Oleh: Ida Raihan | 28 Oktober 2015

DEMI SI BABY SAATNYA PATUH ANJURAN DOKTER

Bagi seorang wanita dewasa, hal yang paling menggembirakan hidupnya setelah menjalani kehidupan rumahtangga adalah, ketika Stick Test pack memberikan dua warna garis merah pada hasil cek testpacknya. Sebagian ibu tidak akan langsung mempercayainya, hingga akhirnya ia dapat diyakinkan oleh seorang dokter. Bahwa, “Anda memang positif hamil.” Baru setelah itu dia akan bersorak, “Alhamdulillah akhirnya aku akan menjadi seorang Ibu.” Terlebih jika kehadiran seorang bayi tersebut telah lama dirindukannya.TP

Bangun dari tidur, Sabtu, 23 Oktober 2015 lalu, setelah malamnya membatalkan pertemuan dengan teman lama karena kondisi badan kurang sehat, dan penasaran dengan kata suami yang memprediksi saya sedang hamil, saya langsung mengambill testpack dari tas yang telah lama dibelikannya. Di kamar mandi saya deg-degan menunggu garis dari testpack yang saya pegang. Garis pertama muncul, pelan merambat ke atas, saya semakin tegang, dan hasilnya, DUA garis merah muncul di stick Testpack yang saya pegang! Dengan sedikit gemetar saya langsung membersihkan diri dan kembali ke kamar, “Mas lihat!” Suami yang masih tidur seketika terbangun.

“Alhamdulillah.” Sahutnya.

Senin, 26 Oktober 2015, kami ke klinik. Sayangnya, di klinik langganan resepsionistnya tak begitu ramah menanggapi, ketika saya menanyakan dokter kandungan. “Belum ada konfirmasi datang atau tidaknya.” Katanya. Tanpa ekspresi. Saya pun kecewa dan segera meninggalkan klinik tersebut. Bersama suami kembali mencari klinik lain, namun sepanjang jalan Kampung Tengah (Kramat Jati), kami tidak menemukannya. Hingga akhirnya kami masuk ke Rumah Sakit Kampung Tengah. Di rumah sakit ini, semuanya ramah. Dari Satpamnya, resepsionisnya, perawatnya, dokternya, semua menyenangkan.

“Ibu positif hamil. Hanya kok agak janggalVitamin ya?” Kata dokternya saat cek USG. “Seharusnya jika mengikuti peraturan menstruasi akhir, janin Ibu sudah tujuh minggu. Tetapi di layar menujukkan bayi ibu baru lima Minggu.” Saya diam saja, menyimak.

“Ibu membutuhkan vitamin dan penguat kandungan. Saya resepkan ya?” Saya memperhatikan dokter yang bernama Murthy menulis. “Ibu harus sering makan. Terutama yang mengandung banyak vitamin dan Protein.

Dua kertas diberikan kepada saya. Resep obat. Salah satunya bisa saya ambil di apotik Rumah Sakit, satunya lagi harus saya cari sendiri di Apotik luar.

Singkat cerita, dapatlah saya dua bungkus obat. Yang dari Rumah Sakit berwarna merah, sementara dari apotik lain berwarna putih. Yang keduanya harus saya minum tiga kali dalam sehari.

Jika selama ini saya selalu bisa membohongi dokter, kali ini saya tidak bisa berbohong lagi. Untuk sebuah kesehatan yang terganggu, saya selalu mempercayakan dokter untuk membantu memberitahu “Sakit apa kiranya”. Tetapi saya selalu kurang puas setiap kali selesai bertemu mereka, karena pada akhirnya saya hanya dikasih obat-obatan yang tidak sedikit dan dengan jenis ukuran yang berbeda. Ada yang sebesar ujung kelingking, ada yang ukuran kecil. Tetapi, apapun warna, jenis, dan ukuran obat-obatan tersebut, saya selalu enggan meminumnya. Karena itulah saya selalu merasa lebih sehat usai bertemu dengan dokter tanpa harus meminum obatnya. Biasanya saya akan lama membiarkannya tergeletak, atau langsung membuangnya ke tempat sampah.

Tetapi kali ini, saya benar-benar tidak bisa mengabaikan. Semua karena demi si baby yang ada di dalam rahim ini. Saya tidak ingin dia gugur hanya karena saya egois perturutkan diri dengan tidak mengkonsumsi obat-obatan dari dokter. Maka itu saya pun memutuskan akan patuh kepada anjuran dokter, agar bayi ini bisa tumbuh dengan sempurna, dan terlahir dengan selamat, Sehat ya Nak, bantu Bunda, untuk membesarkanmu. Menjadi Pahlawan, untuk Bangsa, Negara, dan agamamu…

Ida Raihan
Kramatjati, Rabu, 28 Oktober 2015 (12:55)

Iklan

Responses

  1. Selamat ya mba atas kehamilannya semoga selalu sehat sampai waktunya melahirkan nanti…

    • Terimakasih banyak Mbak Ratna. Aamiin yaa Rahmaan…

      Semoga Mbak Ratna dan keluarga sehat selalu…

  2. Alhamdulillah….semoga Mba Ida dan baby sehat terus sampai nanti waktunya melahirkan…aamiin

    • Aamiin yaa Rahmaan. Terimakasih banyak Mak Ira. Semoga Mak Ira dan keluarga selalu dimudahkan urusannya 🙂

  3. Amin ^^ semoga Mbak dan debaynya sehat ya ^^
    Kalau ragu dengan obatnya googling aja mba, biasanya setelah itu baru yakin. Saya si gitu :p

    • Aamiin yaa Rahmaan.

      Iya Mak kemarin itu udah googling, dan hasilnya malah membuat ragu”. Makasih ya Mak…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Seni Hidup

=Ketidaksempurnaan Itu Cantik=

My Blog

My WordPress Blog

evRina shinOda

CORETAN LAIN BLOG EVRINA

Aksara Nomaden

Merindukan itu nyata. Mengulang kenangan hanya utopia.

TERANG DIARY

catatan sehari-hari terang

Right-Magic!

Merekah kedalaman dalam pikir

FOTOCOPY PERCETAKAN PRINTING MURAH JAKARTA

Percetakan | Fotocopy | Penjilidan | Printing | Desain | Finising| ATK Dll

PERCETAKAN JAKARTA PUTRA MANDIRI

Percetakan, Foto Copy, Penjilidan, Pengetikan, Design Grafhis, Print dan Komputer

Cha Fitoria

Let's Love...

Catatan Kenangan

Serba-serbi jejak yang tertulis

Impossible

Selamat Datang , dan Terimakasih Telah Berkunjung

Bacotan Madi Amplang

karena kamu baca artikel ini,akan aku jadikan kamu istriku

Sandry Boy Sandy

Berpikir Kritis, Menggali Kreatifitas, Tidak Pernah Mengeluh Dan Tetap Semangat, Serta Tetap Tersenyum Meski Tersenyum Dalam Kesedihan

Math on Journey

PMRI Blog: mathematics is all around us

CERITA PRIBUMI

DARI SATU TEMPAT KE TEMPAT LAIN KITA BERCERITA DAN BERKARYA UNTUK INDONESIA

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

Perjalanan Menuju-Nya

kugesa ridha-Mu dengan asa yang tak berujung

Cerita Assa

L'amour Va Trouver Sa Place à S'ancrer Par Lui Même

AMEL OH AMEL

“One day your life will flash before your eyes. Make sure its worth watching.”

%d blogger menyukai ini: