Oleh: Ida Raihan | 10 Juli 2014

ALLAH MEMBERI APA YANG DIBUTUHKAN, BUKAN APA YANG DIINGINKAN

Senja itu, terlihat seorang wanita duduk di barisan kursi penunggu kereta. Ia tengah dirundung galau (tetapi ia tidak curhat di facebook). Antara dua sosok yang sempat hadir di kehidupannya. Satu orang seberang satu orang lokal. “Siapa yang ditakdirkan Allah untuk menjinakkan saya?” Tanyanya dalam balutan sepi. Sementara hasil istikharah belum bisa dijadikan rujukan.

“Mbak saya ingin curhat.” Ketiknya di BBM. Tetapi kemudian dia menghapus lagi. “Tidak, saya tidak ingin curhat di BBM” Gumamnya. Maka saat maghrib tiba, dia segera berlari menuju tempat sholat station kereta. “Yaa Allah, berilah aku suami, yang bisa membuatku bahagia.” Bisiknya dalam doa. Perjalanan dengan kereta bermula. Disertai hujan deras yang mengguyur bumi.

“Mbak aku ingin curhat.” Katanya sesampai di tempat perempuan yang dipanggilnya Mbak, kurang lebih dua jam kemudian.

“Makan dulu. Minum dulu.”

“Ya.” Sambil menyesap teh hangat.

“Mau curhat apa?”

“Aku istikharah, sudah semingguan, sejak Ramadhan dimulai. Tetapi aku belum menemukan jawaban.”

“Apa yang kamu inginkan?”

“Aku ingin mempunyai suami yang mau berjuang di Jakarta bersamaku.”

“Begitulah manusia. Selalu meminta apa yang diinginkan. Padahal bisa jadi Allah telah menyiapkan sesuatu yang lebih baik dari permintaannya. Ada manusia yang ngotot meminta Avanza, padahal Allah telah menyediakan Fortuner buat dia.” Nasehat perempuan yang dipanggil Mbak. “Bisa jadi Allah telah menyiapkan daerah yang terbaik buatmu, tetapi kamu tetep ngotot mau ada di Jakarta, karena itulah keinginanmu untuk menikah belum juga terwujud.”

“Tetapi, istikharahku belum memberikan gambaran.”

“Istikharah itu tidak selalu memberikan gambaran seperti yang kau bayangkan. Ianya bisa berupa kemantapan yang tiba-tiba datang. Dengan orang yang baru bertemu sekalipun.” Sahut perempuan yang dipanggil dengan sebutan Mbak. “Kamu mau mendengar cerita nyata dari temanku?”

“Ya.”

“Dia seorang yang memiliki beberapa usaha di kota ini. Namun kemudian usahanya collaps, akhirnya dia putuskan menjual satu-satunya rumah yang dimilikinya. Pindah ke Bandung. Buka usaha lagi. Tetapi lagi-lagi dia belum berhasil di sana. Akhirnya di putuskan pindah ke Lampung dengan sisa-sisa uangnya. Dia merintis usaha dengan dagang kecil-kecilan. Tahu apa yang terjadi? Satu tahun kemudian, dia dan suaminya naik haji berdua. Dan tahun berikutnya sudah mampu membeli rumah.”

“Subhanallah…”

“Satu lagi, Sahabatku yang lain. Dia seorang wanita yang sukses dalam karir. Tetapi hingga dewasa dia belum juga dikaruniai suami. Suatu ketika dia ada acara jauh. Maka dia menyewa mobil sekaligus supirnya. Semua sudah kesepakatan. Tetapi, keesokannya ketika dia hendak berangkat, tiba-tiba si supir sakit. Mau tidak mau, pemilik rental menghubungi orang lain. Maka, supir sewaan baru itulah yang terpaksa mengantar si wanita. Tahu apa yang terjadi? Mereka berkenalan. Dan tidak lama kemudian, keduanya menikah!”

“Subhanallah…”

“Itulah jodoh. Allah tidak akan pernah kehabisan cara untuk mempertemukan seeorang dengan jodohnya.”

Sahabat yang Shaleh/Shalihah, silakan simpulkan sendiri cerita ini. Saya memasuki jam kerja, jadi belum sempat menulis ulasannya.

Ida Raihan
Kramat Jati, Selasa, 08 Juli 2014 (08:38)

Iklan

Responses

  1. subhanallah, semoga Ibn Athaillah dapat menginspirasi

    • Aamiin yaa Allah. Ya, semoga bermanfaat 🙂

  2. itu bener banget mak, Allah selalu memberikan apa yg kita butuhkan bukan yg diinginkan, tapi kadang manusia tidak menyadarinya termasuk saya

    • Yupz! Mak Evri. Semoga kita tetap redha mengikuti alur-Nya 🙂

  3. Allah tidak akan memberikan apa yang kita butuhkan dan Allah tidak akan memberikan apa yang kita inginkan tapi Allah akan memberikan apa yang dihendaki-Nya mengenai keinginan dan kebutuhan kita.

    • Iya Mas. Setuju. Kadang manusia tu memang suka memaksakan kehendak.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Seni Hidup

=Ketidaksempurnaan Itu Cantik=

My Blog

My WordPress Blog

evRina shinOda

CORETAN LAIN BLOG EVRINA

Aksara Nomaden

Merindukan itu nyata. Mengulang kenangan hanya utopia.

TERANG DIARY

catatan sehari-hari terang

Right-Magic!

Merekah kedalaman dalam pikir

FOTOCOPY PERCETAKAN PRINTING MURAH – JAKARTA

Percetakan | Fotocopy | Penjilidan | Printing | Desain | Finising| ATK Dll

PERCETAKAN JAKARTA PUTRA MANDIRI

Percetakan, Foto Copy, Penjilidan, Pengetikan, Design Grafhis, Print dan Komputer

Cha Fitoria

Let's Love...

Catatan Kenangan

Serba-serbi jejak yang tertulis

Impossible

Selamat Datang , dan Terimakasih Telah Berkunjung

Bacotan Madi Amplang

karena kamu baca artikel ini,akan aku jadikan kamu istriku

Sandry Boy Sandy

Berpikir Kritis, Menggali Kreatifitas, Tidak Pernah Mengeluh Dan Tetap Semangat, Serta Tetap Tersenyum Meski Tersenyum Dalam Kesedihan

Math on Journey

PMRI Blog: mathematics is all around us

CERITA PRIBUMI

Dari satu tempat ke tempat lain kita bercerita dan berkarya untuk Nusantara

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

Perjalanan Menuju-Nya

kugesa ridha-Mu dengan asa yang tak berujung

Mr. Assa

L'amour Va Trouver Sa Place à S'ancrer Par Lui Même

AMEL OH AMEL

“One day your life will flash before your eyes. Make sure its worth watching.”

%d blogger menyukai ini: