Oleh: Ida Raihan | 4 Februari 2015

MENYAMAKAN FREKUENSI DENGAN JODOH KITA

Bismillah… Seorang anak kecil sangat menyukai kalung imitasinya. Tetapi sang ayah tahu benar kalung itu sangat tidak bagus bagi putrinya. Ianya bisa berakibat iritasi di lehernya.

Suatu malam si ayah membujuknya agar kalung tersebut diberikan kepadanya. Si anak keekeuh mempertahannya. Ayah yang bijaksana ini tidak memaksa, tetapi hampir setiap malam dia mendatangi putrinya untuk meminta dan melepaskan kalung tersebut. Akhirnya suatu malam yang entah sudha ke berapa kalinya, si anak mengalah dan memberikan kalung tersebut pada Ayahnya.

Ke esokan harinya, sang ayah memanggil putri tercintanya. Alangkah bahagianya ketika si putri ini mengetahui apa yang diberikan ayahnya. Sebuah untaian kalung yang lebih indah. Dan yang pasti kalung tersebut bukan imitasi!

Pernah membaca kisah ini Sahabat-Sahabatku? Apa yang kau proleh dari cerita di atas?

Ya. Terkadang kita begitu keukeuh mempertahan apa yang kita anggap baik dan indah. Kita tidak pernah tahu bahwa di balik keindahan itu bisa saja menjadkan kesengsaraan bagi kita.

Ketika kita mencintai sesuatu, kita begitu ingin memilikinya. Kita merasa itulah yang terbaik. Begitu yakin, itulah yang seharusnya menjadi milik kita. Padahal, terkadang Allah sedang menyiapkan yang jauh lebih baik daripadanya. Tetapi karena kita enggan melepaskan, maka Allah tetap membiarkan hal tersebut terjadi. Dan tetap menyimpan apa yang telah Ia siapkan untuk diberikan kepada kita.

Contoh sederhananya, ketika kita mencintai seseorang. Setiap saat kita berbisik, “Tuhan jodohkan aku dengan dia.” Pada setiap helaan nafas di sela-sela aktivitas. Pada setiap sujud. Pada setiap mengangkat tangan. Tak pernah terfikirkan oleh kita, bahwa di sana, Allah sedang menggembleng sosok yang jauh lebih baik dari sosok yang kita pinta setiap saat. KIta tetap merasa sosok yang tampak itulah yang terbaik.

Allah tahu kapan Dia akan memberikan sosok yang tepat bagi kita. Sesuai janji-Nya, “Pria baik-baik untuk wanita baik-baik.” Begitu juga sebaliknya. Tugas kita di sini adalah, bagaimana caranya agar kitac bisa meningkatkan kualitas diri menjadi yang terbaik. Agar ketika dia yang tengah digembleng oleh Allah siap untuk diterjunkan ke bahtera rumah tangga, kita siap menyambutnya. Jangan sampai di sana sudah menjadi pribadi yang baik, dan mencari kita, sementara kita di sini masih disibukkan oleh hal-hal yang tak bermanfaat, mengharapkan sosok lain yang bukan ditakdirkan. Yang demikian, jangan salahkan Allah jika kita tidak segera dipertemukan, karena ibarat sebuah radio, frekuensi kita belum menyambung dengannya.

Dengan begitu, alangkah lebih baiknya kita tetap meminta, tetapi tidak membatasi dan mendahului kehendak Allah.

“Yaa Allah… jodohkanlah aku dengan dia, atau dengan sosok yang lebih baik daripadanya.” Wallahua’lam. Wallahua’lam.

Semoga bermanfaat

Ida Raihan Kramat Jati, Jum’at, 17 Okt 2014 (18:56)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Seni Hidup

=Ketidaksempurnaan Itu Cantik=

My Blog

My WordPress Blog

evRina shinOda

CORETAN LAIN BLOG EVRINA

Aksara Nomaden

Merindukan itu nyata. Mengulang kenangan hanya utopia.

TERANG DIARY

catatan sehari-hari terang

Right-Magic!

Merekah kedalaman dalam pikir

FOTOCOPY PERCETAKAN PRINTING MURAH JAKARTA

Percetakan | Fotocopy | Penjilidan | Printing | Desain | Finising| ATK Dll

PERCETAKAN JAKARTA PUTRA MANDIRI

Percetakan, Foto Copy, Penjilidan, Pengetikan, Design Grafhis, Print dan Komputer

Cha Fitoria

Let's Love...

Catatan Kenangan

Serba-serbi jejak yang tertulis

Impossible

Selamat Datang , dan Terimakasih Telah Berkunjung

Bacotan Madi Amplang

karena kamu baca artikel ini,akan aku jadikan kamu istriku

Sandry Boy Sandy

Berpikir Kritis, Menggali Kreatifitas, Tidak Pernah Mengeluh Dan Tetap Semangat, Serta Tetap Tersenyum Meski Tersenyum Dalam Kesedihan

Math on Journey

PMRI Blog: mathematics is all around us

CERITA PRIBUMI

Dari satu tempat ke tempat lain kita bercerita dan berkarya untuk Nusantara

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

Perjalanan Menuju-Nya

kugesa ridha-Mu dengan asa yang tak berujung

Cerita Assa

L'amour Va Trouver Sa Place à S'ancrer Par Lui Même

AMEL OH AMEL

“One day your life will flash before your eyes. Make sure its worth watching.”

%d blogger menyukai ini: