Oleh: Ida Raihan | 25 Juni 2013

Jelek, Miskin, Tak Punya Apa-Apa. Sorry, Terpaksa Kutolak

Beberapa hari terakhir ketika ada sedikit waktu luang di sela-sela menyelesaikan pekerjaan, saya memanfaatkan untuk searching tulisan Mario Teguh yang sebenarnya sudah lumayan lama pernah saya baca, namun tidak begitu detail saya mengingat setiap kalimatnya. Saya hanya mengingat intinya. Tentang seseorang yang ingin diterima apa adanya.

Didorong oleh keprihatinan terhadap kalimat yang sering saya baca pada postingan beberapa member di group Ta’aruf, dengan ungkapan (lebih kurang) “Ingin mencari jodoh yang mau menerima saya apa adanya. Hmm.. begitu manis dan pasrah.

Teringat salah seorang ikhwan yang sempat inbox dengan niatan mengajak ta’aruf. Tetapi ada beberapa kalimatnya yang membuat saya mendadak ilfeel kepadanya. Tanpa basa basi sayapun langsung birkata, “Kalo begitu, silahkan Anda cari yang lain. Bukan saya orangnya.”

Ya, terkadang ketegasan diperlukan untuk mengajarkan ketangguhan bagi sebagian orang. Pria ini sudah menunjukkan diri sebagai seorang yang tiada harganya. Sementara yang diperlukan oleh wanita adalah seorang imam yang patut dihargai, meskipun dia tak sempurna.

Wanita baik-baik sadar benar, bahwa berharganya seorang pria bukan karena wajahnya, hartanya, bukan pula kepemilikannya. Tetapi ada pada karakter, keshalihan/ketaatan, dan tanggungjawabnya sebagai seorang suami.

Pria yang begitu ringan jarinya mengetik “saya miskin, tak punya apa-apa” seolah-olah seperti orang yang perlu dikasihani. Tanpa iman, tanpa Tuhan. Lantas bagaimana dia bisa menjadi imam? Sementara wanita butuh bimbingan.

“Saya juga jelek” Anda yang pernah berkata demikian, sadarkah Anda, bahwa Anda telah berani menghina ciptaan Allah? Ini adalah bentuk betapa tidak bersyukurnya pada pemberian yang serba gratis.

Saran saya orang jenis ini sebaiknya lebih giat lagi mengikuti seminar Pengembangan Diri. Agar memiliki kepercayaan bahwa Allah itu ada. Agar memiliki keyakinan bahwa bagi Allah semua serba bisa. Dan selama maut belum di tenggorokan, semua berkesempatan sama. Menghasilkan atau membuang. Kuncinya ada pada diri sendiri. Mau berusaha atau tidak. Masalah hasil, biarkan Allah yang menetapkannya. Tugas manusia hanyalah, memaksimalkan ikhtiar.

Quote Mario Teguh yang saya maksud adalah,  “Wanita memilih yang terbaik di antara laki-laki, sebagaimana laki-laki memilih yang terbaik di antara wanita.

Mohon jangan protes.

Laki-laki yang memprotes wanita yang memilih laki-laki yang terbaik baginya, adalah laki-laki di bawah standar wanita itu – tapi yang meminta diterima apa adanya.

Wanita yang memprotes laki-laki yang memilih wanita yang terbaik, adalah wanita yang tidak mau memperbaiki diri – tapi menuntut diterima apa adanya.

TIDAK ADA, sekali lagi – tidak ada pribadi berkualitas yang mau menerima apa adanya. Itu! Titik.

Pribadi berkualitas menuntut yang terbaik, karena mereka memberikan yang terbaik.

Sudahlah, jangan saling memprotes dan mencemooh, karena itu hanya menunjukkan kelas kita yang tidak pantas untuk dipilih.

Move up!

Mario Teguh – Loving you all as always

Pesan Pak Mario tersebut sangat bagus. Intinya BERGERAKLAH, perbaiki diri. Jika merasa diri tak punya apa-apa, usahakanlah agar punya apa-apa. Jika merasa diri tak cantik, tak tampan, maka percantik/pertampanlah dengan akhlak dan prestasi. Bukan mengeluh dan berharap diterima apa adanya.

Ida Raihan

Kramat Jati, Senin, 24 Juni 2013 (19:20)

Iklan

Responses

  1. Salam super!

  2. Saya suka tulisannya Mbak Ida, tidak sengaja jg menemukannya…Hehehehe
    Saya mengalami hal ini bln January kemarin mbak, keadaannya sama dgn yg mbak alami. Dan saya pun menolak pria ini, krn saya menganggap pria ini sama sekali tdk menghargai dirinya sendiri dgn menyebutkan semua kekurangannya dari ujung rambut hingga ujung kaki..
    Keluarga saya sedikit marah krn saya menolak, tapi saya merasa lega. Mereka ingin saya segera menikah, mengingat usia yg sudah masuk 32 tahun (lumayan tua jg, hihihi…).. Meski tergolong tua, bukan berarti saya harus pasrah dan menerima sembarang pria hanya demi status menikah…

    • Betol Say. Kita wanita membutuhkan sosok yang kuat. Bukan yang lemah dengan keterbatasannya.

      Bagi orang” yang mau berfikir, kelemahan itu tentu tidak dijadikan alasan untuk mencari pembenaran. Di antara kelemahan kita pasti ada kekuatan yang bisa kita tingkatkan. Jadi, jika diri saja sudah merasa lemah dan tak mampu membahagiakan, mengapa berani” melamar anak orang? Hikz…

      Ahya, jika mau, gabunglah dalam group pencarian jodoh kami. Insya Allah akan kami bantu.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Seni Hidup

=Ketidaksempurnaan Itu Cantik=

My Blog

My WordPress Blog

evRina shinOda

CORETAN LAIN BLOG EVRINA

Aksara Nomaden

Merindukan itu nyata. Mengulang kenangan hanya utopia.

TERANG DIARY

catatan sehari-hari terang

Right-Magic!

Merekah kedalaman dalam pikir

FOTOCOPY PERCETAKAN PRINTING MURAH – JAKARTA

Percetakan | Fotocopy | Penjilidan | Printing | Desain | Finising| ATK Dll

PERCETAKAN JAKARTA PUTRA MANDIRI

Percetakan, Foto Copy, Penjilidan, Pengetikan, Design Grafhis, Print dan Komputer

Cha Fitoria

Let's Love...

Catatan Kenangan

Serba-serbi jejak yang tertulis

Impossible

Selamat Datang , dan Terimakasih Telah Berkunjung

Bacotan Madi Amplang

karena kamu baca artikel ini,akan aku jadikan kamu istriku

Sandry Boy Sandy

Berpikir Kritis, Menggali Kreatifitas, Tidak Pernah Mengeluh Dan Tetap Semangat, Serta Tetap Tersenyum Meski Tersenyum Dalam Kesedihan

Math on Journey

PMRI Blog: mathematics is all around us

CERITA PRIBUMI

Dari satu tempat ke tempat lain kita bercerita dan berkarya untuk Nusantara

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

Perjalanan Menuju-Nya

kugesa ridha-Mu dengan asa yang tak berujung

Mr. Assa

L'amour Va Trouver Sa Place à S'ancrer Par Lui Même

AMEL OH AMEL

“One day your life will flash before your eyes. Make sure its worth watching.”

%d blogger menyukai ini: