Oleh: Ida Raihan | 24 Oktober 2013

Kabar BMI Arab Yang Terancam Hukuman Mati?


<!–[if !mso]>st1\:*{behavior:url(#ieooui) } <![endif]–>

Pada tahun sebelumnya, masyarakat kita dihebohkan oleh berita tentang sosok TKI bernama Tuti Tursilawati asal Majalengka yang hendak dihukum pancung oleh pengadilan Arab Saudi. Tuti dituduh telah mmebunuh majikannya pada, 11 Mei 2010 di kota Thaif.
Terhitung sudah tiga tahun lamanya kasus Tuti ditangani, namun hingga kini belum ada keputusan jelas dari pihak terkait. Menurut Ibunda Tuti sendiri, berita tentang Tuti diterimanya dengan simpang siur. Wajar, karena dia hanya mendengar dari mulut ke mulut dan dari media online. Tidak mendengar langsung dari pihak yang menangani langsung masalah putrinya itu.
Berkenaan dengan itu, hari ini, Ibunda Tuti didampingi pihak dari Migrant Institute dan Komunitas Buruh Migrant Majalengka (KBMM) akhirnya memilih mendatangi langsung ke gedung kemenlu untuk menanyakan kelanjutan proses sidang terhadap kasus Tuti.
Bertiga, berangkat dari kantor Migrant Institute sejak jam 10:30, dan baru sampai pada pukul 11:40. Sesampainya di Kemenlu adzan dzuhur berkumandang. Kami hanya dipersilahkan mengisi buku tamu, dan disuruh menunggu, karena saat itu adalah jam istirahat. Akhirnya kami putuskan untuk makan siang lebih dulu.
Satu jam kemudian, setelah makan siang dan sholat dzuhur kami kembali ke ruang tunggu Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Bantuan Hukum Indonesia. Pak Tatang Razak selaku Dirjen Perlindungan WNI yang hendak kami temui, ternyata sedang tidak ada di kantor. Sehingga kami ditemui oleh Bapak Amin (Staff Kemenlu yang menangani BMI Arab Saudi). Namun kami sempat menghubungi Pak Tatang via ponselnya. Beliau sedang di perjalanan menuju kantor, maka kami putuskn untuk tetap menunggu kedatangan beliau.
Pukul 14:30 kami baru bisa bertemu Pak Tatang. Didampingi oleh Pak Amin kami mengobrol di ruangan Pak Tatang.
Menurut beliau, ada perubahan jajaran majelis hakim di sidang kasus Tuti Tursilawati sehingga sidang akan dilakukan dengan memulai kembali dari awal. Pertemuan dengan Dirjen sendiri, hanya berlangsung selama Tujuh menit sebelas detik. Setelah itu kami melanjutkan pembicaraan dengan Pak Amin.
Menurut Pak Amin, terjadinya perubahan jajaran majelis hakim pada sidang Tuti adalah permintaan dari pihak Indonesia. Itu karena fihak jajaran hakim sebelumnya terlihat berat sebelah memandang kasus. Mereka cenderung membela majikan. Jadi Indonesia meminta ganti dengan yang bisa lebih adil.
Semoga hukuman mati yang kini mengancam Tuti Tusilawati tidak akan pernah terjadi. Bisa kembali dengan selamat, berkumpul kembali dengan keluarganya di Majalengka.
Ida Raihan
Kramat jati, Rabo, 23 Okt 2013 (22:18)
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Seni Hidup

=Ketidaksempurnaan Itu Cantik=

My Blog

My WordPress Blog

evRina shinOda

CORETAN LAIN BLOG EVRINA

Aksara Nomaden

Merindukan itu nyata. Mengulang kenangan hanya utopia.

TERANG DIARY

catatan sehari-hari terang

Right-Magic!

Merekah kedalaman dalam pikir

FOTOCOPY PERCETAKAN PRINTING MURAH – JAKARTA

Percetakan | Fotocopy | Penjilidan | Printing | Desain | Finising| ATK Dll

PERCETAKAN JAKARTA PUTRA MANDIRI

Percetakan, Foto Copy, Penjilidan, Pengetikan, Design Grafhis, Print dan Komputer

Cha Fitoria

Let's Love...

Catatan Kenangan

Serba-serbi jejak yang tertulis

Impossible

Selamat Datang , dan Terimakasih Telah Berkunjung

Bacotan Madi Amplang

karena kamu baca artikel ini,akan aku jadikan kamu istriku

Sandry Boy Sandy

Berpikir Kritis, Menggali Kreatifitas, Tidak Pernah Mengeluh Dan Tetap Semangat, Serta Tetap Tersenyum Meski Tersenyum Dalam Kesedihan

Math on Journey

PMRI Blog: mathematics is all around us

CERITA PRIBUMI

Dari satu tempat ke tempat lain kita bercerita dan berkarya untuk Nusantara

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

Perjalanan Menuju-Nya

kugesa ridha-Mu dengan asa yang tak berujung

Mr. Assa

L'amour Va Trouver Sa Place à S'ancrer Par Lui Même

AMEL OH AMEL

“One day your life will flash before your eyes. Make sure its worth watching.”

%d blogger menyukai ini: