Oleh: Ida Raihan | 30 Juli 2012

[Xenophobia] Lelaki Berjenggot

Ida Raihan

Dipandangi dengan tatapan sinis penuh kewaspadaan, dari ujung kaki sampai ujung kepala adalah hal yang paling menciutkan nyali dalam hidup ini. Itulah yang dilakukan oleh orang-orang Hong Kong ketika berpapasan dengan masyarakat Indonesia yang berpakaian ala Muslimah di negara Bauhinia itu.

Kejadian demi kejadian tentang pengeboman yang terjadi di Indonesia maupun beberapa negara lain, yang tersangkanya adalah orang-orang Muslim, akhirnya menimbulkan phobia terhadap Islam pada sebagian besar masyarakat Hong Kong. Dan efeknya mengimbas pada kaum muslimin, khususnya para muslimahnya yang tinggal di negeri itu. Karena pakaian perempuan di dalam Islam tampak lebih menonjol dibanding prianya. Baju panjang yang menyentuh tanah, dilengkapi dengan jilbab lebar menutup kepala dan dada.

Saya dapat menangkap, dari tatap mata sebagian penghuni negeri sekuler yang sebagian penduduknya tidak mengenal agama ini, tampak sekali ketidaksukaannya kepada perempuan berjilbab. Khusunya yang berjilbab lebar.

Padahal, sebelumnya tidaklah separah itu. Mereka, penduduk asli Hong Kong hanya menampakkan rasa heran tatkala melihat perempuan-perempuan Indonesia menutup seluruh tubuh di cuaca yang panas. Dan biasanya hanya akan bertanya, ‘apakah tidak gerah berpakaian seperti itu? Menutup dari ujung kepala hingga kaki?’ Namun setelah kejadian WTC, Bom Bali, Bom Hotel JW Mariot dan Ritz Carlton, dan beberapa pelaku bom bunuh diri, pandangan sebagian dari mereka berubah. Di mata mereka, Islam adalah terroris!

Apalagi, paska kematian Amrozi CS. Berita dan gambar mereka bertiga dimuat di halaman paling depan di salah satu koran lokal yang beredar setiap hari. Entah apa bacaannya karena semua ditulis dengan bahasa China yang tak bisa saya mengerti. Namun, setiap mengobrol dengan warga sekitar tempat saya tinggal, mereka selalu menyebut-nyebut, lelaki berjenggot. Amrozy, Osama Bin Laden, Ali Ghufron, dan Imam Samudra adalah pelaku terror.

“Apakah kamu sedih dengan kematian mereka?” Pertanyaan ini pernah saya dengar. Sayapun menjadi khawatir. Adakah orang di luar sana yang juga mengira saya bagian dari terroris? Adakah di antara mereka keluarga korban bom Bali? Bagaimana jika mereka masih mendendam, dan membawa pisau lalu menusuk saya? Tiba-tiba saya merasakan ketakutan yang luar biasa. Dan itu menjadikan saya selalu waspada serta curiga. Curiga pada semua orang yang saya temui dan belum saya kenali. Ketika di lift ada orang, saya tidak jadi masuk. Saya begitu khawatir jika itu adalah keluarga korban bom Bali. Takut, kalau-kalau di dalam lift orang tersebut melampiaskan dendamnya pada saya. Jika itu terjadi, tak akan ada yang bisa menolong saya saat itu juga.

Anehnya, ketakutan dan kecurigaan saya tidak hanya berbatas pada masyarakat Hong Kong saja. Tapi pikiran saya juga mulai teracuni oleh berita yang beredar. Baik yang di televisi, koran, maupun internet. Setiap kali bertemu dengan wanita bercadar, ataupun lelaki berjenggot, hati saya selalu ketar-ketir.

“Jangan-jangan orang ini membawa bom.”

“Jangan-jangan, nanti dia meledakkan bom di dekatku.” Dan sebisa mungkin saya akan menghindari mereka. Meskipun terkadang di hati ini masih terbersit kata, “ah.. mereka kan muslim. Mereka berdandan demikian karena ketaatan. Mereka saudara denganku. Jadi mengapa aku takut?” tapi kalimat itu tidak akan bisa bertahan lama. fikiran negative saya lebih mendominasi. Yang terkadang membuat saya tersiksa sendiri.

Ya! sebenarnya saya tersiksa sekali oleh fikiran-fikiran negatif ini. Tetapi, sekali lagi jujur, hingga detik ini saya belum mampu menghilangkannya. Meskipun kini saya telah berada di negeri sendiri. Yang notebenenya, adalah kalangan sendiri.

Sebutlah seminggu yang lalu. Ketika laptop saya terpakasa harus masuk ‘rumah sakit’ untuk diservis, ternyata yang menerima adalah seorang pria berjenggot yang kalem, dengan celana cingkrang, wajahnya putih dan bersih. Sekali dua kali saya sempat menatapnya di antara pembicaraan masalah kerusakan laptop. Hingga akhirnya kami sepakat, laptop saya tinggalkan bersamanya untuk dibenahi.

Sayapun pulang.

Namun, entahlah… tiga tahun berada di negeri sendiri, saya mengira, saya sudah terbiasa dengan kehidupan negeri yang mayoritas penduduknya adalah Muslim. Saya mengira saya adalah bagian dari kaum ini. Tapi, sepanjang malam itu, saya tidak bisa tidur. Saya hanya kelimpungan kesana-kemari di atas bedquin yang saya tempati berdua dengan teman. Seperti di-stell otomatis, alam bawah sadar saya langsung menciptakan video klip. Tentang saya yang mengambil laptop, lalu membawanya pulang, sampai di rumah saya menghidupkannya, tiba-tiba laptop tersebut meledak, sebuah bom telah dipasang oleh pria berjenggot tersebut.

Pukul satu tepat, ketika saya terkejut sendiri oleh ledakan laptop di video klip yang saya ciptakan di benak. Kebetulan sekali, pada saat itu juga, teman yang tidur seranjang dengan saya terbangun. Kami bersitatap.

“Aku belum bisa tidur.” Bisik saya.

“Kenapa?” Tanyanya.

“Imah ingat lelaki berjenggot yang melayani kita tadi siang?” Saya mengajak teman yang bernama Imah saat mengantar lapto
p.

“Iya.”

“Aku khawatir, jangan-jangan nanti laptopku diisi bom oleh dia. Trus saat kunyalakan ianya meledak.”

“Haha… ada-ada saja, Mbak Ida ini. Gak mungkinlah, Mbak.”

“Kalau aku mati sekalian sih, gak papa, Im. Tapi kalau hanya cacat, aku gimana?”

“Mbak, Mbak… ada-ada saja.” Imah mengulang komentarnya. “Sudah tidur.”

“Tapi aku khawatir.”

“Iya, laptop Mbak Ida memang diisi bom, dan meledak!” Sahut Imah tiba-tiba, seraya membalik tubuhnya membelakangi saya kembali. Saya jengkel, tapi tak bisa menganggunya lebih lama. Karena saya tahu ia butuh istirahat yang cukup untuk persiapan kerja esok hari.

Mata ini masih menerawang memikirkan laptop. Bagaimana jika pria berjenggot itu adalah anggota NII yang sudah dicuci otaknya? Dan benar-benar menaruh bom di laptop atas nama jihad?

Ida Raihan (https://idaraihan.wordpress.com

Bintaro, Senin, 30 July 2012 (22:08)

 

Menyertakan tulisan untuk Mbak Wayanlessy, http://wayanlessy.multiply.com/journal/item/758/Woro-Woro-Lomba-Menulis-Tentang-Xenophobia-2012?replies_read=103

Iklan

Responses

  1. Do you hear what you are saying the angels?… come get and holding times. … .the task performed will soon surrender its fruits… Thank you for be and be… eternal beloved pilgrim… continues to inspire with your determined delivery… I love your strength… I am glad your record… Do not forget:… the vibration of your footprints show new ways… for anyone seeking to get to the heart…My heart is yours…. together we build bridges of love…!http://mariluz1325.multiply.com/music/item/57645/FOR-EVER-LOVE-VARIOUS-ARTISTS

  2. mariluz1325 said: My heart is yours…. together we build bridges of love…!

    Hihi… make the world in peace 🙂

  3. Sangat mengganggu ya mbak punya perasaan spt itu, sampai nggk bisa tidur dibuatnya. Banyak menyimak / membaca berita2 dari banyak sumber sebagai cara utk mndapatkan informasi yg seimbang mungkin bisa sdkt membantu phobia ini mbak

  4. zaffara said: Sangat mengganggu ya mbak punya perasaan spt itu, sampai nggk bisa tidur dibuatnya. Banyak menyimak / membaca berita2 dari banyak sumber sebagai cara utk mndapatkan informasi yg seimbang mungkin bisa sdkt membantu phobia ini mbak

    Bener, Mbak. Sangat sangat mengganggu. Ida butuh banget solusi sebenarnya. Cara yang Mbak Fara sebutkan udah Ida lakukan sebenarnya. Tapi belum berhasil juga. Hikz…

  5. Sangat mengganggu ya mbak punya perasaan spt itu, sampai nggk bisa tidur dibuatnya. Banyak menyimak / membaca berita2 dari banyak sumber sebagai cara utk mndapatkan informasi yg seimbang mungkin bisa sdkt membantu phobia ini mbak

  6. Sangat mengganggu ya mbak punya perasaan spt itu, sampai nggk bisa tidur dibuatnya. Banyak menyimak / membaca berita2 dari banyak sumber sebagai cara utk mndapatkan informasi yg seimbang mungkin bisa sdkt membantu phobia ini mbak

  7. Semoga phobianya segera berkurang ya mbak. Mungkin kalau memang menenangkan, mbak cek saja komputernya dengan menyalakannya di tempat service. Minta tanda terima yg jelas.Saya setuju dengan mbak Winnyyg mengusulkan membaca berita2 yg menyeimbangkan berita yg menakutkan mbak Ida. :)Terima kasih banyak atas dukungannya dan sumbangan naskahnya untuk kegiatan menulis tentang Xenophobia ya mbak Ida.

  8. Masya Allah….Mbak Ida, bahkan sampai di Indonesiapun masih?Semoga dengan luasnya pergaulan bisa mnegikis rasa takut ini, yah? 🙂

  9. wayanlessy said: Semoga phobianya segera berkurang ya mbak. Mungkin kalau memang menenangkan, mbak cek saja komputernya dengan menyalakannya di tempat service. Minta tanda terima yg jelas.Saya setuju dengan mbak Winnyyg mengusulkan membaca berita2 yg menyeimbangkan berita yg menakutkan mbak Ida. :)Terima kasih banyak atas dukungannya dan sumbangan naskahnya untuk kegiatan menulis tentang Xenophobia ya mbak Ida.

    Sekarang laptopnya udah di rumah, Mbak. Udah Ida pake buat ngetik tulisan ini. Hehe.. Alhamdulillah nggak ada bomnya tuh :D. Hanya ketakutan yang berlebihan kayaknya. Tapi entahlah… susah banget ngilanginnya. Kembali kasih ya, Mbak. Semoga sukses selalu 🙂

  10. anazkia said: Masya Allah….Mbak Ida, bahkan sampai di Indonesiapun masih?Semoga dengan luasnya pergaulan bisa mnegikis rasa takut ini, yah? 🙂

    Iya, Anaz. Bahkan terkadang bisa lebih parah dari itu. HIkz.. hikz… gimana dunk :(Aamiin yaa Allah… terimakasih banyak, ya, Anaz. Semoga sukses selalu buat Anaz dan keluarga.

  11. OOT, Mbak…Masih sibuk kah? 🙂

  12. qqcakep said: Semoga sukses selalu buat Anaz dan keluarga.

    Allahumma aamiin…

  13. anazkia said: OOT, Mbak…Masih sibuk kah? 🙂

    Nggak, Jeng. Paling bentar lagi cucui muka trus mapan. Ada yang bisa Ida bantu? 🙂

  14. — LOCKED —

  15. wayanlessy said: — LOCKED —

    Merapal doa 😀

  16. qqcakep said: Seperti di-stell otomatis, alam bawah sadar saya langsung menciptakan video klip. Tentang saya yang mengambil laptop, lalu membawanya pulang, sampai di rumah saya menghidupkannya, tiba-tiba laptop tersebut meledak, sebuah bom telah dipasang oleh pria berjenggot tersebut.

    wakakakaka… sumpah ini seperti de javu waktu baca postingan satu peserta lomba yg ngedate sama cowok, tapi doi membatalkan ketemu karena melihat dari jauh tuh cowok hitam. wakakaka..

  17. martoart said: wakakakaka… sumpah ini seperti de javu waktu baca postingan satu peserta lomba yg ngedate sama cowok, tapi doi membatalkan ketemu karena melihat dari jauh tuh cowok hitam. wakakaka..

    Ufh… Ida memang melakukan hal yang sama dengan video klip tersebut. Tapi alhamdulillah laptopnya tidak ada apa”nya. Semoga kan terus baik” saja. Ah… mungkin pikiran ini harus diresettingKalau teman yang ngedate tapi gak jadi karena cowoknya item mah terlalu itu, dia menjadikan ffisik sebagai patokan tuk calonnya.

  18. Mbakkkk….

    Lah sama aja ini, bedanya kan di theme aja tho, Mbak?

    • Hihi… punya fontnya menarik dan memiliki spasi yang cakep. Rapi. Punya Ida keknya kok acak adut.

      • Kalau mau dirapihin, pake manual, Mbak, soale emang gak ada di WP

        Klik Ctrl+A, terus klik Shift+Alt+J
        Baru bisa rata kanan rata kiri

      • Makasih, Mbak Anaz. Ida ingin ganti font sebenarnya. Tapi harus bayar tu…

  19. Smoga tidak ada lagi Ledakan bom di Indonesia tercinta !

    • Aamiin yaa Allah… ya, semoga… Makasih, Mas Jang, udah singgah 🙂

  20. Salam

    Seharusnya Mbak Ida tak perlu merasa takut karena Mbak tidak melakukan kesalahan apa pun. Mungkin karena berita yang Mbak baca dan dengar nggak balance jadinya ya gitu Mbak. 🙂

    • Alaikumussalamwarohmatullahiwabarokaatuhu… Iya kali ya? tapi entahlah… memang yang begini ini agak sulit mengatasinya. Hikz…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Seni Hidup

=Ketidaksempurnaan Itu Cantik=

My Blog

My WordPress Blog

evRina shinOda

CORETAN LAIN BLOG EVRINA

Aksara Nomaden

Merindukan itu nyata. Mengulang kenangan hanya utopia.

TERANG DIARY

catatan sehari-hari terang

Right-Magic!

Merekah kedalaman dalam pikir

FOTOCOPY PERCETAKAN PRINTING MURAH JAKARTA

Percetakan | Fotocopy | Penjilidan | Printing | Desain | Finising| ATK Dll

PERCETAKAN JAKARTA PUTRA MANDIRI

Percetakan, Foto Copy, Penjilidan, Pengetikan, Design Grafhis, Print dan Komputer

Cha Fitoria

Let's Love...

Catatan Kenangan

Serba-serbi jejak yang tertulis

Impossible

Selamat Datang , dan Terimakasih Telah Berkunjung

Bacotan Madi Amplang

karena kamu baca artikel ini,akan aku jadikan kamu istriku

Sandry Boy Sandy

Berpikir Kritis, Menggali Kreatifitas, Tidak Pernah Mengeluh Dan Tetap Semangat, Serta Tetap Tersenyum Meski Tersenyum Dalam Kesedihan

Math on Journey

PMRI Blog: mathematics is all around us

CERITA PRIBUMI

DARI SATU TEMPAT KE TEMPAT LAIN KITA BERCERITA DAN BERKARYA UNTUK INDONESIA

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

Perjalanan Menuju-Nya

kugesa ridha-Mu dengan asa yang tak berujung

Cerita Assa

L'amour Va Trouver Sa Place à S'ancrer Par Lui Même

AMEL OH AMEL

“One day your life will flash before your eyes. Make sure its worth watching.”

%d blogger menyukai ini: