Oleh: Ida Raihan | 10 Februari 2016

Menilik Isi Tas Akhboy Akhtong

Isi tas

Kao kunci dan buku bank kadang-kadang saja.

Sewaktu zaman saya kecil dulu, di kampung, tas hanya digunakan oleh mereka yang bepergian jarak jauh. Yang membutuhkan tempat untuk menampung pakaian atau barang bawaan dalam jumlah banyak. Kebanyakan juga berupa tas jinjing. Jarang terlihat orang memiliki tas tangan atau tas ransel kecuali anak sekolah. Itu pun bisa dihitung dengan jari, karena musimnya saat itu masih tas selempang.

Nah, seiring berjalannya waktu, dan saya telah merasakan menjadi anak rantau, mulai saya lihat tas banyak digunakan oleh hampir semua orang. Baik cowok maupun cewek. Dan ketika saya kembali ke kampung halaman, tas juga mulai marak dipakai oleh ibu-ibu yang hendak kondangan atau ke pasar. Jika dulunya amplop atau dompet hanya dikempit di bawah ketiak atau digulung dengan sapu tangan, kini mereka tidak lagi menggunakan cara jadul itu. Cara yang lebih anggun telah mereka ketahui. Yaitu membawa tas. 😀

Saya pun melakukan hal yang sama. Tetapi ada yang berbeda antara saya dengan teman-teman. Jika umumnya para cewek memiliki lebih dari dua tas untuk berbagai kebutuhan dan kegiatan, saya tetap dengan tas yang sama untuk semua kebutuhan. Baik untuk kondangan, jalan-jalan ke hutan, ke mall, ke taman, ke pusat wisata, kemana saja. Tas saya tetap satu itu. Tas ransel dengan warna, saya menyebutnya, pakaian tentara.
Jika satu itu rusak, baru saya akan membeli gantinya, dan dengan type serupa pula. Pokoknya saya tidak pernah menyukai tas warna dan model lain. Hanya tas ransel dengan warna ‘pakaian tentara’ itu saja.

Lalu apa sih isi tas yang selalu saya bawa kemana-mana itu? Hehe… di sini mungkin saya akan beda lagi dengan yang lainnya. Jika kebanyakan wanita tasnya berisi kosmetik, tissue, dan segala jenis kebutuhan wanita, tas saya beda lagi isinya. Apa saja sih? Yuk kita lihat!

Pertama adalah:
1. PONSEL/HANDPHONE DAN CHARGERNYA: Ponsel adalah benda utama yang sangat saya butuhkan untuk terus siaga dalam berkontak ria dengan orang-orang terdekat. Sehingga dia tidak pernah tertinggal. Jangankan bepergian, terkadang ke toilet saja saya bawa. Wekz 😀
2. DOMPET: Nah ini dia yang sangat penting kedua setelah ponsel. Dia yang bisa mengobati rasa ketika lapar atau menginginkan eskrim di jalanan. Kekasih halalku 😀
3. NOTEBOOK/LAPTOP: Nah kalo ini nih, adalah suami keduaku, jadi kemana pergi, dia harus mendampingi juga.
4. BOTOL MINUM: Saya biasa menggunakan gelas Tupperware berwarna hijau untuk membawa air. Maklumlah, barang-barang saya di rumah kebanyakan berwarna hijau dan biru. Dua warna favorit setelah putih. Saya terbiasa membawa air dari rumah, karena selain saya tidak yakin akan keamanan air mineral di jalanan (korban pemberitaan di televisi), saya juga ingin membantu mengurangi limbah dari botol-botol minuman. Ceritanya Save The World gituh. 😀
5. PULPEN/PENCIL: Sebagai seorang penulis, kita harus selalu siap dengan alat satu ini. Kita tidak pernah tahu kan kapan ide itu mengaung di cakrawala dan jatuh ke benak kita? Nah, dengan adanya pulpen, bila dia tiba-tiba datang saat kita dalam perjalanan, kita telah siap sedia.
6. BUKU CATATAN: Nah yang ini adalah pacarnya pulpen tadi. Penjelasannya sama kayak di atas. Pan nggak mungkin kita mau menulis di atas daun? :-p
7. AL–QUR’AN: Sebagai seorang Muslim saya tidak boleh membiarkan kekosongan diisi hanya dengan berbengong ria. Biasanya saya merasa perlu membaca surat cinta dari Tuhan ini saat ada di kendaraan. Kereta, taxsi, kapal (perjalanan Sumatra terkadang harus naik kapal Teman), angkot, atau bus. Kalau di pesawat biasanya lebih memilih membaca cuaca di luar jendela saja. Berhayal dengan awan. Hehe…
8. BUKU: Buku juga benda yang tidak boleh tertinggal dari tas, soalnya benda tersebut yang akan bergilir dengan Al-Qur’an.
9. SIKAT GIGI: Saya tidak sendiri kan? Pasti ada juga di antara teman-teman yang menyertakan benda satu ini di dalam tasnya. Saya tidak bisa lepas dari benda satu ini, karena setiap kali usai makan, rasanya gigi saya seperti menjadi tebal, sehingga saya harus segera ke westafel untuk menggosoknya, agar kembali cling dan tidak bau.
10. LOTION: Ini mungkin satu-satunya benda yang cewek banget. Tetapi saya memang membutuhkannya, karena setiap kali usai cuci tangan, tangan ini terasa kering dan bersisik jika tidak dioles dengan lotion.
11. KANTONG KRESEK: Dengan adanya benda ini, jangan pikir saya mabok kendaraan ya? Buat wadah muntahan gitu? Nggak deh pokoknya. Saya menggunakan ini, untuk mengantongi sampah makanan yang saya konsumsi. Saya suka miris ketika di angkot atau kendaraan umum lainnya, melihat orang-orang makan buah, camilan dengan seenaknya membuang sampahnya di bawah jok kendaraan. Atau bahkan melemparkan langsung keluar jendela. Duh… ini Negara kita sendiri loh, harus dijaga kebersihan dan kerapihannya dunk ah.

Nah, itulah benda-benda yang ada di dalam tas saya. Seorang yang sama teman sekantornya dijulukin Akhboy alis Akhwat Tomboy, dan Akhtong, Akhwat Sepotong. Karena biarpun berjilbab lebar, kelakuannya tetap seperti cowok. Orang Jawa bilang, Pencilakan. Hehe…

Jadi apa di dalam tasmu?

GA Waya

 

Ida Raihan
Lembah Hijau, Rabu, 10 Februari 2016 (09:16)

Iklan

Responses

  1. Dulu waktu masih kerja sih sering bawa2 sikat gigi kemana2, duh jadi kangen. Padahal emang namanya bersiwak mah hal yang baik ya. Pengen mulai lagi jadinya abis baca postingan ini. Semoga menang ya mba GAnya 🙂

    • Aamiin yaa Rahmaan. Hayuk dimulai lagi atuh Mak Ipeh. Tampil nyaman dan segar. Makasih doanya ya, Mak.

  2. Aku banget tuh bawa bawa kresek buat mabok kendaraan, muntahaaa… dasar anak kampung. muihihihihihi

    • Haha… tapi bukan Ida banget Mak. Ida bawa ini buat nyimpen sampah ampek ketemu tong sampah. Kadang ampek kebawa pulang.

  3. mbak.. makasih udah ikutan ya.. 🙂
    Senang bisa tau isi tasnya. Trus ngikik baca julukan akhboy dan akhtong., wkwkwk kocak ;D

    • Kembali kasih Mbak Waya. Maaf jika Ida kurang aktif. Sukses selalu ya…

  4. Saya juga suka bawa kresek mbak, apalagi punya anak kecil yang masih pake popok hihi

    • Asyiik Ida tidak sendiri. Minimal walaupun sampah dari kita sendiri, kita telah membantu menjaga kebersihan Indonesia kita gitu Mak Yasinta 😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Seni Hidup

=Ketidaksempurnaan Itu Cantik=

My Blog

My WordPress Blog

evRina shinOda

CORETAN LAIN BLOG EVRINA

Aksara Nomaden

Merindukan itu nyata. Mengulang kenangan hanya utopia.

TERANG DIARY

catatan sehari-hari terang

Right-Magic!

Merekah kedalaman dalam pikir

FOTOCOPY PERCETAKAN PRINTING MURAH JAKARTA

Percetakan | Fotocopy | Penjilidan | Printing | Desain | Finising| ATK Dll

PERCETAKAN JAKARTA PUTRA MANDIRI

Percetakan, Foto Copy, Penjilidan, Pengetikan, Design Grafhis, Print dan Komputer

Cha Fitoria

Let's Love...

Catatan Kenangan

Serba-serbi jejak yang tertulis

Impossible

Selamat Datang , dan Terimakasih Telah Berkunjung

Bacotan Madi Amplang

karena kamu baca artikel ini,akan aku jadikan kamu istriku

Sandry Boy Sandy

Berpikir Kritis, Menggali Kreatifitas, Tidak Pernah Mengeluh Dan Tetap Semangat, Serta Tetap Tersenyum Meski Tersenyum Dalam Kesedihan

Math on Journey

PMRI Blog: mathematics is all around us

CERITA PRIBUMI

Dari satu tempat ke tempat lain kita bercerita dan berkarya untuk Nusantara

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

Perjalanan Menuju-Nya

kugesa ridha-Mu dengan asa yang tak berujung

Cerita Assa

L'amour Va Trouver Sa Place à S'ancrer Par Lui Même

AMEL OH AMEL

“One day your life will flash before your eyes. Make sure its worth watching.”

%d blogger menyukai ini: