Oleh: Ida Raihan | 1 September 2015

Mandiri di Negeri Sendiri Bukanlah Mimpi Jika Rakyat Dan Pemerintah Bersinergi

Awal Agustus 2015 ini, berita tidak mengenakkan datang dari petani tomat asal Garut. Gambar tomat berserakan di pinggiran jalan tersebar bebas di kalangan jejaring sosial. Sebagai warga yang tumbuh besar dari rahim petani saya merasa miris membaca berita tersebut. Sungguh mengenaskan, harga tomat petani kita hanya dihargai Rp 200/kg. Tidak sebanding dengan tomat yang saya lihat beberapa hari sebelumnya di Carrefour Kramat Jati, yang perkilonya Rp 32.000.

Bentuknya tidak jauh beda dengan tomat yang pernah saya tanam ketika masih di kampung bertahun-tahun silam, tetapi ukuran tomat ini sedikit lebih besar dari yang saya tanam maupun yang saya temui di pasar-pasar tradisional.

“Apakah ini tomat import?” Penasaran saya bertanya.

“Ya.” Kata orang yang berdiri di dekat saya, yang saat itu juga sedang melihat-lihat pajangan di Carrefour.

Saya tidak jadi membeli. Produk lokal tidak akan pernah kehabisan untuk memenuhi kebutuhan hidup saya dan keluarga. Apalagi ini hanya tomat, bagaimanapun ukurannya, rasanya tetap sama, tomat. Sejenak saya mengedarkan pandangan, entah berapa ribu jumlahnya produk import yang berdesak-desakan memenuhi etalase.

Lebih jauh saya berfikir, jika seperti ini terus menerus, bagaimana perekonomian penduduk lokal akan bertahan? Produk luar negeri begitu bebas nangkring di mana-mana. Dari swalayan hingga ke toko-toko kecil di kota-kota besar Indonesia. Bukan hanya sekadar tomat saja.  Tetapi produk-produk lain pun telah dengan leluasa beredar di negeri tercinta ini. Ada apa dengan Indonesiaku sebenarnya? Jika di dalam negeri sendiri saja menyediakan mengapa harus import? Tuntutan masyarakat ekonomi Asean (MEA)?

Entah sudah berapa ratus jenis produk lainnya yang masuk ke negeri ini. Yang memaksa pengusaha Indonesia, siap tidak siap harus siap untuk bersaing dalam melayani kebutuhan masyarakat. Dan itu tidaklah mudah. Perlu peran pemerintah agar para pengusaha mampu bersaing dalam menciptakan produk berkualitas, sehingga tetap bisa menjadi pilihan konsumen. Bisa dengan cara memfasilitasi pelatihan-pelatihan dan seminar kewirausahaan kepada para pengusaha kecil dan pemula misalnya. Diharapkan dengan pelatihan-pelatihan tersebut masyarakat bisa lebih aware terhadap persaingan, sehingga mereka akan mampu menciptakan produk berkualitas dan mampu menangkal produk luar negeri yang siap membanjiri negeri tercinta ini.

Selain itu pemerintah juga bisa memberikan penyuluhan kepada masyarakat, mengajak masyarakat untuk mencintai produk dalam negeri. Terutama kepada para wanita, yang umumnya gemar berbelanja. Mengajarkan mereka untuk mendidik putra-putrinya mencintai produk dalam negeri. Karena akan sangat mustahil produk Indonesia mampu bersaing dengan produk import apabila masyarakatnya saja masih gemar berbelanja produk asing.

Jika pemerintah berhasil bersinergi dengan masyarakat dalam menghadapi persaingan Ekonomi Asean ini, Masyarakat mencintai produk sendiri, maka dengan perlahan ekonomi masyarakat Indonesia akan semakin membaik. Para pengusaha pun bisa semakin meningkatkan nilai jual produk dalam negeri di mata asing. Dan tidak perlu takut untuk bersaing di MEA.

Kita pun otomatis akan memiliki kekuatan di mata asing. Kita bisa tunjukkan ke mereka bahwa kita bisa tetap bertahan tanpa bergatung pada produk mereka. Karena walau bagaimana, Indonesia adalah negara yang memiliki kekayaan alam yang lebih dibanding sebagian negara lainnya. Jika saja pemerintah sudah bisa bekerjasama dengan masyarakat, memaksimalkan hasil bumi dan petani Indonesia, bersinergi dengan pengusaha lokal, saya yakin, negeri kita ini sebenarnya tidak memerlukan bahan makanan apapun dari luar negeri. Hasil bumi kita sudah sangat cukup untuk menghidupi rakyat Indonesia.

Dengan demikian, kita juga tidak perlu lagi mengirimkan tenaga kerja Indonesia (TKI) nonformal ke luar negeri. Indonesia mampu memberikan lapangan kerja bagi mereka. Karena mandiri di negeri sendiri bukan lagi mimpi bagi masyarakat kita. Indonesia.

Ida Raihan

Kramat Jati, Selasa, 01 September 2015 (14:31)

Blogku yang lain: http://idaraihan.blogspot.com

Iklan

Responses

  1. kudu banyak abar ya mb tahun ini banyak cobaan untuk negeri kita

    • Iya Mbak. Ngenesh benar rasanya…

      Makasih banyak yah dah mampir… 🙂

  2. hallo mbak saya balas di sini juga ya, kalo mau ikutan GA yang dibahas film ya mbak jangan drama

    • Hihi… iya Mak Evri. Nanti Ida inget” film apa yah. Semoga sukses ya Mak GAnya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Seni Hidup

=Ketidaksempurnaan Itu Cantik=

My Blog

My WordPress Blog

evRina shinOda

CORETAN LAIN BLOG EVRINA

Aksara Nomaden

Merindukan itu nyata. Mengulang kenangan hanya utopia.

TERANG DIARY

catatan sehari-hari terang

Right-Magic!

Merekah kedalaman dalam pikir

FOTOCOPY PERCETAKAN PRINTING MURAH JAKARTA

Percetakan | Fotocopy | Penjilidan | Printing | Desain | Finising| ATK Dll

PERCETAKAN JAKARTA PUTRA MANDIRI

Percetakan, Foto Copy, Penjilidan, Pengetikan, Design Grafhis, Print dan Komputer

Cha Fitoria

Let's Love...

Catatan Kenangan

Serba-serbi jejak yang tertulis

Impossible

Selamat Datang , dan Terimakasih Telah Berkunjung

Bacotan Madi Amplang

karena kamu baca artikel ini,akan aku jadikan kamu istriku

Sandry Boy Sandy

Berpikir Kritis, Menggali Kreatifitas, Tidak Pernah Mengeluh Dan Tetap Semangat, Serta Tetap Tersenyum Meski Tersenyum Dalam Kesedihan

Math on Journey

PMRI Blog: mathematics is all around us

CERITA PRIBUMI

Dari satu tempat ke tempat lain kita bercerita dan berkarya untuk Nusantara

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

Perjalanan Menuju-Nya

kugesa ridha-Mu dengan asa yang tak berujung

Cerita Assa

L'amour Va Trouver Sa Place à S'ancrer Par Lui Même

AMEL OH AMEL

“One day your life will flash before your eyes. Make sure its worth watching.”

%d blogger menyukai ini: