Oleh: Ida Raihan | 18 Desember 2011

Sekali Dayung Dua Pulau Terlampaui, Atau Sekali Tepuk Langsung Tumbang?

 

 

 

Pada tanggal 3 Desember lalu, sempat membaca pengumuman di millist, tentang diadakannya beasiswa pelatihan menulis skenario. Akan dipilih tujuh orang yang beruntung. Dengan syarat menulis kepada pihak penyelenggara, alasan-alasan mengapa seseorang layak mendapatkan beasiswa tersebut. Dengan semangat tinggi akupun ikut menulis. Lengkap dengan alasan-alasannya. Setengah lembar tulisan yang jumlahnya sekitar 200 kata sesuai permintaan panitia, kusiapkan. Namun sayang sekali, begitu tulisan selesai edit dan beniat segera mengirimkannya, ternyata alamat email yang dimaksud sudah terdelete dari inbox millist. Terpaksa keinginan itu batal.

Tidak lama kemudian, muncul lagi info yang intinya sama. Bertempat di daerah yang sama. Ciputat. Kalau sebelumnya pengisi materinya adalah Pak Sokat Rachman, kali ini akan diisi oleh Aditya Gumay. Dan akan mendapatkan tempat duduk bagi 40 peserta pendaftar pertama. Maka Tanpa berpikir panjang lagi, akupun segera mengirim pendaftaran. Sial kedua, pendataranku tidak mendapatkan respon. Akhirnya petualangpun selesai. Tak ada lagi keinginan tuk mengikuti workshop kepenulisan skenario akhir-akhir ini. Berharap aka nada Dewifortune di lain masa J

Sampai tiba hari ini, Minggu 18 Desember 2011, salah seorang kenalan mengajak untuk turut hadir dalam acara penyerahan hadiah lomba cerpen yang diadakan oleh FLP Wilayah, di daerah Ciputat. Aku benar-benar hadir meskipun keadaan badan kurang sehat. Padahal waktu bangun pagi masih seger buger, karena itulah usai sholat subuh pergi marathon bersama beberapa teman penghuni asrama.

Pukul 08:30-an sudah sampai di depan UIN. Adabeberapa remaja putri berjilbab sedang berdiri di halte. Diam-diam aku mengawasi mereka. Semua terlihat santai. Mungkinkah mereka juga akan datang ke acara tersebut?

Setelah cukup lama mengawasi, akhirnya aku mendekati mereka dan bertanya tentang acara perkumpulan para penulis. Semua menggeleng. Tidak tahu.

“Masih diperjalanan, Say. Masih jauh. Ida masuk duluan aja ya?” Begitu lebih kurang jawaban seorang perempuan manis bernama Nisa Salwa setelah kuhubungi di ponselnya.

Semula berniat menunggunya, tetapi dia tetap ingin agar aku masuk duluan. Sekitar 10 menit aku masih menunggu. Namun akhirnya, kuputuskan juga.Adabaiknya menuruti apa kata Nisa. Karena, capek juga kelamaan berdiri di Halte. :-p

Tak ada pilihan selain menghubungi teman yang mengajakku tuk datang di acara tersebut. Sial, pulsa abis semua-mua (tiga kartu), jadi gak bisa menelepon lagi. Akhirnya hanya bisa berkirim SMS. Apesnya lagi, beliaunya gak jelas banget kasihnya petunjuk sebelah kiri atau kanan IIQ? Mau tanya lagi gak enak, karena mengira beliau udah memulai acara. Takut ngeganggu.

Akupun kehausan di pinggir jalan. L

Setelah merasa capek mencari-cari, dan setelah membeli minuman, kukeluarkan HP E63 yang sempat hilang pada 13 Desember lalu. Mengetik kalimat, “Adayang bisa jemput gak? Kalo gak ya sudahlah, Ida putar haluan saja ke acara demo buruh di Istana.” Belum sampai tulisan itu terkirim, tiba-tiba sudah ada yang memanggil tak jauh di depanku, dibatasi gerobak penjual buah.

“Ida Raihan.”

“He…” senyumku segera mengembang. Dan rasa lelah hilang. Tak lama kemudian sampailah kami di tempat. Acara belum dimulai. Baru ada beberapa gelintir manusia saja di aula. Entah pukul berapa acara dimulai. Karena panggilan perut, aku bersama Nisa Salwa pergi mencari makan. Dan ketika kembali pukul sebelas lebih, acara sudah dimulai. Dan sudah memasuki sambutan panitia. Dilanjut oleh dewan juri (Sakti Wibowo dan Arul Khan) yang mengupas tulisan-tulisan hasil lomba. Di lanjut lagi pengumuman yang masuk 9 besar. Lalu juara 1-3, penyerahan hadiah, dan doa. Acarapun usai sebelum pukul 13:00. Bersama dua teman anggota FLP Ciputat, aku menuju masjid tuk menjalankan sholat dzuhur. Usai sholat dzuhur di Aula tinggal dua orang saja. Salah satunya adalah ketua FLP Ciputat. Mas Gufron.

“Wedew… Idakanbelum pamit. Kok udah pada ninggalin tempat gitu aja sih. Katanya mau rapat.”Adasesal dalam hatiku.

Akhirnya atas ajakan Mas Gufron, kami melangkah menuju sekretariat FLP, di Pesanggrahan. Ternyata merekapun tidak ada disana. Ugh… ada rasa gak nyaman sekali. Ngapain aku jauh-jauh datang kalau yang ngajakin aja nyuekin begini? Ditinggalin begitu saja tanpa kata? Parrah! Bener-bener parrah!

Aku orangnya memang cerewet jika ngobrol di dunia maya. Tetapi, jika bertemu, aku berubah menjadi pendiam. Jadi mana bisa aku langsung akrab dengan teman-teman baru disana? Apalagi mereka semua anak-anak muda yang rata-rata kelahiran setelah tahun 90-an.Kangak nyambung banget ngobrol ama mereka. Lagi, aku bukan anggota FLP Indonesia. Terakhir jadi anggota FLP Hong Kong adalah setahun lebih yang lalu. Tepatnya Oktober 2010. Sampai di sini, aku merasa sedih. Lain kali kalau nggak bawa teman dari rumah, mendingan nggak usah ngadirin acara beginian, Ida. Nggaka da teman yang bisa diajak berbisik-bisik. Akupun tumbang. Hikz…

Beruntungnya, di luar dugaanku, ternyata disanaada Pak Sokat Rachman dan Pak Arul Khan, yang akan mengisi pelatihan penulisan skenario. Sebelumnya sama sekali tidak menyangka jika acara yang pernah kuincar sejak di millist itu, diadakan di pesanggrahan FLP Ciputat itu, saat aku berada disanapulak. Akhirnya setelah mendengar ucapan Kang Arul Khan yang mengijinkan semuanya mengikuti, akupun memutuskan untuk mengikuti pelatihan tersebut. Karena aku tidak tau mau kemana. Pulang, pasti hanya akan bertemu dengan tembok yang bisu. Karena semua teman masuk kerja. Pukul 17:30, acara selesai.

 

 

 

Ida Raihan

https://idaraihan.wordpress.com

http://qqcakep.multiply.com

Bintaro, Minggu, 18 Desember 2011 (21:24)

Iklan

Responses

  1. Bagus,, salam kenal yah,,,

    • Makasih Mas Jemblung. Salam kenal juga yah…

  2. hehehhe, 😀 baru kali ini ada orng yang panggil nama itu selain kakak keponakan gw, 😛 😀

    • Orang setahu Ida itu namanya. Jadi ya panggil se-nemu-nyalah… :-p


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Seni Hidup

=Ketidaksempurnaan Itu Cantik=

My Blog

My WordPress Blog

evRina shinOda

CORETAN LAIN BLOG EVRINA

Aksara Nomaden

Merindukan itu nyata. Mengulang kenangan hanya utopia.

TERANG DIARY

catatan sehari-hari terang

Right-Magic!

Merekah kedalaman dalam pikir

FOTOCOPY PERCETAKAN PRINTING MURAH JAKARTA

Percetakan | Fotocopy | Penjilidan | Printing | Desain | Finising| ATK Dll

PERCETAKAN JAKARTA PUTRA MANDIRI

Percetakan, Foto Copy, Penjilidan, Pengetikan, Design Grafhis, Print dan Komputer

Cha Fitoria

Let's Love...

Catatan Kenangan

Serba-serbi jejak yang tertulis

Impossible

Selamat Datang , dan Terimakasih Telah Berkunjung

Bacotan Madi Amplang

karena kamu baca artikel ini,akan aku jadikan kamu istriku

Sandry Boy Sandy

Berpikir Kritis, Menggali Kreatifitas, Tidak Pernah Mengeluh Dan Tetap Semangat, Serta Tetap Tersenyum Meski Tersenyum Dalam Kesedihan

Math on Journey

PMRI Blog: mathematics is all around us

CERITA PRIBUMI

DARI SATU TEMPAT KE TEMPAT LAIN KITA BERCERITA DAN BERKARYA UNTUK INDONESIA

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

Perjalanan Menuju-Nya

kugesa ridha-Mu dengan asa yang tak berujung

Cerita Assa

L'amour Va Trouver Sa Place à S'ancrer Par Lui Même

AMEL OH AMEL

“One day your life will flash before your eyes. Make sure its worth watching.”

%d blogger menyukai ini: