Oleh: Ida Raihan | 28 Agustus 2015

ANDAI PARA ADIK TAHU PENGORBANAN KAKAK MEREKA

Di mana-mana orang tua selalu mendidik anak tertua lebih keras dari anak berikutnya. Itu karena mereka memiliki tujuan yang jelas. Agar anak tertua bisa menjadi teladan bagi adik-adiknya.

Sebagian para kakak berhasil, sebagiannya juga gagal. Dan kesalahannya tidak melulu berada di kakak. Terkadang adik yang lahir di kemudian, yang ada di generasi berbeda, merasa kakaknya terlalu kolot dalam berfikir. Khususnya anak-anak yang mulai tumbuh di zaman kini. Di mana kecanggihan tekhnologi berhasil menyulap sebagian dari mereka abai terhadap sopan santun. Merasa diri paling benar, dan berilmu. Sehingga apapun nasehat seorang kakak dianggapnya sampah yang tidak memberi kontribusi untuk hidup dan masa depannya. Apalagi jika kakaknya tidak berpendidikan. Menasehati dianggapnya merampas atau mengganggu hak asasi.

Duhai… andai para adik tahu, keberadaan seorang kakak tidak berhenti sebatas ia lulus sekolah, atau menikah, meninggalkan orangtua dan adik-adiknya di rumah. Andai para adik tahu, seorang kakak terkadang rela memeras keringat tanpa pedulikan usia dewasa demi membantu menopang hidup dan sekolah adik-adiknya. Perbantuan seorang kakak mungkin memnag tidak besar, tetapi itu adalah sebuah perjuangan. Baginya, malamnya adalah gelisah memikirkan masa depan adik-adiknya, siangnya adalah banting tulang demi sejumlah uang. Juga untuk mereka, adik-adiknya.

Andai seorang adik tahu, seorang kakak terkadang berusaha acuh terhadap sindiran, ‘peraawan tua’ dari lingkungannya demi ingin membantu cita-cita para adik-adiknya. Seorang kakak lebih banyak mengesampingkan keinginannya sendiri, demi kebahagiaan adik-adiknya.

Para kakak tidak pernah menuntut kembalian, mereka hanya menginginkan keseriusan para adiknya dalam menuntut ilmu dan bakti kepada orangtua. Nasehat para kakak adalah demi kebaikan adik-adiknya, bukan untuk menindas mereka. Tetapi, sebagian adik berkata, Seorang kakak tak berhak mencampuri urusannya, karena dianggapnya tak tahu apa-apa. Mereka tak lagi membutuhkan apa-apa dari kakaknya karena merasa telah mampu di atas pengetahuan, dan orang-orang baru di sekitar mereka.

Ida Raihan Sizuka
Kramat Jati, Jum’at, 28 Agust 2015 (14:54)

Iklan

Responses

  1. Maaak…tulisannya saya bangeet…hiks
    Kita anak pertama berjuang demi adik2…tp ada adik sy yg menjauhi sy krn sy tegur dia unggah poto dgn pacarnya terlalu mesra…dia blokir fb dan bbm sy…hiks…jd sedih…nelpon sy jg ga mau dia

    • Ida bisa membayangkan perasaan, Mak Ina. Tujuan kita baik, dan menasehatinya juga dengan cara baik. Namun begitu tanggapannya buruk, rasanya sakiiit sangat. Seolah” kita ini bukan apa” bukan siapa”. Seolah” dia berkata, ‘Saya jauh lebih tau tentang hidup saya sendiri. Apa urusanmu dengan hidupku?’ Padahal selama ini kita berusaha keras membantu kebutuhan hidup mereka. Hikz… Semoga Allah menambah kekuatan ya, Mak. Dan juga keikhlasan. Tetap doakan kebaikan buatnya Mak. 🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Seni Hidup

=Ketidaksempurnaan Itu Cantik=

My Blog

My WordPress Blog

evRina shinOda

CORETAN LAIN BLOG EVRINA

Aksara Nomaden

Merindukan itu nyata. Mengulang kenangan hanya utopia.

TERANG DIARY

catatan sehari-hari terang

Right-Magic!

Merekah kedalaman dalam pikir

FOTOCOPY PERCETAKAN PRINTING MURAH JAKARTA

Percetakan | Fotocopy | Penjilidan | Printing | Desain | Finising| ATK Dll

PERCETAKAN JAKARTA PUTRA MANDIRI

Percetakan, Foto Copy, Penjilidan, Pengetikan, Design Grafhis, Print dan Komputer

Cha Fitoria

Let's Love...

Catatan Kenangan

Serba-serbi jejak yang tertulis

Impossible

Selamat Datang , dan Terimakasih Telah Berkunjung

Bacotan Madi Amplang

karena kamu baca artikel ini,akan aku jadikan kamu istriku

Sandry Boy Sandy

Berpikir Kritis, Menggali Kreatifitas, Tidak Pernah Mengeluh Dan Tetap Semangat, Serta Tetap Tersenyum Meski Tersenyum Dalam Kesedihan

Math on Journey

PMRI Blog: mathematics is all around us

CERITA PRIBUMI

DARI SATU TEMPAT KE TEMPAT LAIN KITA BERCERITA DAN BERKARYA UNTUK INDONESIA

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

Perjalanan Menuju-Nya

kugesa ridha-Mu dengan asa yang tak berujung

Cerita Assa

L'amour Va Trouver Sa Place à S'ancrer Par Lui Même

AMEL OH AMEL

“One day your life will flash before your eyes. Make sure its worth watching.”

%d blogger menyukai ini: