Oleh: Ida Raihan | 25 Maret 2014

BARANG TEMUAN, UJIAN ATAU KEBERUNTUNGAN?

BARANG TEMUAN, UJIAN ATAU KEBERUNTUNGAN?

Sahabat, pernahkah engkau bermimpi menemukan uang sekarung? Atau sekantong barangkali? Alhamdulillah saya tidak pernah. Karena sejak kecil sudah ditanamkan keyakinan oleh ibu saya, bahwa barang atau uang hasil temuan, bukanlah milik kita. Ianya sebuah amanah yang harus dikembalikan kepada sang empunya. Tetapi saya pernah diuji dengan menemukan emas yang nilainya sangat tinggi bagi ukuran saya. Di saat saya tengah terdesak keuangan. Saya menemukan Emas lembaran dan kalung 999 Karat yang jika saya jual bisa mencapai angka Rp 15.000.000 (Lima belas juta Rupiah). Angka yang lebih dari cukup untuk menutup keperluan terdesak keluarga saya.

Tetapi, bukan itu yang ingin saya bahas saat ini. Saya ingin bercerita tentang seorang sahabat yang bermimpi menemukan uang satu kantong.

Beberapa waktu lalu, ketika saya tengah berkumpul dengan rekan-rekan TWI (The Best Woman In Life), di rumah Motivator yang konsen memberdayakan wanita, dan kaum tak mampu, Nikmah Nursyam (Mbak Niek), di Tangerang, salah seorang sahabat bercerita, bahwa, dalam hidupnya ia sangat ingiin sekali menemukan uang satu karung. Kalaupun tidak satu karung, satu kantong cukuplah. Dan percayakah engkau, Sahabat? Bahwa, jika kita memiliki mimpi yang begitu kuat, menyatu dengan alam bawah sadar kita, data-data dalam diri kita akan mendukungnya, dan memudahkan terwujudnya mimpi tersebut? Sahabat ini terus meminta kepada Allah. Dan, Allah adalah Dzat Yang Maha Pengabul.
Suatu ketika, sahabat ini tengah berada di suatu tempat, ia melihat ada kantong kresek yang setiap orang melintasinya, selalu menghindari atau menyingkirkannya dengan kaki. Lama kemudian, sahabat ini penasaran, iapun memungut kantong tersebut, dan membukanya. Ternyata itu adalah uang. Keinginannya menemukan uang satu kantong terkabul. Tetapi kebahagiaannya menemukan uang tersebut tidak serta merta membuatnya meninggalkan tempat tersebut. Hingga tidak lama kemudian, seorang pria datang, dengan wajah yang resah, ia membuka setiap kantong kresek hitam yang dia temui sepanjang jalan yang ia lintasi. Bahkan di tong sampah. Melihat itu, sahabat saya tergerak hatinya untuk bertanya, “Bapak sedang mencari apa?”
“Kantong kresek.”
“Isinya apa?”
“Uang. Uang hasil pinjam.” Sahut pria itu. Dia bercerita, bahwa dirinya adalah seorang suami yang tengah berjuang untuk peroleh uang, demi menyelamatkan nyawa istri dan anak yang tengah dikandung istrinya. “Jika uang itu tidak ketemu, entah apa yang akan terjadi pada anak dan istri saya.” Ucap si pria dengan mata berkaca-kaca. Istri pria itu hendak melahirkan, dan harus dioperasi.
“Jumlah uangnya berapa?” Sahabat ingin memastikan meskipun dia sebenarnya telah menahan airmatanya. Setelah pria itu menjawab dengan sesuai, seketika sahabat ini mengulurkan kantong temuannya kepada pria tersebut.

Allah memang bermaksud memberikan rizki itu kepada si pria. Sehingga uang yang sedianya untuk biaya operasi istrinya tersebut, kembali kepadanya meskipun sempat membuatnya menangis.

Terlepas dari rizki yang sudah diatur, pria tersebut adalah satu di antara orang yang beruntung, karena uangnya yang hilang jatuh di tangan orang yang tepat. Yang sadar bahwa apa yang ia temukan bukan miliknya. Bagaimana, Sahabat? Masihkah engkau bermimpi untuk menemukan uang satu kantong? Satu karung?

Mungkin sebagian kita akan sangat bahagia ketika menemukan uang yang jumlahnya banyak. Apalagi jika kondisinya sedang terdesak. Uang tersebut tentu sangat membantu, dan bisa digunakan untuk semua keperluan kita. Tetapi, lantas bagaimana dengan pihak yang kehilangan? Bagaimana jika fihak tersebut dalam kondisi pria di atas? Siapkah kita? Bahagia di atas penderitaan orang lain.

Sejak itu, sahabat TWI tersebut tak pernah lagi meminta untuk menemukan uang dengan jumlah itu, karena dia sadar, ketika dia meminta itu, dan terkabul, pasti akan ada fihak lain yang kehilangan. Wallahu’alam.

Ida Raihan
Kramat Jati, Selasa, 25 Maret 2014 (09:53)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Seni Hidup

=Ketidaksempurnaan Itu Cantik=

My Blog

My WordPress Blog

evRina shinOda

CORETAN LAIN BLOG EVRINA

Aksara Nomaden

Merindukan itu nyata. Mengulang kenangan hanya utopia.

TERANG DIARY

catatan sehari-hari terang

Right-Magic!

Merekah kedalaman dalam pikir

FOTOCOPY PERCETAKAN PRINTING MURAH – JAKARTA

Percetakan | Fotocopy | Penjilidan | Printing | Desain | Finising| ATK Dll

PERCETAKAN JAKARTA PUTRA MANDIRI

Percetakan, Foto Copy, Penjilidan, Pengetikan, Design Grafhis, Print dan Komputer

Cha Fitoria

Let's Love...

Catatan Kenangan

Serba-serbi jejak yang tertulis

Impossible

Selamat Datang , dan Terimakasih Telah Berkunjung

Bacotan Madi Amplang

karena kamu baca artikel ini,akan aku jadikan kamu istriku

Sandry Boy Sandy

Berpikir Kritis, Menggali Kreatifitas, Tidak Pernah Mengeluh Dan Tetap Semangat, Serta Tetap Tersenyum Meski Tersenyum Dalam Kesedihan

Math on Journey

PMRI Blog: mathematics is all around us

CERITA PRIBUMI

Dari satu tempat ke tempat lain kita bercerita dan berkarya untuk Nusantara

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

Perjalanan Menuju-Nya

kugesa ridha-Mu dengan asa yang tak berujung

Mr. Assa

L'amour Va Trouver Sa Place à S'ancrer Par Lui Même

AMEL OH AMEL

“One day your life will flash before your eyes. Make sure its worth watching.”

%d blogger menyukai ini: