Oleh: Ida Raihan | 28 Juli 2013

ANDAI NEGARAKU SERUPA HONG KONG

Pagi kemarin, seperti biasa saya menelusuri jalan di daerah Kramat Jati untuk tujuan kantor, pas di pertengahan jalan saya mendapati sesuatu jatuh tepat di depan saya. Hampir menimpuk kepala tetapi masih terhindarkan. Sebundel kertas yang telah diremas-remas. Saya pun tak berniat mengkontrol mulut lagi untuk menggerundel.

“Yaa Ampyuuun, orang pada gak punya otak apa ya? Udah tau daerah rawan banjir, buang sampah pasa sembarangan.” Saya tidak peduli ketika beberapa orang yang lewat di dekat saya menoleh.

Ya, jalanan yang saya lalui adalah, jalanan yang menjadi langganan banjir. Setiap hujan deras air pasti menggenangi jalanan hingga melebihi mata kaki orang dewasa. Mirisnya kesadaran para penghuni sekitarnya untuk menjaga kebersihan lingkungan. terlalu sedikit. Pampers bayi yang membengkak karena dipenuhi air sering saya lihat berenang terbawa arus got yang ada di sana. Terkadang juga tergeletak di tengah jalan ketika hujan baru reda. Bahkan sekali saya melihat seorang menghentikan motornya di depan aliran air tersebut, lalu membuang sekantong plastik hitam besar yang berisi setengahnya. Entah apa di dalam kantong tersebut. Pengemudi motor tersebut seperti tanpa beban langsung mendorong kantong tersebut ke dalam aliran air. Ugh… saya hanya mampu menghembuskan nafas kesal. Kok bisa ya, mereka melakukan itu?

Di lain hari, masih di daerah yang sama, ketika saya dan salah satu rekan kantor berjalan dari luar menuju kantor, seorang pemuda, yang tengah duduk di depan stir mobil truk yang tengah berhenti, dengan santai melempar kantong plastik yang berisi makanan di jalan depan mobilnya. Wajahnya tanpa expresi. Bahkan tetap begitu ketika saya coba menegurnya. Hum… entah apa yang berada di otak orang-orang Indonesia jenis ini sebenarnya. Saya tak habis pikir, bukannya kalau lingkungan bersih yang menikmati mereka juga? Kita semua? Tetapi sebagian dari kita lebih memilih memperkeruh keadaan dengan membuang sampah sembarangan.

Ini baru dua contoh yang nyata, sedangkan contoh-contoh lain bertebaran di sekitar kita, seorang wanita berjilbab yang memakan kuaci di kereta, dengan santai membuang kulitnya ke bawah pun pernah saya temui. Padahal kalau dia mau tahu, kebersihan adalah bagian dari iman. Anadhofatu minal iiman. Entah apa dia memang tidak tahu atau pura-pura tuli dengan ungkapan tersebut.

Para penumpang yang memakan permen di kendaraan begitu saja membuang kulitnya di lantai kendaraan umum. Minuman berbotol dan gelas yang dilempar begitu saja bekasnya keluar jendela. Ampyun! Seolah-olah semua tempat adalah tong sampah yang tepat. Miris rasanya menyaksikan semua itu. Menyaksikan kelakuan para saudara setanah airku tersebut.

Sebagai warga yang pernah tinggal di Hong Kong, saya jadi tertarik untuk membandingkan warga negara saya ini dengan warga Bauhinia tersebut. Hong Kong adalah negara sekuler yang mayoritas penghuninya adalah Non Muslim. Tetapi mereka tahu bagaimana menjaga kebersihan. Mereka tahu cara mencintai negaranya dengan menjaga lingkungannya agar tidak terkotori. Sehingga negara tersebut tampak bersih dan menawan. Beda sekali dengan warga negara Indonesia yang suka asal, giliran musibah menimpa lingkungannya, masih sempat menyalahkan pihak lain. Padahal jelas-jelas itu disebabkan oleh ketidakdisiplinan dari warga itu sendiri.

Sungguh tidak patut rasanya jika Indonesia yang di belahan lain sebagai tempat pariwisata, di sisi lain adalah tempat kumuh dengan penghuni yang memproduksi manusia-manusia yang suka nyampah. Di lingkungannya sampah. Akhirnya Indonesia sudah serupa sampah.

Ida Raihan

Kramat Jati, Jum’at, 26 Juli 2013 (20:51)

Iklan

Responses

  1. banyak negara menjadikan kebersihan sebagai modal kemajuan bisnis pariwisatanya. karena pasti wisatawan dan siapa saja suka pada kebersihan. gak kayak di kota sy, mobil pengangkut sampah saja dateng dua minggu sekali, sampah2 depan rumah selalu menumpuk di tiap minggu pertama

    • Hehe… di mana kota, Mas Rusydi? Jakarta saja sampah” banyak berkeliaran di jalan”. Belum lagi warganya yang suka meludah semaunya. Hikz.. bener” deh bikin gak nyaman.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Seni Hidup

=Ketidaksempurnaan Itu Cantik=

My Blog

My WordPress Blog

evRina shinOda

CORETAN LAIN BLOG EVRINA

Aksara Nomaden

Merindukan itu nyata. Mengulang kenangan hanya utopia.

TERANG DIARY

catatan sehari-hari terang

Right-Magic!

Merekah kedalaman dalam pikir

FOTOCOPY PERCETAKAN PRINTING MURAH JAKARTA

Percetakan | Fotocopy | Penjilidan | Printing | Desain | Finising| ATK Dll

PERCETAKAN JAKARTA PUTRA MANDIRI

Percetakan, Foto Copy, Penjilidan, Pengetikan, Design Grafhis, Print dan Komputer

Cha Fitoria

Let's Love...

Catatan Kenangan

Serba-serbi jejak yang tertulis

Impossible

Selamat Datang , dan Terimakasih Telah Berkunjung

Bacotan Madi Amplang

karena kamu baca artikel ini,akan aku jadikan kamu istriku

Sandry Boy Sandy

Berpikir Kritis, Menggali Kreatifitas, Tidak Pernah Mengeluh Dan Tetap Semangat, Serta Tetap Tersenyum Meski Tersenyum Dalam Kesedihan

Math on Journey

PMRI Blog: mathematics is all around us

CERITA PRIBUMI

Dari satu tempat ke tempat lain kita bercerita dan berkarya untuk Nusantara

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

Perjalanan Menuju-Nya

kugesa ridha-Mu dengan asa yang tak berujung

Cerita Assa

L'amour Va Trouver Sa Place à S'ancrer Par Lui Même

AMEL OH AMEL

“One day your life will flash before your eyes. Make sure its worth watching.”

%d blogger menyukai ini: