Oleh: Ida Raihan | 27 Januari 2016

Mungkin Kita Juga Korupsi (?)

image

Gambar diambil dari Google

Bertemu dengan orang-orang baru, di tempat yang baru memang menyenangkan. Apalagi jika kita langsung dipercaya untuk menjadi sahabat yang dia merasa nyaman untuk mencurahkan segala permasalahan hidupnya.

Setiap hari berbagai wajah dengan segala expresinya mudah kita temui dalam kehidupan kita. Apalagi mereka yang dalam kesehariannya melayani orang banyak. Pedagang makanan misalnya. Mereka akan dipertemukan dengan orang-orang dengan berbagai ekspresi tersebut. Meskipun dalam keadaan makan. Ada yang makan sambil bercerita, sambil tertawa. Namun tidak sedikit pula yang makan sambil termenung. Dia menelan habis semua makanan yang terhidang namun seperti tidak menikmati. Hampa. Biasanya yang terakhir ini dilakukan oleh orang yang terlalu stres, baik pada pekerjaannya maupun pada permasalahan kehidupan pribadinya.

Suatu malam seorang wanita datang. Di wajahnya tampak sekali sedang menanggung masalah berat. Setelah dipancing dengan sedikit pembicaraan, akhirnya dia menceritakan permasalahannya. Dia mengeluhkan fasilitas kantor yang seharusnya dia dapat.
“Aku tahu itu menyebalkan,” Kata saya. “tetapi mari pikirkan hal lain.” Ya, saat bekerja terkadang kita tidak sadar, bahwa ada kemungkinan kita memakai fasilitas kantor untuk keperluan pribadi. Paper clip misalnya. “Ah, cuma satu ini. ” pikir kita. Kita tidak pernah berfikir untuk menghitung, satu jika dikali sekian, dan sekian orang akan berapa jumlahnya. Atau kita menggunakan printer untuk keperluan di luar kantor. Kita berfikir itu tidak akan merugikan kantor, dan bisa jadi memang benar, tetapi tetap itu bukan hak kita. Fasilitas itu disediakan bukan untuk keperluan pribadi kita. Tetapi untuk kepentingan kantor. Selain hal di atas tentu masih banyak lainnya yang kita gunakan secara pribadi. Staples, internet dan lain-lain.

Jadi, jika ada sebagian hak (atau apa yang telah dijanjikan kepada) kita tidak terpenuhi, relakanlah. Mungkin itu cukup untuk menjadi tebusan selama bekerja di perusahaan tersebut. Untuk sesuatu yang mungkin tidak terpikirkan oleh kita sebelumnya. Melakukan korupsi kecil selama bekerja. Baik itu disengaja, hal yang dianggap sepele, atau yang tidak kita sengaja.

Tidak perlu kita terlalu memaksakan diri untuk menuntutnya meskipun kita bisa. Dengan demikian semoga kita (harta kita) menjadi tersucikan dengan adanya hak yang tak terpenuhi dari perusahaan. Sehingga rizki kita lebih barokah untuk kelangsungan hidup selanjutnya. Mungkin memang sulit untuk melepaskan begitu saja. Atau ada segilintir rasa terdzalimi. Tetapi yakinlah, dengan kita ikhlas dan tidak menambah masalah untuk kantor/perusahaan yang kita tinggalkan, insya Allah, rizki kita akan semakin baik dan diberkahi. Semoga.

Ida Raihan
Lembah Hijau, Rabu, 27 Januari 2016 (20:13)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Seni Hidup

=Ketidaksempurnaan Itu Cantik=

My Blog

My WordPress Blog

evRina shinOda

CORETAN LAIN BLOG EVRINA

Aksara Nomaden

Merindukan itu nyata. Mengulang kenangan hanya utopia.

TERANG DIARY

catatan sehari-hari terang

Right-Magic!

Merekah kedalaman dalam pikir

FOTOCOPY PERCETAKAN PRINTING MURAH – JAKARTA

Percetakan | Fotocopy | Penjilidan | Printing | Desain | Finising| ATK Dll

PERCETAKAN JAKARTA PUTRA MANDIRI

Percetakan, Foto Copy, Penjilidan, Pengetikan, Design Grafhis, Print dan Komputer

Cha Fitoria

Let's Love...

Catatan Kenangan

Serba-serbi jejak yang tertulis

Impossible

Selamat Datang , dan Terimakasih Telah Berkunjung

Bacotan Madi Amplang

karena kamu baca artikel ini,akan aku jadikan kamu istriku

Sandry Boy Sandy

Berpikir Kritis, Menggali Kreatifitas, Tidak Pernah Mengeluh Dan Tetap Semangat, Serta Tetap Tersenyum Meski Tersenyum Dalam Kesedihan

Math on Journey

PMRI Blog: mathematics is all around us

CERITA PRIBUMI

Dari satu tempat ke tempat lain kita bercerita dan berkarya untuk Nusantara

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

Perjalanan Menuju-Nya

kugesa ridha-Mu dengan asa yang tak berujung

Mr. Assa

L'amour Va Trouver Sa Place à S'ancrer Par Lui Même

AMEL OH AMEL

“One day your life will flash before your eyes. Make sure its worth watching.”

%d blogger menyukai ini: