Oleh: Ida Raihan | 20 Juli 2013

Aku Tergeletak di Rumah Sakit. Tolong Bantu Aku, Carikan Ibuku di Palembang!

Sudah hampir Empat bulan lamanya, terhitung sejak awal April 2013, Titin Novianti, gadis 30 tahun berwajah montok dengan kulit putih berisi itu terbaring di rumah sakit Dompet Dhuafa (Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa-Parung). Ia yang dulu pernah bekerja di Hong Kong mengalami kecelakaan yang mengakibatkan salah satu kakinya mengalami cedera yang tak ringan. Titin Novianti yang akrab dengan panggilan Novi kembali ke Indonesia dalam keadaan pincang dengan kaki kaku untuk digerakkan

Saat ini, Novi berada di bawah pengawasan Migrant Institute – Dompet Dhuafa. Sebuah lembaga yang konsen menangani permasalahan BMI (Buruh Migrant Indonesia), yang sebenarnya fokus pada advokasi, untuk diberikan perawatan yang cukup. Mengantar jemput Novi untuk peroleh perawatan di RST DD – Parung Bogor.

Awal April itu, saya berkesempatan ikut mengantarkannya ke RST tersebut. Sayangnya, sejak itu saya baru berkesempatan menjenguknya sebanyak dua kali. Sehngga saya tak begitu tahu kabar selanjutnya, hingga terakhir mendengar, Novi harus menjalani operasi setelah therapy tak berhasil memulihkan kedua kakinya.

Dan hari ini adalah ketiga kalinya saya dan Ayu Suratni (Ayu sudah beberapa kali menjenguk) berkesempatan menjenguk. Saya sempat terkejut ketika mendapati Novi yang tengah tertidur, tampak berbeda dengan keadaannya ketika baru masuk ke RST Awal April lalu.

Kali ini tak ada lagi kemontokan tubuhnya, tak ada lagi sinar cerah pandangannya. Saya hampir menangis melihat kondisinya. Novi sudah menjadi kurus dan kelihatan lebih tua dari sebelumnya. Perlahan saya menyentuh tangannya agar dia tidak terkejut. Tidak lama kemudian, Novi membuka mata. Cukup lama dia memandang saya, namun seperti tak mengenali. Lalu matanya beralih ke Ayu, beralih lagi ke saya, lalu berpindah lagi ke Ayu.

“Mbak Aa..yu…,” Pelan dia bersuara. “Mbak Iida…”

Rasanya, hampir tak kuasa saya menahan airmata. Tetapi saya tahu, saya harus tegar melihat Novi yang sedang sangat membutuhkan dukungan semangat. Tangannya bergerak-gerak gemetar saat mengangkat Handphonenya. Seketika saya teringat pesan Dokter bedah yang menangani kasusnya.

“Orang awwam sekalipun bisa tahu, bahwa dia (Novi) sangat tertekan jiwanya. Di wajahnya sangat jelas, dia depresi berat. Bawa dia refreshing, untuk memulihkan semangatnya untuk sembuh. Hadirkan orang yang dekat dengannya agar dia bisa kembali semangat.”

Novri habis menjalani operasi kakinya yang sebelah kanan. Dan akan dilanjutkan dengan operasi sebelah kiri. Tetapi karena mengalami tekanan psikologis, akhirnya semua harus ditunda. Novi membutuhkan dukungan. Dia membutuhkan orang-orang terdekatnya. Tapi tak ada keluarga Novi yang bisa membantu. Pihak MI (Migrant Institute) sudah beberapa kali menghubungi keluarga angkatnya, tetapi mereka belum bisa datang. Kabar yang saya dengar, Ayah dan Ibu angkat Novi sudah sangat tua, bahkan sedang sakit juga di Palembang sana. Novri hanya sosok sebatangkara di Jakarta.

“Novi,” Panggil Ayu. “Siapa teman terdekatmu yang kamu ingin dia ada di sini menemanimu?” Tanya Ayu pada Novi. Kami mulai menjalankan anjuran Dokter untuk menghadirkan orang terdekat yang Novi inginkan. Dan membawanya sementara jauh dari Rumah Sakit untuk memulihkan psikologinya.

“Ade.” Jawab Novi lemah.

“Di mana dia sekarang?”

“Indramayu.”

“Nah teleponlah, ajak dia kemari untuk menemanimu.” Ucap Ayu seraya menyodorkan HPnya pada Novi.

“Apakah orangtua saya tidak ada yang mau ke sini, Mbak?” Tanya Novi

“Orangtuamu sudah dihubungi, Novi. Dan Ibumu juga tengah sakit, Jadi mereka belum bisa datang” Kali ini saya yang menyahut.

“Kalau ibu kandung saya, pasti mau datang.” Kata Novi, ucapannya tertata dan sangat lambat.

“Novi tahu alamatnya?”

“Mereka tinggal di CURUP, PALEMBANG dekat BENGKULU.”

“Alamat lengkapnya?”

“Tidak punya.” Lemah Novri menyahut.

“Nama Ibu, Novi tahu?”

“NELI.” Sahut Novi masih pelan.

“Adik?”

“Kakak, DEWI.” Novi hanya sekali bertemu dengan Ibunya ketika masih kecil. Sejak itu belum pernah bertemu lagi. Dia hanya mendengar berita, bahwa Ibunya tinggal di sana.

Seketika saya teringat sahabat saya yang ada di Jogja, dia sejak kecil tak bertemu dengan Ayahnya. Tetapi setelah bertahun-tahun, melalui internet dia akhirnya bisa bertemu dengan Ayahnya. Maka seketika saya berharap, saya yakin DEWI Kakak NOVRI memiliki facebook.

Maka saya menulis ini. Saya berharap tulisan ini bisa sampai ke hadapannya dan di baca olehnya.

Dari pengakuan Novi, dia adalah anak yang ketika baru lahir, sama ibunya diserahkan kepada kepala desa di daerah Palembang. Dia tidak tahu apakah Ayahnya masih ada atau tidak. Tetapi Novi yakin, ibu dan kakak yang belum pernah dilihatnya lagi, masih ada. Mereka tinggal di Curup, Palembang. Dekat dengan Bengkulu.

UNTUKMU KAWANZ, YANG MEMBACA TULISAN INI, jika engkau mengenal dua orang yang kami maksud, tolong kabarkan berita ini pada mereka. Katakan Novri membutuhkan dukungan dari mereka.

ATAU MUNGKIN KAK DEWI SENDIRI YANG MEMBACA,

Kak Dewi, jika orang yang saya maksud adalah dirimu, Ibumu bernama Neli, dan merasa pernah menitipkan seorang putri bernama Novi kepada kepala desa di Palembang, ketahuilah, saat ini, Novi adikmu, sedang terbaring lemah di Rumah Sakit. Kondisi Psikisnya sangat memprihatinkan Dia membutuhkan dukungan keluarga. Jika engkau membaca tulisan ini, dan engkau mau peduli, engkau bisa menghubungi kami (Migrant Institute – Nursalim: 0811 8163 691 – Ida: 0818 0801 9378). Novi adikmu, sangat membutuhkan dukunganmu, dukungan ibumu, untuk kesembuhannya. Untuk masa depannya…

Kami menunggu, Kak Dewi, menunggu Ibu Neli….

Ida Raihan

Kramat Jati, Senin, 15 Juli 2013 (17:54)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Seni Hidup

=Ketidaksempurnaan Itu Cantik=

My Blog

My WordPress Blog

evRina shinOda

CORETAN LAIN BLOG EVRINA

Aksara Nomaden

Merindukan itu nyata. Mengulang kenangan hanya utopia.

TERANG DIARY

catatan sehari-hari terang

Right-Magic!

Merekah kedalaman dalam pikir

FOTOCOPY PERCETAKAN PRINTING MURAH JAKARTA

Percetakan | Fotocopy | Penjilidan | Printing | Desain | Finising| ATK Dll

PERCETAKAN JAKARTA PUTRA MANDIRI

Percetakan, Foto Copy, Penjilidan, Pengetikan, Design Grafhis, Print dan Komputer

Cha Fitoria

Let's Love...

Catatan Kenangan

Serba-serbi jejak yang tertulis

Impossible

Selamat Datang , dan Terimakasih Telah Berkunjung

Bacotan Madi Amplang

karena kamu baca artikel ini,akan aku jadikan kamu istriku

Sandry Boy Sandy

Berpikir Kritis, Menggali Kreatifitas, Tidak Pernah Mengeluh Dan Tetap Semangat, Serta Tetap Tersenyum Meski Tersenyum Dalam Kesedihan

Math on Journey

PMRI Blog: mathematics is all around us

CERITA PRIBUMI

DARI SATU TEMPAT KE TEMPAT LAIN KITA BERCERITA DAN BERKARYA UNTUK INDONESIA

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

Perjalanan Menuju-Nya

kugesa ridha-Mu dengan asa yang tak berujung

Cerita Assa

L'amour Va Trouver Sa Place à S'ancrer Par Lui Même

AMEL OH AMEL

“One day your life will flash before your eyes. Make sure its worth watching.”

%d blogger menyukai ini: