Oleh: Ida Raihan | 16 Agustus 2013

MENANGGAPI PERSETERUAN USTADZ SOLMED DAN ORGANISASI MUSLIM HONG KONG

Selasa, 13 Agustus 2013 lalu, saat saya tengah berkunjung ke rumah salah seorang sahabat di daerah Gandaria, Teve di rumah sahabat tersebut sedang menanyangkan sebuah berita yang menarik perhatian saya. Seorang ustadz muda yang wajahnya sudah sering nongol di Teve (katanya – karena saya sendiri belum pernah menyaksikan ceramahnya di Teve) seperti sedang mengklarifikasi sesuatu. Saya yang tak pernah tertarik dengan gosip-gosip artis ataupun Ustadz-Ustadz muda jaman kini, tiba-tiba merasa tertarik untuk menyimak. Semua karena berhubungan dengan Hong Kong.

Saya langsung mencari tahu, bagaimana kronologinya. Mengapa hal seperti ini bisa terjadi.

Berita yang saya dapat dari sisi organisasi Hong Kong, Thariqul Jannah, yang berencana mengundang Ustadz Solmed untuk mengisi pengajian di Sheung Wan – Hong Kong, pada 15 September nanti, akhirnya memutuskan untuk membatalkan undangannya. Itu mereka lakukan karena Ustadz Solmed memiliki banyak permintaan. Dari minta penginapan yang mewah, tiket PP Jakarta – Hong Kong untuk empat orang, sampai meminta bagian dari uang penjualan tiket dan infak.

 Sementara yang saya tangkap dari pemberitaan dan keterangan Ustadz di televisi, sangat bertentangan dengan pihak organisasi Hong Kong. Ustadz Solmed merasa telah melakukan yang benar karena menolak untuk mengisi dakwah di Hong Kong jika para pelaksana pengajiannya tetap mematok tarif untuk setiap peserta yang datang. Sementara pelaksana di Hong Kong menuduh Ustad Solmed telah menyalahi janji untuk datang ke Hong Kong.

Dalam pernyataannya kemarin juga, Ustadz Solmed berkata, bahwa beliau melakukan pembatalan itu karena tidak mau dakwahnya dimanfaatkan sebagai ajang bisnis oleh organisasi yang mengundangnya. Sebagai warga yang pernah tinggal dan berorganisasi di Hong Kong, maka saya jmerasa tersentil, dan tergelitik untuk ikut menanggapi perkataan beliau ini.

Ustadz Solmed SALAH BESAR jika mengatakan penarikan biaya yang berkisar antara HKD $ 20 – HKD $ 100 ini, adalah bisnis. Saya tahu betul pemanfaatan uang yang terkumpul dari hasil penjualan tiket pengajian tersebut. Tak sepeserpun uang-uang tersebut masuk ke dalam kantong para BMI yang mengadakan kegiatan. Mereka melakukan itu, karena untuk mengadakan pengajian besar dengan mendatangkan Ustadz dari luar negeri tentulah membutuhkan biaya yang sangat besar.

Untuk biaya gedung saja terkadang bisa mecapai, HKD $ 25.000 (tergantung gedung mana). Tiket Pulang-Pergi Ustadz sendiri bisa mencapai HKD $ 5.000. Untuk biaya makan dan tinggal di selama di Hong Kong. Belum lagi jika si Ustadz ingin mengunjungi tempat-tempat tertentu Seperti Salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia, Patung Buddha, Patung Lilin dan lain-lain. Besarnya biaya bisa melebihi HKD $ 50.000 (Setara Rp 60.000.000-an). Biaya sebegitu besar, bisa didapat dari mana jika tidak diangkat secara gotong royong dengan para jamaah yang hadir? Sedangkan uang dari sponsor, seperti yang diungkapkan Ustadz Solmed sebagai dana transportasi kemarin, tidaklah mungkin akan mampu menutupi semua biaya itu. Paling besar dana yang didapat dari sponsor tidak melebihi HKD $ 10.000! Itupun sudah gabungan dari puluhan sponsor.

Jika pada pengajian tersebut menyisakan dana setelah pemotongan pembiayaan semua administrasi, uang tetap tidak akan pernah menjadi bagian para penyelenggara.

Para Muslimah di Hong Kong yang notabenenya adalah Pekerja Rumah Tangga, juga sangat faham hak dan kewajiban. Mereka tidak buta ilmu pengetahuan tentang agama. Sebagian dari organisasi di Hong Kong memiliki Yayasan di Indonesia. Entah itu Yayasan Yatim Piatu, Badan Zakat, atau pemberdayaan Ummat. Dan bagi yang belum memiliki yayasan sendiri, mereka menjadi donator tetap beberapa Yayasan sekaligus setiap bulannya.

Sebagai salah satu anggota Organisasi Majelis Muslimah Meifoo Hong Kong, dan juga Forum Lingkar Pena Hong Kong, saya dan ratusan anggota lainnya sudah tahu harus dikemanakan uang-uang tersebut. Tidak lain untuk menyumbang sebagian masyarakat kita di Indonesia. Ini adalah cara efektif untuk menggalang dana guna membantu saudara-saudara kita di tanah air.

JADI SALAH BESAR JIKA PUNYAI PIKIRAN BAHWA PENGAJIAN DI HONG KONG ADALAH LADANG BISNIS PARA MUSLIM/MUSLIMAH DI SANA!

Ida Raihan

Kramat Jati, Kamis, 15 Agustus 2013 (Dzuhur Time, 11:58)

Iklan

Responses

  1. Mohon maaf beribu maaf sob, berdasarkan berita yang saya dapat, duduk perkaranya adalah masalah biaya, tidak lebih dari itu, seorang ustad saya yakin tidak akan punya pemikiran seperti itu, karena ia sudah disumpah langsung dihadapan Alloh, karena untuk dakwah memang butuh biaya, namun jangan karena biaya itu harus dipaksakan, mohon maaf, mereka yang disebutkan di atas dan yang diberitakan di media adalah mereka pekerja biasa. Kenapa harus melakukan penyewaan gedung yang begitu mahal. Kalau toh ada sponsor, sponsor yang harus membiayai dan dengan ikhlas. Jangan dibebankan, dan memaksakan kemewahan dakwah.
    Ada banyak jalan untuk menuju islam dan iman, namun tidak harus mewah fan mendatangkan langsung. Kita tidak boleh buruk sangka, bahwa si A salah.
    Etikanya siapa yang mengundang itu yang harus mempersiapkan, logikanya seorang ustad juga butuh biaya baik untuk dirinya dan keluarganya yang ditinggalkan, meski disebutkan bahwa rejeki di tangan Alloh SWT.
    Jadi mohon jangan karena sentimen hal hal yang berkaitan dengan biaya penyelenggaraan yang tidak masuk akal jadi PEMBENARAN.

    Manusia di beri dua hal untuk melakukan sesuatu, salah satunya adalah berpikir logis.

    Berkaitan dengan penginapan mewah, saya dengar dari mulut ustad solmed melalui media, bahwa itu tidak benar, bahkan ustad menyebutkan dengan tegas, bahwa ia bersedia tidur di mana saja.
    Berkaitan dengan kunjungan Salah satu tujuh keajaiban. Saya rasa itu konteksnya berbeda. Dan itu harus dijelaskan, Kalau tidak ini akan jadi fitnah, mana yang benar pernyataannya.
    Janganlah di sini teriak Allohuakbar, di sana teriak Allohuakbar, tapi terjadi perang fitnah sesama muslim.

    • Terimakasih banyak, Mas Walidin. Saya menulis tanggapan ini juga berdasarkan ucapan Solmed di media lho. Makanya saya merasa perlu meluruskan ucapannya yang mengatapan dimanfaatkan untuk ajang bisnis. Karena itu tidak benar.

      Saya sarankan sebaiknya Anda mengunjungi dan melihat lebih dekat ke negara tersebut, agar lebih tahu bagaimana kondisi HK dan para pendakwahnya di sana.

      Kalau bukan di gedung di mana harus mengadakan kajian? Victoria Park? Victoria adalah tempat yang penuh dengan hingar bingar penduduk Jawa dan dari berbagai negara di sana. Akan sangat terganggu tentunya. Dan lagi, penduduk HK yang mayoritas bukan Islam, negara yang sekuler, masih banyak yang menganggap Islam itu terroris, tentulah banyak yang tidak suka ada pengajian” di taman.

      Organisasi kami sering lho ngadain yasinan di taman, dan itu sering mendapat teguran agar mengecilkan suara. Nah jika di taman yang sangat ramai terus ceramah tanpa pengeras, berapa orang yang mampu mendengar?

      Ahya, ini ada video klarifikasi dari panitia di HK, jadi silahkan di lihat jika sempat. Untuk tambahan refrensi. https://www.youtube.com/watch?v=IHZnxWC3AyI&feature=youtube_gdata_player

      Mohon maaf lahir batin.

  2. meminta bagian uang infak?
    masyaAllah

    • Itu yang saya denger, Mbak. Makanya panitia lantas membatalkan undangannya. Tetapi Solmed mengabarkan seolah” dia yang membatalkan karena merasa akan dimanfaatkan.

      • banyak yg ngaku2 ustad…..

      • Ida gak ikut”an 😀

        Dan juga gak mau ikut”an manggil mereka dengan sebutan Ustadz.

  3. bener2 pemerhati ust2 gagah ya. hehehe. sampe2 tetep memantau perkembangannya lewat twitter. kalo yg urusan begini saya gak berani ngomong, apalagi kalo sang ust udah ngerasa benar. entar semua dalil bakal dikeluarin ama dia untuk menyanggah

    • Pemerhati? Nggak banget ya? Kan udah dijelasin tu di atas. Karena mendengar kata HK lah saya menanggapi dengan cara ini. Twitter? Hmmm… sepertinya Mas Rusdi asal komen ya, tanpa membaca tulisan di atas?

      Mohon maaf lahir batin 🙂

      • hehe… karena saya liat side bar blog twitter itu, bu. 🙂 dg tulisan kan seenggaknya ada perhatian, walau enggak banget.

      • Oh.. itu. Hihi… itu satu”nya Ida ikut membalas di sana. Karena ada teman yang menginfokan bahwa Solmed membaca tulisan Ida yang di Kompasiana. Jadi nyari deh twitternya solmed. 😀

  4. Terima kasih tulisannya, memberikan balance dari pemberitaan yang digencar-gencarkan oleh media di tanah air, yang sayangnya kadang-kadang tendensius.
    Menurut saya, ucapan2 orang itu di twitter menandakan kalo pemikiran dia terlalu pendek dan tidak menghargai orang lain. Terus terang, saya tidak bersedia menyebut uztad karena dalam padangan saya uztad itu sangat tinggi perilakunya dan sayang sekali yang satu ini berkelakuan yang sebaliknya.

    • Nah itu dia. Ida jadi merasa berkewajiban meluruskan apa yang diberitakan di media yang pastinya ditonton jutaan orang di Indonesia.

      Ida juga tidak akan pernah memanggilnya Ustadz. Karena bagi Ida, seorang yang harus Ida pangil Ustadz hanyalah untuk mereka yang telah Ida berguru kepadanya. Kalo belum yah, tak akan memanggilnya Ustadz. Ini dalam bahasa tulisan saja Ida menulis Ustadz, agar pembaca tidak bingung.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Seni Hidup

=Ketidaksempurnaan Itu Cantik=

My Blog

My WordPress Blog

evRina shinOda

CORETAN LAIN BLOG EVRINA

Aksara Nomaden

Merindukan itu nyata. Mengulang kenangan hanya utopia.

TERANG DIARY

catatan sehari-hari terang

Right-Magic!

Merekah kedalaman dalam pikir

FOTOCOPY PERCETAKAN PRINTING MURAH JAKARTA

Percetakan | Fotocopy | Penjilidan | Printing | Desain | Finising| ATK Dll

PERCETAKAN JAKARTA PUTRA MANDIRI

Percetakan, Foto Copy, Penjilidan, Pengetikan, Design Grafhis, Print dan Komputer

Cha Fitoria

Let's Love...

Catatan Kenangan

Serba-serbi jejak yang tertulis

Impossible

Selamat Datang , dan Terimakasih Telah Berkunjung

Bacotan Madi Amplang

karena kamu baca artikel ini,akan aku jadikan kamu istriku

Sandry Boy Sandy

Berpikir Kritis, Menggali Kreatifitas, Tidak Pernah Mengeluh Dan Tetap Semangat, Serta Tetap Tersenyum Meski Tersenyum Dalam Kesedihan

Math on Journey

PMRI Blog: mathematics is all around us

CERITA PRIBUMI

DARI SATU TEMPAT KE TEMPAT LAIN KITA BERCERITA DAN BERKARYA UNTUK INDONESIA

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

Perjalanan Menuju-Nya

kugesa ridha-Mu dengan asa yang tak berujung

Cerita Assa

L'amour Va Trouver Sa Place à S'ancrer Par Lui Même

AMEL OH AMEL

“One day your life will flash before your eyes. Make sure its worth watching.”

%d blogger menyukai ini: