Oleh: Ida Raihan | 6 Januari 2012

Terkadang Polisi Juga baik

Beberapa waktu lalu aku pernah memasang status yang intinya, mengolok Polisi yang kujumpai di jalan daerah Pondok Labu. Ketika itu aku sedang dalam perjalanan pulang dari Setu Babakan menuju Bintaro. Saat di antara kemacetan jalan, tiba-tiba suara sirene diperdengarkan, tampaklah serombongan polisi lewat. Terpaksa sopir angkot yang sedang kutumpangi meminggirkan mobilnya dan berhenti di pinggir jalan. Namun di luar dugaanku, tiba-tiba ada suara susulan seperti benda yang dipukul., Seketika aku menoleh ke depan, dan masih kelihatan seorang polisi yang berlalu dekat angkot yang kutumpangi menyempatkan memukul spion angkot tersebut hingga melesak ke dalam. Si sopir hanya diam sambil membetolkan kembali letak spionnya setelah si polisi berlalu.

“Kenapa dengan polisi itu, Bang?” Tanyaku penasaran.

“Mukul.”

“Masalahnya?”

“Kurang minggir kali.”

“Gila tuh polisi!” Teriakku. Rasanya aku tidak terima dengan perlakuannya yang sok kuasa. Padahal angkot yang kutumpangi udah sangat-sangat mepet di tepian. Apalagi coba?

Dan hari ini, aku merasa tidak adil jika hanya menceritakan pengalaman tidak mengenakkan saja tentang polisi. Karena aku juga memiliki pengalaman yang baik dengan mereka.

Pagi, cuaca Bintaro yang cerah tiba-tiba diberondong dengan runtuhnya air hujan. Padahal biasanya jika mau hujan selalu ditandai dengan mendung yang menghitam pekat. Agak heran aku keluar ruangan tuk melihat.

“Mudah-mudahan akan berenti ketika jam istirahat.” Aku membatin seraya menoleh ke temanku.

“Gak jadi lagi kita mau jalan.” Ucap teman yang kotoleh barusan. Aku masih berharap hujan akan reda, karena sudah berkali-kali berencana mau pergi ke penjual snack terdekat, untuk membeli cemilan, selalu gagal karena hujan.

Jam istirahat tiba. Bersyukur sekali, Allah kabulkan keinginan hatiku. Hujan benar-benar reda. Bermodal pinjem motor dari teman, kami berangkat ke toko snack. Sayang sekali apa yang ingin kucari tidak ada. Akhirnya kami putuskan pergi ke Pasar Modern untuk cari makan siang. Bakso Bakar jadi pilihan. Namun aku memesan Bakso Jumbo, sementara temanku pesan Bakso Super.

Setelah kenyang dengan bakso ukuran besar, kami langsung pulang. Di perjalanan tiba-tiba ada yang menyalib motor yang kami tumpangi.

“Wuuuuai…” Teriak temanku yang memegang kendali *kemana-mana pasti dia yang nyetir. Maklumlah, aku belum bisa nyetir sendiri L *.

“Kejar, Mbak!” Seruku dari boncengan.

“Jangan, bahaya, Ida.” Balasnya. Hmm… akupun mengalah. Tunggu aja kalau aku udah bisa bawa motor sendiri. Batinku. Motor kami berhenti di perempatan lampu merah. Hampir semua pengendara motor memakai helm. Bisa dikata hanya aku dan temankulah orang yang tidak memakai helm. Seketika aku teringat kejadian beberapa hari sebelumnya. Kami juga sedang bermotor berdua. Tetapi saat itu cuaca sangat panas. Tidak seperti hari ini yang hujan. Aku dan temanku nyengir-nyengir menengadahkan tangan untuk menutupi matahari agar tidak menyengat wajah *Udah pake Ponds mahal, kalau tetap menghitam karena sengatan mataharikangak lucu*. Tiba-tiba ada yang berdehem di dekat kami. Serasa tiada sejengkal. Kamipun menoleh, dan baru sadar bahwa ternyata kami berdampingan dengan mobil patroli yang di dalamnya ada banyak pria berseragam polisi semua. Dan sedang memperhatikan kami.

“Panas ya, Neng?” tanya salah seorang dari mereka melalui jendela. Aku hanya nyengir kuda. Sadar bahwa kami sama-sama tidak memakai helm.

“Makanya lain kali pake helm ya.” Lanjutnya ramah.

Oh.. my God. Selamat! Padahal jika ini terjadi di kampungku, sudah pasti kami akan kena tilang! Dan ujung-ujungnya keluar uang puluhan bahkan ratusan rupiah!

Karena pengalaman inilah, aku berkata, “Ternyata, terkadang polisi juga baik.”

Ida Raihan

Bintaro, Jum’at, 6 January 2012 (23:01)

http://qqcakep.multiply.com

https://idaraihan.wordpress.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Seni Hidup

=Ketidaksempurnaan Itu Cantik=

My Blog

My WordPress Blog

evRina shinOda

CORETAN LAIN BLOG EVRINA

Aksara Nomaden

Merindukan itu nyata. Mengulang kenangan hanya utopia.

TERANG DIARY

catatan sehari-hari terang

Right-Magic!

Merekah kedalaman dalam pikir

FOTOCOPY PERCETAKAN PRINTING MURAH JAKARTA

Percetakan | Fotocopy | Penjilidan | Printing | Desain | Finising| ATK Dll

PERCETAKAN JAKARTA PUTRA MANDIRI

Percetakan, Foto Copy, Penjilidan, Pengetikan, Design Grafhis, Print dan Komputer

Cha Fitoria

Let's Love...

Catatan Kenangan

Serba-serbi jejak yang tertulis

Impossible

Selamat Datang , dan Terimakasih Telah Berkunjung

Bacotan Madi Amplang

karena kamu baca artikel ini,akan aku jadikan kamu istriku

Sandry Boy Sandy

Berpikir Kritis, Menggali Kreatifitas, Tidak Pernah Mengeluh Dan Tetap Semangat, Serta Tetap Tersenyum Meski Tersenyum Dalam Kesedihan

Math on Journey

PMRI Blog: mathematics is all around us

CERITA PRIBUMI

DARI SATU TEMPAT KE TEMPAT LAIN KITA BERCERITA DAN BERKARYA UNTUK INDONESIA

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

Perjalanan Menuju-Nya

kugesa ridha-Mu dengan asa yang tak berujung

Cerita Assa

L'amour Va Trouver Sa Place à S'ancrer Par Lui Même

AMEL OH AMEL

“One day your life will flash before your eyes. Make sure its worth watching.”

%d blogger menyukai ini: