Oleh: Ida Raihan | 18 Maret 2014

PILIH-PILIH CALON PASANGAN

Beberapa waktu lalu saya melihat dan sempat membaca postingan salah seorang anggota sebuah group yang mencoba membantu mantan kekasihnya mencarikan calon istri. Di bawah postingan tersebut, saya menemukan ada salah seorang member wanita yang menawarkan diri. Dari pengakuannya, usia si wanita ternyata jauh lebih tua dari si pria (sembilan tahun). Entah wanita tersebut serius atau tidak, tetapi dari beberapa komentarnya yang muncul, saya membaca ada keseriusan di sana. Tetapi sayang sekali, fihak pria belum bisa menerimanya, karena ternyata si pria menginginkan yang seusia, atau minimal yang tidak terlalu jauh tautan usianya. Hmm…

Tetapi, di luar dugaan,ternyata si wanita meneruskan komentarnya. “Katanya siap! Tapi masih pilih-pilih!”.Ada nada emosipada kalimatnya yang lumayan panjang (Tak perlu saya kutip kesemuanya, cukup poinnya saja yang mewakili kekecewaannya).

Hmm…

Tentu bukan sebuah kebetulan,jika kita sering mendengar ucapan orang, “Mengapa belum menikah juga? Terlalu pilih-pilih sih!” seolah-olah menghakimi, dengan tuduhan yang mencibir. Halbiasa, tak perlu diambil hati.

Ketika kondisi saya sedang tidak seimbang (baca: sakit) beberapa waktu lalu, saya sempat bertemu seorang dokteryang juga menanyakan, mengapa saya belum menikah. “Terlalu pilih-pilih kali, Mbak.” Lanjutnya setelah saya menjelaskan.

“Tentu dong, Dok. Kita gak mungkin dong menerima sembarang orang untuk tujuan dunia akhirat?” Sahut saya. Maka dokter tersebut hanya tersenyum seraya membenarkan apa yang saya lakukan.

Saya tidak mengerti, mengapa terkadang orang lebih memilih mengedepankan emosi ketika menghadapi penolakan dari sosok yang diharapkan. Padahal dari penolakan itu, kita bisa belajar untuk sabar. Kita bisa intropeksi diri, apa yang salah? Dan kita bisa semakin tahu seberapa kualitas diri kita, sehingga kita bisa meningkatkan kualitas diri untuk layak diterima oleh orang yang kita harapkan. Kalaupun orang yang kita harap telah memilih yang lain, itu artinya Allah belum mentakdirkan. Dan Dia pasti memiliki rencana lebih indah yang belum kita ketahui. Mengganti pasangan hidup kita dengan sosok yang lebih berkualitas barangkali?

Jadi, Galz, dalam menentukan calon pasangan hidup, siapapun boleh memilih-milih. Yang terbaik di antara terbaik. Tak perlu kita paksakan. Toh, seberapapun keinginan kita untukmemiliki seseorang, jika Allah belum berkehendak, semua tetap tidak akan terjadi. Buat apa kita memaksakan keinginan, jika hanya akan mengakibatkan sesuatu yang mudharat pada akhirnya?

Rasulullah saja menganjurkan ummatnya memilih lho untuk pasangan hidup. Yuk simak apa kata Rasulullah, “Wanita dinikahi karena empat hal, ….maka pilihlah yang baik agamanya.”

Nah, daripada kita sibuk mengomel karena penolakan, lebih baik fokus saja meningkatkan kualitas diri yuk. Agar dipilihkan oleh Allah, sosok yang sungguh-sungguh bisa membuat kita bahagia bersamanya. 🙂

Ida Raihan
Kramat Jati, Senin, 17 Maret 2014 (19:36)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Seni Hidup

=Ketidaksempurnaan Itu Cantik=

My Blog

My WordPress Blog

evRina shinOda

CORETAN LAIN BLOG EVRINA

Aksara Nomaden

Merindukan itu nyata. Mengulang kenangan hanya utopia.

TERANG DIARY

catatan sehari-hari terang

Right-Magic!

Merekah kedalaman dalam pikir

FOTOCOPY PERCETAKAN PRINTING MURAH JAKARTA

Percetakan | Fotocopy | Penjilidan | Printing | Desain | Finising| ATK Dll

PERCETAKAN JAKARTA PUTRA MANDIRI

Percetakan, Foto Copy, Penjilidan, Pengetikan, Design Grafhis, Print dan Komputer

Cha Fitoria

Let's Love...

Catatan Kenangan

Serba-serbi jejak yang tertulis

Impossible

Selamat Datang , dan Terimakasih Telah Berkunjung

Bacotan Madi Amplang

karena kamu baca artikel ini,akan aku jadikan kamu istriku

Sandry Boy Sandy

Berpikir Kritis, Menggali Kreatifitas, Tidak Pernah Mengeluh Dan Tetap Semangat, Serta Tetap Tersenyum Meski Tersenyum Dalam Kesedihan

Math on Journey

PMRI Blog: mathematics is all around us

CERITA PRIBUMI

DARI SATU TEMPAT KE TEMPAT LAIN KITA BERCERITA DAN BERKARYA UNTUK INDONESIA

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

Perjalanan Menuju-Nya

kugesa ridha-Mu dengan asa yang tak berujung

Cerita Assa

L'amour Va Trouver Sa Place à S'ancrer Par Lui Même

AMEL OH AMEL

“One day your life will flash before your eyes. Make sure its worth watching.”

%d blogger menyukai ini: