Oleh: Ida Raihan | 2 Januari 2012

2012 Penuh Rasa Iri

By: Ida Raihan

 

Tahun 2012 sudah mula berjalan. Hari ini, Minggu, 1 January 2012 sudah mendekati akhir (pukul 22:44 saat menulis ini). Itu artinya satu hari akan segera berlalu.

Target hari ini, membuka blog, email, jejaring sosial 2 jam dapat terlaksana. Membaca belum sempat buka buku. Pasalnya hari ini, ketika kebanyakan orang enak istirahat di rumah masing-masing atau di hotel, aku sudah bangun pagi-pagi untuk mandi dan berangkat kerja. Hujan yang datang sejak sebelum malam tahun baru masih juga mengguyur bumi Tangerang. Khususnya di daerah Bintaro dan sekitarnya. Menimbulkan dingin yang serius.

Terantuk-antuk dengan tubuh yang enggan bangkit dari peraduan, perut yang enggan dimasuki makanan, aku dan temanku berangkat naik mobil di antar suaminya. Meninggalkan daerah Pondok Kacang menuju Bintaro di bawah guyuran hujan. Rasanya ingin mengeluh, ‘Mengapa orang lain bisa pergi berlibur di tahun baru, aku harus masuk kerja?’

Kantuk yang masih menempel di mata inilah yang menyababkanku iri kepada mereka-mereka. Maklum, meskipun aku tidak ikut merayakan kehadiran malam tahun baru semalam, aku tetap mencicipi pemandangan kembang api di atassana. Langit menjadi gempita dengan suara-suara ledakan yang memakan milyaran rupiah untuk menciptakan suara dan pemandangan indah di langit itu.

Aku masih sangat ngantuk dan mendambakan tumpukan selimut tebal yang menutupi tubuhku dengan hangatnya. Cuaca sepertinya memang hadiah special bagi mereka orang-orang kaya yang tak dipusingkan dengan urusan dunianya. Karena memang sudah tersedia. Air yang terus-menerus tumpah dari langit sangat mendukung untuk menikmati istirahat setelah semalam begadang merayakan pesta tahun baru. Betapa beruntungnya orang-orang kaya.

Sedang aku? Aku harus berjuang melawan kantuk dan malah, untuk hadir di tempat kerja.

“Da, aku masih ngantuk.” Wajah temanku kelihatan sangat loyo. Karena semalam iapun tidur terlambat.

“Samala.” sahutku.

Semalam jelang pukul 00:00 aku naik ke atap rumah temanku. Duduk di atasnya. Berdiri di atas esbes yang menjadi pelindung bagi rumah. Menikmati hentakan-hentakan keras yang ditimbulkan oleh suara kembang api.. Ini merupakan kali pertama dalam hidupku menikmati pemandangan langitIndonesiadi malam tahun baru. Satu tahun sebelumnya. Aku berada di perjalanan dari Lampung keJakarta. Dan dua tahun sebelumnya, aku berada di negaraHong Kong.

Satu jam saja aku berada di atap rumah. Turun setelah puas merekam kejadian di langitsana. Lalu langsung menuju tempat tidur. Dan tersenyum ketika beberapa teman memberikan ucapan tahun baru yang disertai doa tulus. Di antaranya ada juga ucapan singkat dari seseorang yang pernah membuatku sebal kepadanya, ‘met thn baru say ttd heru :-D’( 01-01-2012. 00:15)

Saling berbalas SMS dengan teman-teman, akhirnya aku baru bisa tidur setelah pukul dua pagi. Dan pagi-pagi sudah harus bangun dengan tubuh lemas tanpa gairah.

 

 

 

 

Ida Raihan

http://qqcakep.multiply.com

https://idaraihan.wordpress.com

Bintaro, Minggu, 1 January 2012. (00:00)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Seni Hidup

=Ketidaksempurnaan Itu Cantik=

My Blog

My WordPress Blog

evRina shinOda

CORETAN LAIN BLOG EVRINA

Aksara Nomaden

Merindukan itu nyata. Mengulang kenangan hanya utopia.

TERANG DIARY

catatan sehari-hari terang

Right-Magic!

Merekah kedalaman dalam pikir

FOTOCOPY PERCETAKAN PRINTING MURAH JAKARTA

Percetakan | Fotocopy | Penjilidan | Printing | Desain | Finising| ATK Dll

PERCETAKAN JAKARTA PUTRA MANDIRI

Percetakan, Foto Copy, Penjilidan, Pengetikan, Design Grafhis, Print dan Komputer

Cha Fitoria

Let's Love...

Catatan Kenangan

Serba-serbi jejak yang tertulis

Impossible

Selamat Datang , dan Terimakasih Telah Berkunjung

Bacotan Madi Amplang

karena kamu baca artikel ini,akan aku jadikan kamu istriku

Sandry Boy Sandy

Berpikir Kritis, Menggali Kreatifitas, Tidak Pernah Mengeluh Dan Tetap Semangat, Serta Tetap Tersenyum Meski Tersenyum Dalam Kesedihan

Math on Journey

PMRI Blog: mathematics is all around us

CERITA PRIBUMI

Dari satu tempat ke tempat lain kita bercerita dan berkarya untuk Nusantara

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

Perjalanan Menuju-Nya

kugesa ridha-Mu dengan asa yang tak berujung

Cerita Assa

L'amour Va Trouver Sa Place à S'ancrer Par Lui Même

AMEL OH AMEL

“One day your life will flash before your eyes. Make sure its worth watching.”

%d blogger menyukai ini: