulis

Impossible

Selamat Datang , dan Terimakasih Telah Berkunjung

Bacotan Madi Amplang

karena kamu baca artikel ini,akan aku jadikan kamu istriku

Sandry Boy Sandy

Berpikir Kritis, Menggali Kreatifitas, Tidak Pernah Mengeluh Dan Tetap Semangat, Serta Tetap Tersenyum Meski Tersenyum Dalam Kesedihan

Math on Journey

PMRI Blog: mathematics is all around us

CERITA PRIBUMI

Dari satu tempat ke tempat lain kita bercerita dan berkarya untuk Nusantara

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

Perjalanan Menuju-Nya

kugesa ridha-Mu dengan asa yang tak berujung

Mr. Assa

L'amour Va Trouver Sa Place à S'ancrer Par Lui Même

AMEL OH AMEL

“One day your life will flash before your eyes. Make sure its worth watching.”

%d blogger menyukai ini: