Oleh: Ida Raihan | 26 Agustus 2013

Waspadai Makanan Yang Membuat Ketagihan

Bagi sebagian orang mungkin ini bukanlah hal yang baru, tetapi bagi saya, sungguh ini merupakan pengetahuan baru yang mengejutkan. Bermula ketika saya kecapek’an di jalan. Ketika itu saya pulang dari rumah salah seorang sahabat di daerah Jagakarsa. Dari Tanjung Barat saya naik angkot menuju pasar Minggu. Dari Pasar Minggu saya minta diturunkan di Caglak. Tetapi entah itu malam yang sial atau mujur bagi saya. Yang jelas, saya dua kali kebablasan jalan dan hanya berputar-putar di daerah Pasar Rebo

Singkat ceritanya begini, “Bang, turunkan saya di Hek ya?”

“Oh iya, masih jauh, Neng.” Sahut si Abang supir. Sekitar dua puluh menit perjalanan, seseorang menghentikan angkot. Minta turun. Mata saya menuju jalan yang sebenarnya sudah sering saya lewati.

“Saya turun di sini, Bang!” Teriak saya.

“Ini bukan Hek, Neng. Hek masih jauh.” Sahut si Abang supir lagi. Beberapa penumpang lain juga ikut menyahut. Bahkan ada yang mengajak bareng karena dia mau turun di Hek juga. Padahal tujuan saya adalah Kampung Tengah. Akhirnya angkot kembali melaju. Hingga sampailah kami di Hek.

“Lhah, ini kan Komseko, Bang.” Kata saya.

“Iya, Komseko masuk Neng. Ini Hek.” Kata si Abang.

“Saya bukan mau di sini, Bang. Kan saya deket Unindra. Seharusnya yang tadi itu udah bener.” Kata saya.

“Lhaa.. Eneng tadi nyebutnya Hek.” Bela si Abang.

“Iya, mulut saya bilang hek, tetapi maksud hati tempat tadi, Bang.” Saya melunak.

“Itu tadi namanya bukan Hek, tapi Caglak.” Akhirnya si Abang menunjukkan angkot jurusan Pasar Rebo lagi, dan saya turun di sekitar Unindra. Tahula, Batin saya. Maka saya pun naik angkot 06 menuju Kampung Tengah. Gerimis yang lumayan lebat turun. Saya memilih diam ambil otak-atik HP. Daaaaaan,

“Neng mau kemana?”

“Kampung Tengah, Bang.”

“Aduh Neng, kebablasan. Ini sudah Caglak.” Kata si Abang.

“Duh.. Abang, saya tadi dari sini, udah kebablasan, sekarang kebablasan lagi sampek sini lagi.” Kata saya kesal.

“Neng sih nggak bilang di awal mau turun mana.” Bela si Abang. Ufh… akhirnya saja berjalan menyebrang jalan. Dan pas berhenti di warung penjual Bebek Goreng Madura. Saya perhatikan, warung tersebut sangat ramai, maka didorong rasa penasaran, saya pun masuk, dan memesan seporsi nasi serta paha bebek.

Gigitan pertama, rasanya maknyus. Pedasnya terasa sangat. Dan nikmatnya tiada dua. Sudah sering saya memakan Bebek Madura, tetapi belum pernah merasakan yang seenak ini. Maka di kesempatan lain, saya sengaja mendatangi kembali bebek tersebut. Dan itu saya lakukan berulang-ulang. Intinya saya jadi ketagihan makan Bebek di sana.

Nah, ceritanya, malam ini saya sangat lapar, maka saya ajak teman makan bebek yang enak itu (Sebelumnya saya juga pernah mengajak si teman). Akhirnya jelang isya kami berjalan keluar dan naik angkot menuju warung bebek tersebut. Apesnya nie penjual bebek tidak jualan.

“Masih di Kampung kayaknya, Neng.” Kata Bang supir. Akhirnya kami dibawa ke Pasar Rebo.

“Di sana ada yang jualan.” Lanjut si Abang.

Sesampainya di Pasar Rebo, Olala! Ternyata warung pun tidak buka. Penjualnya tidak jualan. Apes.

Akhirnya kami berputar arah dan pulang.

Nah di sepanjang jalan pulang inilah saya yang mulutnya gak mau diem, menceritakan kenikmatan bebek Madura yang tiada duanya ini.

“Saya jadi ketagihan terus, Bang.” Kata saya.

“Hati-hati lho, Neng.” Kata si Abang.

“Kenapa, Bang?”

“Kalo makanan sudah membuat ketagihan, itu patut dicurigai.”

“Kok?”

“Teman saya, berjualan nasi Padang.” Si Abang bercerita. “Ya seperti itu, orang yang makan di situ selalu ketagihan. Bisa dipastikan dia akan kembali di lain hari.”

“Hmm…”

“Selidik punya selidik, ternyata dia mencampurkan daun ganja di bumbu masakannya.”

“What? Ganja??”

“Ya, teman saya itu akhirnya juga berurusan dengan polisi.” Lanjut Bang sopir. “Sekarang rumah makannya sudah tutup.” Berhubung saya sampai di tempat semula, akhirnya saya menghentikan angkot. Dalam hati sempat terpikir, sampai segitunya usaha orang dalam mengais rizki. Bahkan yang harampun dijadikan halal demi ambisi pribadi. Yaa Allah!

Ida Raihan

Kramat Jati, Minggu, 25 Agustus 2013 (23:53)

Iklan

Responses

  1. serem banget ya mb, sampe memakai segala macam cara buat dapat rezeki.

    tapi ada lho, makanan yang bikin ketagihan. bikinan mamaku 😀
    soalnya masaknya pake energi cinta, jadi bikin ketagihan deh, hehehe…

    • Iya Mbak Inge. Sampai sebegitunya orang ingin banyak duit.

      Naa… kalo masakan Mamanya Mbak Inge dijamin bersih dan halal tuh 😀

  2. iya mbak..kalo habis makan terus terbayang bayang,,biasanya pakai daun itu..

    • Ada” saja yang orang tu. Mementingkan kesuksesan pribadi tanpa memikirkan efek bagi yang mengkonsumsi

  3. TAPI beda tipis sih waspada dan suudZon itu

    • Iya, dan sebaiknya jangan hanya mengomentari berdasarkan judul biar tahu gambaran utuhnya 🙂

  4. Biasanya gosip-gosip begini sering menimpa tempat makan yang lakuuu banget ya.. mulai dari gosip pake ganja, terus pernah ada sebuah warung timbel di Bandung juga katanya pake Jin.. Duh, jadi musti banyak2 berdoa biar dijauhin dari makanan-makanan kayak begitu ^^

    • Iya euy…

      Aamiin yaa Allah… Anak” juga harus diawasi.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Seni Hidup

=Ketidaksempurnaan Itu Cantik=

My Blog

My WordPress Blog

evRina shinOda

CORETAN LAIN BLOG EVRINA

Aksara Nomaden

Merindukan itu nyata. Mengulang kenangan hanya utopia.

TERANG DIARY

catatan sehari-hari terang

Right-Magic!

Merekah kedalaman dalam pikir

FOTOCOPY PERCETAKAN PRINTING MURAH – JAKARTA

Percetakan | Fotocopy | Penjilidan | Printing | Desain | Finising| ATK Dll

PERCETAKAN JAKARTA PUTRA MANDIRI

Percetakan, Foto Copy, Penjilidan, Pengetikan, Design Grafhis, Print dan Komputer

Cha Fitoria

Let's Love...

Catatan Kenangan

Serba-serbi jejak yang tertulis

Impossible

Selamat Datang , dan Terimakasih Telah Berkunjung

Bacotan Madi Amplang

karena kamu baca artikel ini,akan aku jadikan kamu istriku

Sandry Boy Sandy

Berpikir Kritis, Menggali Kreatifitas, Tidak Pernah Mengeluh Dan Tetap Semangat, Serta Tetap Tersenyum Meski Tersenyum Dalam Kesedihan

Math on Journey

PMRI Blog: mathematics is all around us

CERITA PRIBUMI

Dari satu tempat ke tempat lain kita bercerita dan berkarya untuk Nusantara

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

Perjalanan Menuju-Nya

kugesa ridha-Mu dengan asa yang tak berujung

Mr. Assa

L'amour Va Trouver Sa Place à S'ancrer Par Lui Même

AMEL OH AMEL

“One day your life will flash before your eyes. Make sure its worth watching.”

%d blogger menyukai ini: