Oleh: Ida Raihan | 17 Mei 2013

Rela Dipecat Dari Jajaran Polri Demi Sebuah Kejujuran

Sore itu sepulang dari RST Parung, kami tidak menemukan taxi. Berkali-kali taxi yang melintas sudah ada penumpangnya. Hingga terakhir ketika waktu sudah mendekati maghrib, sebuah taxi dari Mega group tengah berhenti di seberang jalan Ramayana Parung.

“Ouw.. bukan Bluebird ya?” Kataku. Kami memang biasa menggunakan Bluebord, Express atau Gamya jika bepergian atas nama kantor. Tetapi jika pergi karena urusan pribadi tentu kami memilih naik angkot agar bisa menekan biaya perjalanan.

“Jangan ah.” Kata dua teman yang bersamaku.

“Sudahlah terlanjur dipanggil tadi. Toh kita bertiga, kalau dia macam-macam kita bisa keluarkan jurus.” Ucapku sok jago. Akhirnya kamipun naik juga.

“Ciputat, Mas.” Ucap salah satu dari kami.

“Kuliah di sana ya, Mbak.” Tanya sopir taxi setelah taxi mulai berjalan.

“Iya kuliah.” Sahut teman lagi.

“Ciakaka… kuliah. Dari tadi yang bertanya mengira kita kuliah mulu.” Ucapku.

“UIN adalah tempat di mana aku ingin kuliah dulu.” Lanjut si sopir. Sebelum ceritanya berlanjut. Aku menatap wajahnya, lalu menatap photo dan platname di depan jok depan sebelahnya.

“Menyamakan wajahnya dulu.” Ucapku. Sopir itu tertawa mendengar celotehku. Begitu juga kedua temanku. Entah bagaimana ceritanya, pada akhirnya Abang itu bisa mengetahui namaku. Dan dia bercerita tentang Ida di jamannya dulu, sebelum ia menikah. Ia ingiiin sekali menikahi gadis bernama Ida, tetapi semua gagal, karena sebenarnya Ida tidak mencintainya. Ida bertahan dengannya ketika dia bisa memberinya jatah bulanan. Namun ketika ia berada di titik nol, gadis idamannya tersebut meninggalkannya begitu saja.

“Ketika Ida meninggalku, aku justru dipertemukan dengan wanita, yang sifatnya, justru kuiginkan ada di diri Ida.” Lanjut Sopir. Singkatnya akhirnya kami menjadi akrab. Dari cara bicaranya Abang sopir ini seperti memiliki pemahaman ilmu yang luas. Baik segi agama maupun dunia.

Aku yang paling suka mencari berita dan cerita, berusaha memancingnya agar ia bercerita masa lalunya. Semula ia tampak keberatan dan berkali-kali coba mengalihkan pembicaraan. Namun, aku terus berusaha membalikkan lagi. Lagi da lagi. Akhirnya iapun bercerita.

“Dulu aku adalah anggota polri.”

“What? Suka malak donk?” Mulutku tak bisa kukendalikan.

“Beda, Mbak.” Ucapnya. “Aku lebih memilih sengsara di dunia dari pada akhirat.” Abang Driver membela diri.

“Terus kenapa sekarang bawa taxi?” Tayaku lagi.

“Aku dipecat.” Lalu ceritanya kembali kepada sosok Ida.

“Kenapa, Mas dipecat?” Aku membalikkan ceritanya lagi.

“Yah… biasa.” ucapnya menggantung.

“Biasa bagaimana?” Kejarku

“Seperti Joko Susilo gitu.” Cerita kembali ke masa lalunya. Aku belum puas. Maka aku kembali bertanya.

“Tadi Mas bilang, kasusya seperti Joko Susilo, maksudnya?” Tanyaku. Akhirya pria tersebut menceritakan semuanya. Bagaimaa ia sebagai devisi humas diminta membuat proposal oleh atasannya utuk sebuah proyek, agar anggaran keluar. Namun pria ii denga tegas menolak karena proyek yang dimaksud tidak jelas, dan tidak diketahuinya.

“Artinya, sebenarnya proyek tersebut tidak ada?” tanya temanku yang duduk di sampingnya.

“Ya.” Sahutnya.

“Subhanallah..” aku merasa takjub. Karena itulah dia dipecat. Untuk sebuah kejujuran.

Ida Raihan

Kramat Jati, Sabtu, 27 April 2013 (15:57)

Iklan

Responses

  1. Mau kasih tahu niih sob. Blognya di aksek pake android pagenya bermasalah. Codingnya kelihatan. Benar ga tuuh coba di tes, apa androidku yang bermasalah.

    • Makasih, Mas Walidin. Keknya punya saya yang bermasalah. Soalnya tidak merasa kasih gambar tapi kok keluar coding begitu. Makasih yah 🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Seni Hidup

=Ketidaksempurnaan Itu Cantik=

My Blog

My WordPress Blog

evRina shinOda

CORETAN LAIN BLOG EVRINA

Aksara Nomaden

Merindukan itu nyata. Mengulang kenangan hanya utopia.

TERANG DIARY

catatan sehari-hari terang

Right-Magic!

Merekah kedalaman dalam pikir

FOTOCOPY PERCETAKAN PRINTING MURAH JAKARTA

Percetakan | Fotocopy | Penjilidan | Printing | Desain | Finising| ATK Dll

PERCETAKAN JAKARTA PUTRA MANDIRI

Percetakan, Foto Copy, Penjilidan, Pengetikan, Design Grafhis, Print dan Komputer

Cha Fitoria

Let's Love...

Catatan Kenangan

Serba-serbi jejak yang tertulis

Impossible

Selamat Datang , dan Terimakasih Telah Berkunjung

Bacotan Madi Amplang

karena kamu baca artikel ini,akan aku jadikan kamu istriku

Sandry Boy Sandy

Berpikir Kritis, Menggali Kreatifitas, Tidak Pernah Mengeluh Dan Tetap Semangat, Serta Tetap Tersenyum Meski Tersenyum Dalam Kesedihan

Math on Journey

PMRI Blog: mathematics is all around us

CERITA PRIBUMI

DARI SATU TEMPAT KE TEMPAT LAIN KITA BERCERITA DAN BERKARYA UNTUK INDONESIA

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

Perjalanan Menuju-Nya

kugesa ridha-Mu dengan asa yang tak berujung

Cerita Assa

L'amour Va Trouver Sa Place à S'ancrer Par Lui Même

AMEL OH AMEL

“One day your life will flash before your eyes. Make sure its worth watching.”

%d blogger menyukai ini: