Oleh: Ida Raihan | 25 Mei 2013

Calon Suami Bermental Miskin, Layak Ditolak

Image

Gambar dari google

Salah satu tujuan menikah adalah untuk berbagi bahagia bersama. Jika ada Ikhwan yang berkata, ‘Mencari wanita yang siap diajak hidup susah,’ maka abaikanlah.

Karena itu hanya akan menjadikan penyebab si Ikhwan malas. Dan bisa jadi, penerimaan tersebut dijadikan argumen ketika nantinya hidup benar-benar terasa susah. “Kan dulu perjanjiannya siap diajak hidup susah, Dik?”

Gubrak!

Maukah engkau bahagia bersamaku?

Jika kalimat di atas diungkapkan oleh seorang pria, kepada wanita yang selama ini dikagumi, kira-kira apa yang akan terjadi? Mungkin si wanita akan tersenyum, mungkin mengedip malu-malu. Atau menunduk tersipu oleh haru.

Yang jelas, kalimat itu, sangat enak untuk didengar, dan bisa membuat pendengarnya terbang melayang… So sweet bukan?

Beda banget jika dibandingkan dengan kalimat pertama, “Siapkah engkau hidup susah denganku?”

Ih… ogah banget.

Dalam penilain wanita yang serius berharap rumah tangga, pria yang menarik bukanlah sekedar pria yang memiliki wajah tampan dengan tubuh ideal. Karena ketika wanita akan memutuskan memilih pemimpin untuk hidupnya, maka dia harus meyakinkan diri bahwa pria tersebut adalah imam yang benar-benar bisa dijadikan tongkat untuk menuntunnya. Dari segi pemikiran, kedewasaan, bersikap, dan lain-lain.

Wanita yang notabenenya adalah, lemah-lembut dan manja, tentu menginginkan pria yang dewasa, berpikiran matang, dan yang terpenting selalu berfikiran positif. Tidak mudah putus asa, dan minderan. Kepercayaan dirinya dalam menyelesaikan sebuah permasalahan, kekuatan motivasi diri untuk tujuan yang baik, menjadi nilai utama seorang pria. Jadi sangat disayangkan, jika sebagian pria yang berkeinginan menikah, tetapi merasa pendukungnya (dalam hal ini harta) belum mencukupi justru memilih ajakan yang berkebalikan. ‘Mencari istri yang siap diajak susah.’ Deuh… Kalau mau hidup susah, ngapain ngajak anak orang? Susah, susahlah ente sendiri. Gak usah ngajak-ngajak! 😀

Mungkin memang banyak di antara pria yang menunda pernikahan karena merasa diri miskin, takut tak sanggup memberi nafkah yang cukup untuk istrinya.

Baik, tidak mengapa, tetapi, tentu rasanya akan berbeda jika kemiskinan diri itu digambarkan dengan kepercayaan diri bahwa engkau bisa berubah. Bisa membahagiakan pasangan hidupmu. Mengungkapkannya dengan cara yang lebih indah, seperti yang pernah diungkapkan salah seorang sahabat di suatu forum, “Maukah engkau bahagia bersamaku, tetapi mulai dari nol?”

Ungkapan itu lebih keren dan jantan. Tidak menjanjikan kebahagiaan yang muluk, tetapi juga tidak mengabarkan penderitaan. Di sana tergambar jelas, pria tersebut memiliki motivasi diri untuk sukses. Bahagia dan membahagiakan. Jika sudah begitu, istri akan tenang mengiringi setiap usaha suami dengan doa-doa panjangnya. Dan ridho akan pemberian yang Allah berikan melalui kemampuan suami. Walahua’lam…

Ida Raihan

Kramat jati, Sabtu, 25 Mei 2013 (20:34)

Iklan

Responses

  1. Setuju. Tolak !

    • Hehe… Ini satu”nya pria yang setuju. Ida posting di gorup Ta’aruf jadi perdebatan tu. Bahkan sampe ada yang blokir akun gara” perbedaan pendapat. Ufh…

  2. “Siapkah engkau hidup
    susah denganku?”

    Hai pemilik blog yang terhormat.. Saya coba kasih penjelasan sedikit, seorang laki2 yg berkata “Siapkah engkau hidup
    susah denganku?”
    Bukan berarti sesudah hidup bersama dia bakal dibuat susah,. Laki2 mana yg tega membuat susah istrinya?? Di setiap kehidupan g slalu diatas ada kalanya kita dibawah, nah maka dari itu persiapkan diri apabila kita dalam kesulitan, kita hidup bersama ya kita tanggung bersama juga, kalau mau senangnya aja sama aja tu cewek MATRE!
    Dri kalimat anda yang sangat tidak bijak: Kalau mau hidup susah, ngapain ngajak anak orang? Susah, susahlah ente sendiri. Gak usah ngajak-ngajak!
    Hahaha udah ketauan nih kriterianya.
    Bkan saya bermaksud mengklaim anda matre looo ya..

    Susah atau senang itu kembali dari diri kita yang menjalani hubungan tersebut,.
    Kayanya anda ilfil nih sama laki2 yang sering mengatakan “maukan kamu diajak susah”??
    Hahahaahaha, kalimat itu adalah kalimat utk mnguji siwanita, apakah wanita tersebut siap lahir batin untuk jadi istrinya, krn kdepan dalam mnjalani rumah tangga kita g bakal tau apa yang akan terjadi. sya sbagai laki2pun g bakal tega membuat wanita jadi susah dan menderita.
    1 lagi,. judul yang anda buat sperti bukan mencerminkan anda wanita bijaksana. Kurang dari kesan nasehat,.
    Wajar dong kalau saya mengkritik. Kita sama2 blajar, mohon maaf apabila kata2 saya tidak berkenan dihati anda..

    • Terimakasih banyak untuk kritikannya, Pak Andra.

      Tidakkah Anda melihat sisi lain tulisan ini? Bukan untuk mencari pembelaan, tetapi mari kita lihat tujuan saya menulis ini. Ini tentang Mentalitet. Bukan status si pria itu sendiri. Kaya atau miskin.

      Wanita akan lebih menyukai pria yang berjiwa besar, bukan pesimis seperti ungkapan di atas. Semiskin apapun kehidupan rumah tangga, seorang istri yang tulus tentu akan menemani suaminya. Tetapi bukan berarti suami lantas mengajak untuk hidup susah. kelihatan sekali dia berjiwa lemah dan pesimis dengan berkata demikian. Silahkan Anda menilai saya matre. Allah dan orang” di sekitar saya lebih faham bagaimana kehidupan saya, dan apa yang saya inginkan. 🙂

      Salam Santun
      Ida Raihan

  3. Kaya-miskin=>m a t y
    susah-senang=>di haty
    gada logikanya,. .

    • Hmm… Begitu sederhanakah?

    • Ya sudah. Memang begitu 🙂

      • Wanita matre tidak akan pernah ngakui matrenya…
        Kalau dy ud ptus trus dpat pengganti yg lebih rendah…
        Dia bru mnyadari aq pcran dgn dia di kasih ini itu aq mnta sllu di truti gk ky kmu… Itulah…

      • Haha.. Tapi jadi wanita emang harus matre sih. Realistis kurasa.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Seni Hidup

=Ketidaksempurnaan Itu Cantik=

My Blog

My WordPress Blog

evRina shinOda

CORETAN LAIN BLOG EVRINA

Aksara Nomaden

Merindukan itu nyata. Mengulang kenangan hanya utopia.

TERANG DIARY

catatan sehari-hari terang

Right-Magic!

Merekah kedalaman dalam pikir

FOTOCOPY PERCETAKAN PRINTING MURAH JAKARTA

Percetakan | Fotocopy | Penjilidan | Printing | Desain | Finising| ATK Dll

PERCETAKAN JAKARTA PUTRA MANDIRI

Percetakan, Foto Copy, Penjilidan, Pengetikan, Design Grafhis, Print dan Komputer

Cha Fitoria

Let's Love...

Catatan Kenangan

Serba-serbi jejak yang tertulis

Impossible

Selamat Datang , dan Terimakasih Telah Berkunjung

Bacotan Madi Amplang

karena kamu baca artikel ini,akan aku jadikan kamu istriku

Sandry Boy Sandy

Berpikir Kritis, Menggali Kreatifitas, Tidak Pernah Mengeluh Dan Tetap Semangat, Serta Tetap Tersenyum Meski Tersenyum Dalam Kesedihan

Math on Journey

PMRI Blog: mathematics is all around us

CERITA PRIBUMI

DARI SATU TEMPAT KE TEMPAT LAIN KITA BERCERITA DAN BERKARYA UNTUK INDONESIA

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

Perjalanan Menuju-Nya

kugesa ridha-Mu dengan asa yang tak berujung

Cerita Assa

L'amour Va Trouver Sa Place à S'ancrer Par Lui Même

AMEL OH AMEL

“One day your life will flash before your eyes. Make sure its worth watching.”

%d blogger menyukai ini: