Oleh: Ida Raihan | 5 Maret 2013

Ngotot Ingin Mendapatkan, Lillahi Ta’ala Atau Ambisi Sih?

Membaca sebuah postingan dari salah seorang sahabat anggota Group Ta’aruf  Menuju Walimatul ‘Ursy, saya jadi tergelitik untuk menulis sebuah artikel ringan mengenai ta’ruf yang gagal. Bunyi postingan tersebut adalah:

Nilai super dari sebuah TA’ARUFAN..jika gagal;
– Tidak akan ada rasa kecewa
– Tidak akan ada buruk sangka.
– Yang ada hanya baik sangka
– Mengandung banyak hikmah yang baik

Subhanallah.. keren ya? Ya, Islam memang keren, dan mengajarkan banyak hal yang keren-keren. So, jika ingin keren, yuk ta’aruf secara Islam 

Sebelumnya, apa yang Anda bayangkan tentang ta’aruf?

Sebuah perkenalan?
Ya, itu benar.

Sebuah proses menuju pernikahan Islami.
Ya, itu juga benar.

Jika dimasukkan ke dalam konteks pernikahan, Ta’aruf memang sebuah proses untuk saling mengenal calon pasangan hidup, yang berarti untuk saling mengerti dan memahami. Tujuan ta’aruf adalah untuk saling mengenal, yang kemudian dilanjut menjadi sebuah ikatan. Yang dalam pemahaman kita adalah, ikatan pernikahan.

Selama proses tersebut kita boleh memutuskan apakah akan dilanjut atau dihentikan. Dan ini merupakan salah satu rangkaian yang bisa dialami oleh semua orang. Ta’aruf tidak melulu berhasil sesuai yang diharapkan setiap orang. Hal biasa tentu saja, karena dalam proses ta’aruf, kita tidak berjalan sendirian, melainkan ada peran Allah di dalamnya. Adalah biasa jika pada akhirnya kita menemui kegagalan.

Manusia hanya bisa merencanakan, dan segala ketetapannya Allah yang menentukan. Jadi, sangat disayangkan sekali ketika ada Ikhwan/Akhwat ta’aruf namun menemui kegagalan menuju pernikahan akhirnya berubah menjadi permusuhan. Kebencian yang berkepanjangan. Padahal jelas-jelas semua yang terjadi adalah kehendak Allah.

Bagaimanapun usaha kita untuk mendapatkan orang yang kita cintai, jika Allah tidak berkehendak menyatukan kita dengannya, tetap semua itu tidak akan pernah terjadi. Dan sebaliknya, sebenci apapun kita pada seseorang, namun jika Allah berkehendak menyatukan kita dengannya, maka dialah jodoh terbaik pilihan-Nya. Dan kehendak Dia tidak akan pernah bisa untuk dilawan.

Jadi, janganlah bersikap kekanak-kanakan. Hanya karena gagal mendapatkan Akhwat/Ikhwan yang diinginkan lantas mencaci, menyindir, mengolok, sumpah serapah memperturutkan nafsu. Padahal itu semua justru hanya akan semakin merendahkan diri sendiri di mata orang yang telah memberi penolakan. Mereka akan semakin membuka mata dengan kondisi yang ada. Semakin memantapkan hati, bahwa kamu bukanlah orang yang tepat baginya. Jadi, bersikaplah dewasa. Apalagi jika kamu seorang Ikhwan.

Kedewasaan seseorang dapat diukur dari kesiapannya menerima ketentuan Allah yang tak sesuai harapan. Jika dengan ketentuan Allah, kamu tidak bisa menerima, dan melampiaskan kemarahanmu pada mantan ta’arufmu, maka sebenarnya kamu belumlah dewasa, meskipun mungkin umurmu sudah di atas tiga puluh tahun.

Ada baiknya kita kembali meneliti tujuan dan iman kita. Mensetting ulang niat yang katanya suci karena Ilahi. Sudah  benarkah niat saya ta’ruf? Karena Allah kah saya ingin memilikinya? Atau ini sekedar ambisi yang tidak terkendali? Wallahua’lam. Mohon maaf lahir dan bathin

Ida Raihan
Kramat Jati
05 Maret 2013 (17:27)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Kategori

Seni Hidup

=Ketidaksempurnaan Itu Cantik=

My Blog

My WordPress Blog

evRina shinOda

CORETAN LAIN BLOG EVRINA

Aksara Nomaden

Merindukan itu nyata. Mengulang kenangan hanya utopia.

TERANG DIARY

catatan sehari-hari terang

Right-Magic!

Merekah kedalaman dalam pikir

FOTOCOPY PERCETAKAN PRINTING MURAH JAKARTA

Percetakan | Fotocopy | Penjilidan | Printing | Desain | Finising| ATK Dll

PERCETAKAN MURAH RAWAMANGUN JAKARTA TIMUR

CETAK KARTU NAMA, CETAK KWITANSI, CETAK FAKTUR, CETAK NOTA, CETAK BON, CETAK SURAT JALAN, CETAK PIAGAM, CETAK SERTIFIKAT, CETAK AMPLOP SURAT, CETAK AMPLOP FOLIO, CETAK MAJALAH, CETAK NOVEL, CETAK JURNAL, CETAK EBOOK, CETAK BUKU TAHUNAN, CETAK COMPANY PROFILE, CETAK YASIN, CETAK STIKER, CETAK SPANDUK, CETAK X BANNER, CETAK ROLL BANNER, CETAK POSTER, CETAK NAME TAG DADA, CETAK HANG TAG, CETAK BOX, CETAK DUS, CETAK KALENDER DINDING, CETAK KALENDER MEJA, CETAK KARTU KARCIS, CETAK ID CARD, CETAK COVER YASIN, CETAK COVER BUKU, JILID SPIRAL, JILID HARD COVER, JILID LEM PANAS, JILID BAUT, JILID BIASA, FINISING STEPLES, FINISING MATA AYAM UNTUK KALENDER, FINISING JEPIT KALENG UNTUK KALENDER, LAMINATING DOFT, LAMINATING GLOSY, FOTOCOPY BUKU, SCAN BUKU, SCAN WARNA, COPY WARNA, PRINT WARNA, PRINT HITAM PUTIH, PRINT ART PAPER, CETAK UNDANGAN NIKAH, CETAK UNDANGAN KITAN

Cha Fitoria

Let's Love...

Catatan Kenangan

Serba-serbi jejak yang tertulis

Impossible

Selamat Datang , dan Terimakasih Telah Berkunjung

Bacotan Madi Amplang

karena kamu baca artikel ini,akan aku jadikan kamu istriku

Muhammad Sandri Amin SH

Berpikir Kritis, Menggali Kreatifitas, Jangan Pernah Mengeluh Dan Tetap Semangat, Serta Tetap Tersenyum Meski Terasa Pahit dan Menyakitkan

Math on Journey

PMRI Blog: mathematics is all around us

CERITA PRIBUMI

DARI SATU TEMPAT KE TEMPAT LAIN KITA BERCERITA DAN BERKARYA UNTUK INDONESIA

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

Perjalanan Menuju-Nya

kugesa ridha-Mu dengan asa yang tak berujung

Cerita Assa

Tulis Apa yang Kamu Pikirkan, Jangan Pikirkan Apa Yang Kamu Tulis

AMEL OH AMEL

“One day your life will flash before your eyes. Make sure its worth watching.”

%d blogger menyukai ini: