Oleh: Ida Raihan | 21 September 2016

Mengeluhkan Para peminta Sumbangan

Apa yang Anda pikirkan ketika di depan pintu rumah ada yang mengucap salam?

Sebagai seorang muslim, sudah pasti kita akan menjawab dengan spontan. Bahkan terkadang sampai tergopoh-gopoh keluar untuk menyambut yang datang. Pakai baju sekenanya. Dan kita akan gembira ketika yang datang adalah teman, kerabat, atau tetangga. tidak masalah jika kita harus sejenak mematikan kompor ketika sedang memasak. Atau buru-buru menyelesaikan meninggalkan pekerjaan kita ketika sedang melakukan suatu hal.Tetapi, bagaimana jika salam yang datang disertai dengan intonasi tinggi dan berkali-kali? Biasanya salam yang diulang adalah yang tidak segera peroleh jawaban dari dalam rumah. Itu pun dengan jeda 3 – 5 menit. Kemungkinannya, pemilik rumah tidak dengar, sedang di toilet, sedang mandi, sedang tidur, atau sedang sibuk sehingga tidak mendengar ada yang mengucap salam.

Di tempat saya tinggal sekarang, Cikarang Selatan, dalam sehari rata-rata 3 – 5 kali orang datang mengucap salam di depan pintu. Sebagai seorang Muslim tentu saya memiliki kewajiban menjawab salam tersebut. Namun terkadang mereka datang pada suasana yang sangat tidak tepat. Kadang ketika saya sedang tidur, pernah juga ketika saya sedang mandi, dan pernah juga ketika saya sedang di toilet.

Dan mereka, adalah para peminta sumbangan yang mengatasnamakan yayasan yatim piatu dan masjid. Sebenarnya tidak masalah memberi mereka seribu, dua ribu, tetapi yang menjadi masalah adalah: yang jika salam tidak segera dijawab mereka akan semakin sering mengucap,  meninggikan suara dengan kesan yang memaksa.
“assalamu’alaikum, permisi!” “assalamu’alaikum, permisi!” berkali-kali, sehingga yang sedang tidur menjadi terbangun, yang sedang mandi terburu-buru, yang sedang di toilet, nyuci, masak, terpaksa ditunda.

Saya tahu, masalah pengemis dan peminta sumbangan sebenarnya bukan hanya ada di Indonesia. Sewaktu saya kerja di Arab, pengemis juga saya jumpai. Begitu juga ketika berada di Hong Kong.

Hampir di setiap keramaian Jakarta pun pengemis dan peminta sumbangan bisa dengan mudah kita temui. Tetapi mereka tidak terlalu memaksa seperti yang saya temui di Cikarang, yang dalam sehari bisa 3 – 5 kali mengetuk pintu. Belum lagi para pengamennya. Dan ini benar-benar sangat mengganggu kenyamanan.

Duh…
Dalam hati, ingiin rasanya pemerintah segera bisa mengatasi permasalahan ini. Bisakah mereka ini masuk ke program pemerintah, sehingga keberadaan mereka tidak mengganggu? Jujur, banyaknya penipuan yang mengatasnamakan yayasan dan masjid, membuat saya tidak ada sedikitpun kepercayaan pada mereka lagi. Apakah mereka benar-benar mencari dana untuk membantu yayasan dan masjid, atau hanya memperkaya diri. Sempat berhayal, jika saja pemerintah bisa menata masalah ini,  tentu penipuan bisa ditanggulangi (walaupun tidak 100% mungkin). Semua yayasan didata, dan mendata pula tenaga yang boleh meminta sumbangan ke masyarakat. Dibekali surat ijin berstempel yang syah untuk mencari sumbangan ke masyarakat. Dengan begitu, dana ummat tidak disalahgunakan oleh mereka-mereka yang mencari keuntungan pribadi.

Mimpi Indonesia bebas dari para pengemis dan peminta sumbangan segera terwujud.

Ida Raihan
Jati Pilar, Rabu, 21 Sept 2016 (20:31)

Iklan

Responses

  1. Sekilas mirip cataphil ya mak botol dan mereknya. Tapi beda ternyata. Belon pernah nyoba sih. Semoga bisa ikutan

    • Mak Ade salah tempat komentar atau gimana nie Mak? Soalnya saya malah bingung. Hihi. ..

  2. oo dulu pernah kerja di Arab mba? pinter bahasa arab dong
    yang bikin bt kalau mereka ketok2 pas anak tidur..lalu anak kebangun n nangis kenceeng

    • Udah tahun 1999 lalu Mak. Udah lupa bagaimana berbahasa Arab.

      Iyaaaa kadang saya juga kalo lagi tidur dibangunin begitu kesel banget Mak. Apalagi saya kalo malem sering gak bisa tidur. Pinginnya siang nyenyak gitu. Eh dibangunin paksa gitu. Hew…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Seni Hidup

=Ketidaksempurnaan Itu Cantik=

My Blog

My WordPress Blog

evRina shinOda

CORETAN LAIN BLOG EVRINA

Aksara Nomaden

Merindukan itu nyata. Mengulang kenangan hanya utopia.

TERANG DIARY

catatan sehari-hari terang

Right-Magic!

Merekah kedalaman dalam pikir

FOTOCOPY PERCETAKAN PRINTING MURAH JAKARTA

Percetakan | Fotocopy | Penjilidan | Printing | Desain | Finising| ATK Dll

PERCETAKAN JAKARTA PUTRA MANDIRI

Percetakan, Foto Copy, Penjilidan, Pengetikan, Design Grafhis, Print dan Komputer

Cha Fitoria

Let's Love...

Catatan Kenangan

Serba-serbi jejak yang tertulis

Impossible

Selamat Datang , dan Terimakasih Telah Berkunjung

Bacotan Madi Amplang

karena kamu baca artikel ini,akan aku jadikan kamu istriku

Sandry Boy Sandy

Berpikir Kritis, Menggali Kreatifitas, Tidak Pernah Mengeluh Dan Tetap Semangat, Serta Tetap Tersenyum Meski Tersenyum Dalam Kesedihan

Math on Journey

PMRI Blog: mathematics is all around us

CERITA PRIBUMI

DARI SATU TEMPAT KE TEMPAT LAIN KITA BERCERITA DAN BERKARYA UNTUK INDONESIA

Fathia's little cave

I sail the world through the words.

Perjalanan Menuju-Nya

kugesa ridha-Mu dengan asa yang tak berujung

Cerita Assa

L'amour Va Trouver Sa Place à S'ancrer Par Lui Même

AMEL OH AMEL

“One day your life will flash before your eyes. Make sure its worth watching.”

%d blogger menyukai ini: